Musuh yang bertambah banyak

Mazmur 25:19

Pemazmur di Tengah Kesesakan

Lihatlah betapa banyak musuhku. Sebab, mereka bertambah banyak dan membenciku dengan kebencian yang kejam.

Mazmur 25:19 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 25:19?

Mazmur 25:19 mengungkapkan keprihatinan Daud tentang banyaknya musuh yang membencinya dengan kejam. Ini adalah doa yang jujur tentang penderitaan akibat permusuhan, meminta Tuhan untuk memperhatikan situasi yang sulit.

Latar belakang

Melawan Kebencian Musuh

Daud melihat musuh-musuhnya bertambah banyak dan membencinya dengan kebencian yang kejam. Ia merasa terancam dan meminta TUHAN untuk memperhatikan situasinya.

Di mana

Yerusalem

Di istana atau tempat perlindungan, mungkin saat pelarian

Kapan

~1000 SM

Kerajaan Daud

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Daud diurapi sebagai raja
Daud menjadi raja atas Israel
Kamu di sini
D

Yang berbicara

Daud

Raja Israel, pemazmur, ~60 tahun

T

Kepada

TUHAN

Allah Israel, yang mendengar doa

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

רַבּוּ

rabbu · banyak

bertambah banyak, menjadi besar

שֹׂנְאִים

son'im · membenciku

membenci, bermusuhan

חָמָס

khamas · kejam

kekerasan, kezaliman

Ketiga kata ini menggambarkan musuh yang tidak hanya banyak, tetapi juga penuh kekerasan. Daud tidak mengecilkan ancaman, tetapi ia membawanya kepada TUHAN.

Tahukah kamu

Bencana Alam?

Dalam bahasa Ibrani, kata untuk 'musuh' (אויב) bisa merujuk pada musuh pribadi atau bangsa, tetapi di sini Daud merasa dikelilingi oleh kebencian yang tampaknya tidak beralasan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 25:19

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 25:19

✕  Sering dikira

Daud membesar-besarkan masalahnya.

✓  Yang sebenarnya

Daud jujur tentang besarnya ancaman, tetapi imannya tetap kepada Tuhan.

✕  Sering dikira

Kebencian musuh adalah tanda Tuhan meninggalkan dia.

✓  Yang sebenarnya

Daud justru menganggapnya sebagai alasan untuk memohon pertolongan Tuhan.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 25:19

Ketika kita merasa dikelilingi oleh orang-orang yang memusuhi kita, kita bisa jujur kepada Tuhan tentang perasaan kita. Ayat ini mengajak kita untuk datang kepada Tuhan dengan segala kekhawatiran, percaya bahwa Dia peduli dan sanggup menolong.

Tuhan, aku datang kepada-Mu hari ini, membawa semua kekhawatiran tentang orang-orang yang memusuhiku. Tolong lihat penderitaanku dan berikan aku kedamaian, karena aku percaya Engkau memegang kendali. Amin.