Mata yang Lelah Menanti Penghiburan

Mazmur 119:82

Firman-Mu Pelita dan Terang

Mataku habis oleh karena firman-Mu; aku berkata, “Kapan Engkau akan menghiburku?”

Mazmur 119:82 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 119:82?

Pemazmur lelah menantikan penghiburan dari Tuhan, matanya habis karena menantikan firman-Nya. Ini menggambarkan pergumulan iman yang jujur, di mana kita boleh mengakui kelelahan dan kerinduan kita kepada Tuhan.

Latar belakang

Mata Lelah Menanti Janji

Pemazmur menggambarkan kerinduannya yang mendalam akan keselamatan dari Tuhan. Matanya 'habis' karena menunggu firman-Nya digenapi, tetapi belum juga melihat pertolongan.

Di mana

Yerusalem

Dalam tekanan dan penderitaan, mungkin di pembuangan

Kapan

~500 SM

Pasca-pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembuangan Babel
Pemulihan Yerusalem
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pemazmur

Orang saleh yang sedang menderita, menanti pertolongan Tuhan

T

Kepada

Tuhan

Allah Israel yang setia pada janji-Nya

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

כָּלוּ

kalu · habis

menjadi lemah, habis, atau gagal karena menahan beban

אִמְרָתֶךָ

imratekha · firman-Mu

perkataan atau janji yang diucapkan

מָתַי

matai · kapan

pertanyaan tentang waktu yang menunjukkan ketidaksabaran

Ketiga kata ini menunjukkan kerinduan yang memuncak: mata lemah karena menunggu, tetapi harapan tetap pada firman yang dijanjikan, sambil bertanya 'sampai kapan?'

Tahukah kamu

Mata yang Habis

Frasa 'mataku habis' (כלו עיני) juga dipakai di Mazmur 69:3, menggambarkan keletihan ekstrem karena menunggu.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 119:82

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 119:82

✕  Sering dikira

Pemazmur meragukan janji Tuhan.

✓  Yang sebenarnya

Dia tetap berharap pada firman-Nya, hanya mengungkapkan kelelahan.

✕  Sering dikira

Ayat ini hanya tentang penderitaan fisik.

✓  Yang sebenarnya

Ini juga tentang kelelahan rohani karena menunggu penggenapan janji.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 119:82

Jangan takut untuk mengakui kelelahanmu kepada Tuhan. Dia memahami pergumulanmu dan ingin kamu terus berharap kepada-Nya, meski jawaban belum datang.

Tuhan, mataku habis menantikan firman-Mu; hiburlah aku sesuai dengan janji-Mu. Amin.