Musuh Berpakaian Malu

Mazmur 109:29

Nyanyian Pembalasan dan Harapan

Biarlah para pendakwaku berpakaikan kehinaan, dan berselubung malu seperti jubah.

Mazmur 109:29 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 109:29?

Pemazmur meminta agar para pendakwanya (musuh-musuhnya) dipermalukan dan merasa malu, seolah-olah mengenakan pakaian kehinaan. Ini adalah doa pembalasan yang jujur di hadapan Tuhan.

Latar belakang

Daud Berdoa agar Musuh Dipermalukan

Daud memohon agar para lawannya yang menuduh dia akan dipermalukan secara terbuka. Ia memakai metafora pakaian: 'kehinaan' dan 'malu' seperti jubah yang menutupi mereka, menjadi identitas yang melekat.

Di mana

Yerusalem

Dalam doa pribadi, mungkin di kemah atau istana

Kapan

~1000 SM

Kerajaan Daud

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Daud difitnah musuh
Kemenangan dan pujian
Kamu di sini
D

Yang berbicara

Daud

Raja Israel, pemazmur, menghadapi musuh

T

Kepada

TUHAN

Allah Israel, yang berdaulat atas segalanya

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

כְּלִמָּה

kelimmah · kehinaan

Rasa malu yang dalam, aib, penghinaan

עָטָה

'atah · berselubung

Membungkus, menutupi diri dengan kain

בּשֶׁת

boshet · malu

Perasaan malu, kehilangan hormat

Kata-kata yang dipakai Daud ('kehinaan', 'berselubung', 'malu') menunjukkan bahwa aib bukan sekadar perasaan sesaat, tetapi sesuatu yang menyelubungi seluruh keberadaan seseorang seperti pakaian. Ini adalah gambaran bahwa keadilan TUHAN akan membuat kesalahan mereka menjadi nyata dan melekat.

Tahukah kamu

Pakaian sebagai metafora

Dalam budaya Timur Tengah kuno, pakaian tidak hanya menutup tubuh tetapi juga menunjukkan status dan kepribadian. Memakai 'malu' sebagai jubah berarti aib itu menjadi bagian yang permanen, seperti pakaian yang selalu dikenakan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 109:29

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 109:29

✕  Sering dikira

Doa Daud ini berarti kita boleh menuntut agar musuh kita dipermalukan secara pribadi.

✓  Yang sebenarnya

Daud sedang meminta keadilan ilahi, bukan balas dendam pribadi; ia menyerahkan hasilnya kepada TUHAN.

✕  Sering dikira

Malu di sini hanya perasaan tidak nyaman, bukan sesuatu yang nyata.

✓  Yang sebenarnya

Dalam konteks Alkitab, malu adalah realitas sosial dan spiritual yang dapat menimpa seseorang sebagai akibat dari kesalahan.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 109:29

Kita diperbolehkan untuk membawa perasaan sakit hati kepada Tuhan, bahkan keinginan agar keadilan ditegakkan. Namun, kita juga perlu melepaskan keinginan untuk membalas sendiri dan percaya bahwa Tuhan adalah hakim yang adil.

Ya Allah, serahkanlah semua kehinaan dan malu itu kepada musuhku, tetapi tolong aku untuk tetap memaafkan seperti Engkau mengampuniku. Amin.