Orang jahat dilenyapkan

Mazmur 37:9

Jangan Iri, Percayalah pada TUHAN

Sebab, orang-orang jahat akan dilenyapkan, tetapi mereka yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri.

Mazmur 37:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 37:9?

Ayat ini menegaskan bahwa orang jahat pada akhirnya akan dilenyapkan, sedangkan mereka yang menanti-nantikan Tuhan akan mewarisi negeri. Ini adalah janji keadilan dari Tuhan bagi umat-Nya yang setia.

Latar belakang

Orang jahat akan binasa, yang menanti TUHAN mewarisi negeri

Daud menegaskan bahwa orang jahat pasti dilenyapkan, tetapi mereka yang berharap kepada TUHAN akan mewarisi negeri. Ini adalah janji keadilan dan kepastian masa depan.

Di mana

Yerusalem

Dalam perenungan, mungkin di bait suci

Kapan

~1000 SM

Kerajaan Daud

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Daud menjadi raja
Kematian Daud
Kamu di sini
D

Yang berbicara

Daud

Raja Israel, penulis banyak mazmur, ~70 tahun

U

Kepada

Umat Israel

Orang-orang yang rindu melihat keadilan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

כָּרַת

karat · dilenyaapkan

Memotong, memutuskan, menghapuskan

קָוָה

qavah · menanti-nantikan

Menunggu dengan harapan, mengumpulkan

יָרַשׁ

yarash · mewarisi

Memiliki, mengambil alih, mewarisi

Menanti-nantikan bukan sekadar menunggu pasif, melainkan harapan yang aktif; hasilnya adalah warisan nyata di bumi.

Tahukah kamu

Frasa 'mewarisi negeri' dipakai berulang

Frasa ini muncul 5 kali dalam Mazmur 37 (ayat 9, 11, 22, 29, 34), menekankan tema kepemilikan tanah perjanjian.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 37:9

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 37:9

✕  Sering dikira

Janji ini hanya untuk Israel secara fisik.

✓  Yang sebenarnya

Aplikasi rohani juga berlaku bagi umat Tuhan sepanjang masa.

✕  Sering dikira

Orang jahat akan langsung hilang saat itu juga.

✓  Yang sebenarnya

Ini berbicara tentang kepastian akhir, bukan selalu langsung terlihat.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 37:9

Meski keadilan kadang terasa lambat, Tuhan pasti bertindak. Saat kita menunggu, kita belajar untuk tetap setia dan percaya bahwa Tuhan tidak pernah lalai.

Tuhan, aku percaya pada keadilan-Mu. Ajar aku untuk setia menanti-nantikan Engkau. Amin.