Daud dicela saat berpuasa

Mazmur 109:25

Ratapan dan Permohonan Pembalasan

Aku menjadi celaan bagi mereka, ketika mereka melihatku, mereka menggeleng-gelengkan kepalanya.

Mazmur 109:25 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 109:25?

Penulis mazmur menggambarkan kondisinya yang sangat lemah, seperti bayangan yang memanjang saat matahari terbenam dan seperti belalang yang mudah diusir. Ini menunjukkan perasaannya yang tidak berdaya dan terhina di hadapan musuh-musuhnya.

Latar belakang

Daud menjadi bahan ejekan

Daud sedang dikejar oleh musuh-musuhnya, dan mereka mengejeknya. Dia merasa seperti orang yang malang dan hina, dan orang-orang menggeleng-gelengkan kepala saat melihatnya, sebagai tanda cemoohan.

Di mana

Yerusalem

Dalam doa, mungkin di kemah suci

Kapan

~1000 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pengurapan Daud sebagai raja
Kematian Saul
Kamu di sini
D

Yang berbicara

Daud

Raja Israel, pemazmur, sedang dikejar musuh

T

Kepada

TUHAN

Allah Israel, yang setia pada perjanjian

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חֶרְפָּה

cherpah · celaan

noda, aib, atau penghinaan yang melekat pada seseorang

רָאָה

ra'ah · melihat

memandang, mengamati, atau memperhatikan

נוּעַ

nua' · menggeleng-gelengkan

menggerakkan kepala, bergoyang, atau terombang-ambing

Kata 'celaan' menunjuk pada aib yang dalam, dan tindakan menggeleng-gelengkan kepala adalah simbol penghinaan publik. Ini menunjukkan betapa dalamnya penderitaan Daud secara sosial dan emosional.

Tahukah kamu

Geleng kepala sebagai ejekan

Dalam budaya Timur Tengah kuno, menggelengkan kepala adalah isyarat penghinaan dan ejekan, bukan sekadar tanda tidak setuju.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 109:25

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 109:25

✕  Sering dikira

Daud hanya merasa sedih karena penampilannya yang kurus.

✓  Yang sebenarnya

Daud mengutip ejekan musuh sebagai tanda penolakan dan penderitaan yang dia alami.

✕  Sering dikira

Menggeleng-gelengkan kepala adalah tanda simpati.

✓  Yang sebenarnya

Dalam konteks ini, itu adalah isyarat cemoohan dan penghinaan.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 109:25

Saat kita merasa lemah dan diremehkan, kita bisa jujur mengakui keterbatasan kita di hadapan Allah. Dia tidak pernah meremehkan kita, tetapi justru dekat dengan orang yang hancur hati.

Tuhan, saat aku merasa lemah seperti bayangan yang memanjang, ingatkanlah aku bahwa Engkau adalah kekuatanku. Amin.