Kelelahan di bawah ejekan
Mazmur 123:4
Mata Terangkat dalam Penghinaan
“Jiwa kami sudah kenyang dengan ejekan orang-orang congkak, dengan hinaan orang-orang sombong.”Mazmur 123:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“jiwa kami sudah cukup kenyang dengan olok-olok orang-orang yang Mazmur 124.1–125.1 282 merasa aman, dengan penghinaan orang-orang yang sombong.”Mazmur 123:4 · TB
Terjemahan Baru
“Sudah cukup kami diolok-olok orang kaya, dan dicemooh orang-orang yang sombong.”Mazmur 123:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Our soul is exceedingly filled with the scorning of those that are at ease, and with the contempt of the proud.”Mazmur 123:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Mazmur 123:4?
Ayat ini menjelaskan penyebab kepenatan pemazmur: ejekan dari orang yang sombong dan hinaan dari mereka yang tinggi hati. Ini menunjukkan penderitaan umat yang kerap diremehkan oleh orang-orang yang merasa diri lebih unggul. Namun, dengan mengadukannya kepada Tuhan, pemazmur melukiskan bahwa Tuhan adalah hakim yang adil.
Latar belakang
Hinaan yang memenuhi jiwa
Pemazmur mengungkapkan kelelahan karena terus-menerus diejek oleh orang-orang yang sombong dan congkak. Dia merasa 'kenyang' dengan hinaan, bukan kekenyangan makanan tetapi kebosanan dan kepenatan yang mendalam. Ini adalah seruan minta tolong yang jujur di hadapan Allah.
Di mana
Yerusalem
Di tempat ibadah, saat berdoa
Kapan
~10 SM
Kerajaan bersatu
Yang berbicara
Pemazmur
Orang saleh yang mengalami penghinaan, ~10 SM
Kepada
TUHAN
Allah Israel yang bertakhta di surga
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נֶפֶשׁ
nefesh · jiwa
Seluruh keberadaan, hidup, atau diri seseorang
שָׂבַע
sava' · kenyang
Dipenuhi sampai puas, sering kali dengan makanan
גְּאֵה
ge'eh · sombong
Angkuh, tinggi hati, merasa lebih dari orang lain
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa ejekan orang sombong bukan sekadar gangguan kecil, tetapi menusuk sampai ke inti keberadaan (nefesh) dan memenuhinya (sava') hingga meluap. Ini menggambarkan penderitaan yang nyata dan mendalam.
Tahukah kamu
Kata 'jiwa' di sini bukan sekadar roh
Dalam bahasa Ibrani, 'jiwa' (nefesh) merujuk pada seluruh keberadaan, termasuk emosi dan keinginan. Jadi 'jiwa kami kenyang' berarti seluruh hidupnya dipenuhi oleh rasa sakit akibat ejekan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 123:4
Mazmur 119:22
Cela dan hina
“Singkirkanlah daripadaku cela dan penghinaan, sebab aku memegang peringatan-peringatan-Mu.”
Amsal 16:18
Nasib orang sombong
“Kesombongan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.”
1 Petrus 5:5
Allah lawan congkak
“Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Mazmur 123:4
✕ Sering dikira
Mengira 'kenyang dengan hinaan' berarti pemazmur sudah terbiasa dan tidak peduli lagi.
✓ Yang sebenarnya
Justru sebaliknya, ini adalah ungkapan kepenatan yang ekstrem—sudah terlalu banyak sampai tidak tahan lagi.
✕ Sering dikira
Menganggap orang sombong di sini adalah orang non-Israel atau musuh asing.
✓ Yang sebenarnya
Tidak disebutkan identitas mereka; bisa saja sesama orang Israel yang sombong dan menindas, bukan selalu musuh dari luar.
Renungan
Renungan Singkat Mazmur 123:4
Ketika kita direndahkan oleh orang sombong, ingatlah bahwa harga diri kita tidak ditentukan oleh penilaian manusia, tetapi oleh kasih Tuhan. Berlatihlah untuk tidak menyimpan dendam, melainkan letakkan keadilan di tangan Tuhan yang tahu segala sesuatu.
Tuhan, aku menyadarkan jiwaku kepada-Mu saat aku dilecehkan oleh orang yang sombong. Berilah aku ketenangan dan percaya bahwa Engkau adalah pembelaku. Amin.