Pertanyaan retoris kepada laut dan Yordan

Mazmur 114:5

Mengapa alam lari?

Mengapa gerangan, hai laut, sehingga kamu melarikan diri? Hai Yordan, sehingga kamu berbalik mundur?

Mazmur 114:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 114:5?

Pertanyaan retoris kepada laut dan Sungai Yordan mengapa mereka melarikan diri, menegaskan bahwa peristiwa itu terjadi karena kuasa Tuhan, bukan kebetulan.

Latar belakang

Mengapa alam melarikan diri?

Pemazmur mengajukan pertanyaan retoris kepada laut dan Sungai Yordan, mengingat kembali peristiwa ajaib ketika mereka terbelah. Ini menegaskan bahwa alam pun tunduk pada perintah Tuhan.

Di mana

Yerusalem

Dalam ibadah di Bait Suci

Kapan

~950 SM

Setelah keluar dari Mesir, masa raja-raja

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Membelah Laut Merah
Menyeberangi Sungai Yordan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pemazmur

Penyair Israel, hamba Tuhan

L

Kepada

Laut dan Sungai Yordan

Unsur alam yang dipersonifikasikan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נֻסִי

nusi · melarikan diri

melarikan diri, lari

הַיָּם

hayam · laut

laut

תִּסּוֹבִי

tissovi · berbalik mundur

berbalik, mundur

Kata 'nusi' dan 'tissovi' menunjukkan gerakan mundur yang cepat, menggambarkan ketaatan alam pada perintah Tuhan, sekaligus personifikasi yang hidup.

Tahukah kamu

Personifikasi alam

Dalam puisi Ibrani, laut dan sungai sering dipersonifikasikan sebagai makhluk yang bisa melarikan diri, menunjukkan kekuatan Tuhan yang mengendalikan elemen-elemen yang tampaknya tak terkalahkan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 114:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 114:5

✕  Sering dikira

Mengira laut dan sungai benar-benar punya kesadaran dan bisa lari

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah personifikasi puitis untuk menekankan kuasa Tuhan atas alam.

✕  Sering dikira

Menganggap pertanyaan ini ditujukan kepada manusia

✓  Yang sebenarnya

Pertanyaan ini ditujukan kepada elemen alam itu sendiri sebagai bentuk retorika.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 114:5

Kita sering bertanya 'mengapa' saat menghadapi kesulitan, tetapi sebaliknya, kita harus bertanya apa yang Tuhan ajarkan melalui setiap peristiwa. Semua terjadi dalam kendali-Nya.

Ya Tuhan, ajari aku melihat tangan-Mu di balik setiap kejadian dan merespons dengan iman, bukan ketakutan. Amin.