Teriak Minta Kasihan

Mazmur 123:3

Kepenuhan Hinaan

Kasihani kami, ya TUHAN, kasihani kami. Sebab, kami sudah kenyang dengan hinaan.

Mazmur 123:3 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 123:3?

Pemazmur memohon belas kasihan Tuhan dengan sangat, karena ia merasa sudah 'kenyang' dengan penghinaan. Ini menggambarkan kepenatan yang mendalam akibat ejekan musuh. Ini adalah seruan jujur dari ketidakberdayaan, namun tetap dalam iman bahwa Tuhanlah satu-satunya sumber kemurahan.

Latar belakang

Kelelahan karena Dihina

Pemazmur mengaku sudah 'kenyang' dengan hinaan dan ejekan. Ini bukan rasa lapar, tapi rasa muak; mereka butuh campur tangan Allah segera.

Di mana

Yerusalem (kemungkinan)

Dalam doa yang sungguh-sungguh

Kapan

~950 SM

Kerajaan Israel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Hinaan yang bertubi-tubi
Allah menolong
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pemazmur

Penyembah Israel yang sedang terhina

T

Kepada

TUHAN

Allah, sumber belas kasihan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חָנַן

chanan · Kasihani

Kasihanilah, berilah kasih karunia

שָׂבַע

sava · kenyang

Kenyang, puas, cukup

בּוּז

buz · hinaan

Penghinaan, pelecehan, rasa malu

Permohonan 'kasihani' bukan karena layak, tetapi karena kasih karunia Allah; 'kenyang hinaan' menunjukkan puncak penderitaan yang tak tertahankan.

Tahukah kamu

Kata 'Kenyang'

Dalam bahasa Ibrani, 'kenyang' menggunakan kata 'sava', yang juga bisa berarti 'merasa cukup', di sini dipakai ironis: sudah muak.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 123:3

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 123:3

✕  Sering dikira

Merasa doa ini egois atau hanya mengeluh.

✓  Yang sebenarnya

Justru ini kejujuran dalam doa dan pengakuan akan kebutuhan akan Allah.

✕  Sering dikira

Mengira Allah pelit dan perlu dimohon berulang-ulang.

✓  Yang sebenarnya

Ini bentuk penantian yang tekun, bukan karena Allah tidak mau memberi.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 123:3

Tidak masalah mengaku kepada Tuhan bahwa kita lelah dan tersinggung oleh hinaan orang. Belajarlah untuk membawa semua emosi itu kepada-Nya dalam doa, dan minta kekuatan untuk tidak membalas, tetapi menyerahkan pembelaan kepada Tuhan yang adil.

Ya Tuhan, kasihani aku; aku sudah capai menghadapi hinaan. Tolong aku untuk membawa kepedihan itu kepada-Mu dan percaya pada belas kasihan-Mu. Amin.