Jijik terhadap makanan di ambang maut
Mazmur 107:18
Empat gambaran kasih setia TUHAN
PerikopJilid 5<br/>(Mazmur 107-150)<br/>Nyanyian Syukur dari Orang-Orang yang Ditebus TUHAN · Mazmur 107:1-43 →“Jiwa mereka jijik terhadap segala makanan, dan mereka mendekati pintu-pintu gerbang kematian.”Mazmur 107:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“mereka muak terhadap segala makanan dan mereka sudah sampai pada pintu gerbang maut.”Mazmur 107:18 · TB
Terjemahan Baru
“Mereka muak terhadap segala makanan, ajal mereka sudah dekat.”Mazmur 107:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Their soul abhorreth all manner of meat; and they draw near unto the gates of death.”Mazmur 107:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Mazmur 107:18?
Ayat ini menggambarkan kondisi orang yang tertindas oleh karena kesalahan mereka: mereka kehilangan selera makan dan mendekati maut. Ini melukiskan keputusasaan dan kehancuran yang diakibatkan oleh dosa, namun juga menjadi awal seruan mereka kepada Tuhan.
Latar belakang
Puncak keputusasaan fisik dan rohani
Kondisi ini melukiskan orang-orang yang begitu sakit atau tertekan sehingga mereka tidak mau makan, dan mereka berada di ambang kematian. Ini adalah gambaran ekstrem dari akibat dosa dan penderitaan.
Di mana
Yerusalem
Di bait suci atau tempat ibadah
Kapan
~950 SM
Kerajaan bersatu
Yang berbicara
Pemazmur
Penyair Israel, ~950 SM
Kepada
Umat Israel
Orang-orang yang ditebus TUHAN
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תָּעַב
ta'av · jijik
merasa muak, membenci, menganggap menjijikkan
אֹכֶל
okhel · makanan
makanan, roti, apa yang dimakan
שַׁעַר
sha'ar · gerbang kematian
gerbang, pintu gerbang, tempat masuk
Kata 'ta'av' (jijik) menunjukkan keadaan yang sangat serius: mereka menolak makanan yang adalah anugerah kehidupan, dan 'gerbang kematian' adalah metafora untuk ambang maut.
Tahukah kamu
Makanan sebagai simbol kehidupan
Dalam budaya Alkitab, makan bersama melambangkan persekutuan dan berkat; tidak mau makan berarti menolak kehidupan dan kasih karunia.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 107:18
Ayub 33:20
Gambaran serupa
“Makanannya menjadi muak baginya, dan nyawanya menolak makanan yang lezat.”
Mazmur 107:9
Kontras pemulihan
“Sebab Ia memuaskan jiwa yang haus, dan jiwa yang lapar dipenuhi-Nya dengan kebaikan.”
Ratapan 4:9
Konteks kelaparan
“Orang yang mati karena pedang lebih berbahagia daripada orang yang mati karena kelaparan, karena yang ini merana dan mati karena tidak ada hasil ladang.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Mazmur 107:18
✕ Sering dikira
Menganggap ini hanya tentang penyakit fisik.
✓ Yang sebenarnya
Ini juga gambaran rohani: dosa membuat jiwa muak terhadap 'makanan' rohani, yaitu firman TUHAN.
✕ Sering dikira
Mengira semua orang yang sakit jiwa adalah orang yang berdosa.
✓ Yang sebenarnya
Mazmur ini menekankan kasih setia TUHAN yang menyelamatkan, bukan menghakimi secara individual.
Renungan
Renungan Singkat Mazmur 107:18
Dosa dapat membawa kita ke titik jenuh dan putus asa, bahkan secara fisik. Ketika kita berada di titik terendah, jangan putus asa; seruan kita kepada Tuhan justru menjadi jalan keluar, karena Dia mendengar dan menyelamatkan kita dari kematian.
Tuhan, jika aku berada dalam kehancuran karena dosa, tariklah aku keluar. Pulihkanlah jiwaku dan jauhkanlah aku dari pintu kematian. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyelamatkanku. Amin.