Dihakimi dan Doa Dihitung Dosa

Mazmur 109:7

Mazmur Pembalasan

PerikopDoa Orang yang Difitnah · Mazmur 109:1-31 →
“Ketika dia dihakimi, biarlah dia keluar sebagai terdakwa, dan biarlah doanya diperhitungkan sebagai dosa.”

Mazmur 109:7 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 109:7?

Ayat ini mengungkapkan harapan penulis mazmur agar lawannya dihukum dan doanya dianggap sebagai dosa. Ini adalah bentuk kutukan yang keras, mencerminkan keinginan agar keadilan Tuhan ditegakkan atas kejahatan yang dialaminya.

Latar belakang

Doa yang Dianggap Dosa

Daud memohon agar musuhnya dihakimi dan dinyatakan bersalah. Ia bahkan berharap doa musuhnya itu dianggap dosa, menunjukkan betapa jahatnya mereka.

Di mana

Yerusalem

Dalam doa, mungkin di kemah suci atau tempat pribadi

Kapan

~1000 SM

Kerajaan Daud

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Tuduhan palsu oleh musuh
Keadilan Allah dinyatakan
Kamu di sini
D

Yang berbicara

Daud

Raja Israel, pemazmur, sedang menghadapi tuduhan palsu.

A

Kepada

Allah

Sang Hakim yang adil, kepada-Nya Daud memohon keadilan.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁפַט

shafat · dihakimi

proses hukum atau keputusan pengadilan

רָשָׁע

rasha · terdakwa

orang fasik atau bersalah

תְּפִלָּה

tefillah · doanya

doa atau permohonan kepada Allah

Ketiganya menekankan bahwa pengadilan Allah memisahkan yang benar dan salah, dan bahkan doa yang munafik tidak menyelamatkan orang fasik.

Tahukah kamu

Doa Musuh

Dalam budaya Ibrani, doa orang fasik dianggap tidak berkenan, namun Daud meminta agar doa itu dihitung sebagai dosa, bukan sekadar diabaikan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 109:7

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 109:7

✕  Sering dikira

Menganggap Daud mendoakan musuhnya dengan penuh kebencian tanpa alasan.

✓  Yang sebenarnya

Daud sedang meminta keadilan terhadap orang yang menyerangnya tanpa sebab, bukan sekadar balas dendam pribadi.

✕  Sering dikira

Mengira ayat ini mengajarkan kita untuk mengutuk musuh secara harfiah.

✓  Yang sebenarnya

Mazmur ini adalah ratapan dan permohonan pembelaan dari Allah, bukan perintah untuk membalas dendam.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 109:7

Saat kita diperlakukan tidak adil, kita mungkin ingin membalas dengan kutukan. Namun, kita diajak untuk menyerahkan keadilan kepada Tuhan, yang lebih tahu apa yang benar. Doakan mereka yang menyakiti kita, karena Tuhan melihat segalanya.

Tuhan, ajari aku untuk menyerahkan keadilan kepada-Mu dan bukan membalas sendiri, tapi percaya bahwa Engkau akan bertindak benar. Amin.