Kutuk yang Dicintai

Mazmur 109:17

Doa Terhadap Musuh yang Jahat

Dia mencintai kutuk, biarlah itu menimpa atasnya; dia tidak menyukai berkat sehingga itu menjauh.

Mazmur 109:17 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 109:17?

Pemazmur mengatakan bahwa musuhnya mencintai kutuk dan tidak menyukai berkat, sehingga kutuk itu akan menimpanya dan berkat menjauh darinya. Ini seperti hukum tabur tuai, di mana apa yang kita tanam akan kita tuai.

Latar belakang

Menuai Apa yang Ditabur

Daud menyatakan bahwa karena musuhnya mencintai kutuk, maka kutuk akan menimpanya. Sebaliknya, dia tidak menyukai berkat, sehingga berkat itu menjauh darinya. Ini adalah prinsip ganjaran yang setimpal.

Di mana

Yerusalem

Di tempat pengungsian atau di bait suci

Kapan

~1000 SM

Kerajaan Bersatu Israel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pengangkatan Daud sebagai raja
Pemberontakan Absalom
Kamu di sini
D

Yang berbicara

Daud

Raja dan pemazmur Israel, ~50 tahun, sedang dikejar musuh

T

Kepada

TUHAN (Yahweh)

Allah Israel, yang diyakini mendengar doa

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

קְלָלָה

qelalah · kutuk

kutukan, sesuatu yang mendatangkan celaka

בְּרָכָה

berakah · berkat

berkat, kebaikan yang diberikan Allah

רָחַק

rachaq · menjauh

menjauh, pergi dari dekat

Tiga kata ini menunjukkan hukum tabur tuai: siapa yang mencintai qelalah akan menuai qelalah, dan yang menolak berakah akan kehilangan berakah. Ini adalah prinsip rohani yang serius.

Tahukah kamu

Kata 'cinta' di sini

Dalam bahasa Ibrani, kata 'mencintai' (ahab) di sini berarti menginginkan dengan sungguh-sungguh, bukan sekadar perasaan. Musuh secara aktif menginginkan hal-hal yang membawa kutuk.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 109:17

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 109:17

✕  Sering dikira

Menganggap doa ini mengajarkan kita untuk mengutuk musuh.

✓  Yang sebenarnya

Daud tidak menyuruh kita mengutuk; dia sedang menggambarkan konsekuensi alami dari kejahatan, dan menyerahkan pembalasan kepada Allah.

✕  Sering dikira

Menyangka kutuk hanya terjadi karena perkataan orang lain.

✓  Yang sebenarnya

Kutuk di sini adalah akibat perbuatan sendiri, bukan karena mantra atau ucapan orang lain.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 109:17

Kita perlu memperhatikan sikap hati kita: apakah kita lebih suka mengutuk atau memberkati? Dengan memilih untuk mengucapkan kata-kata berkat, kita membuka pintu bagi berkat Allah dalam hidup kita dan orang lain.

Tuhan, ubahlah hatiku agar aku senantiasa mengucapkan kata-kata berkat, bukan kutuk, dan memancarkan kasih-Mu dalam setiap perkataanku. Amin.