Lupa di Laut Teberau

Mazmur 106:7

Mengakui Dosa dan Menyadari Kasih Setia Tuhan

Nenek moyang kami, ketika mereka di Mesir, tidak memahami perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib; mereka tidak ingat akan limpahan kasih setia-Mu, sebaliknya, mereka memberontak di tepi Laut Teberau.

Mazmur 106:7 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 106:7?

Nenek moyang Israel di Mesir tidak memahami mukjizat Tuhan dan melupakan kasih setia-Nya, lalu memberontak di Laut Teberau. Ini menunjukkan bahwa manusia cepat lupa akan kebaikan Tuhan dan sering tidak percaya pada pemeliharaan-Nya, meskipun telah melihat kuasa-Nya.

Latar belakang

Mengenang Pemberontakan di Laut Teberau

Pemazmur mengakui bahwa nenek moyang Israel tidak memahami mujizat Tuhan di Mesir dan tidak mengingat kasih setia-Nya. Akibatnya, mereka memberontak di tepi Laut Teberau, padahal Tuhan baru saja melepaskan mereka.

Di mana

Yerusalem

Di Bait Suci, saat ibadah

Kapan

~1000 SM

Kerajaan Israel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keluaran dari Mesir
Memasuki Kanaan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pemazmur

Penyembah Israel yang mengajar umat lewat nyanyian.

U

Kepada

Umat Israel

Bangsa pilihan Tuhan yang sering melupakan karya-Nya.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

לֹא הִשְׂכִּילוּ

lo hiskilu · tidak memahami

tidak mengerti, tidak memperhatikan dengan bijak

לֹא זָכְרוּ

lo zakhru · tidak ingat

tidak mengingat, tidak memperhatikan

וַיַּמְרוּ

vayamru · memberontak

memberontak, menjadi pahit, tidak taat

Kata 'tidak memahami' dan 'tidak ingat' menunjukkan akar masalah: kurangnya penghayatan akan karya Tuhan. Akibatnya, mereka memberontak—bukan karena tidak tahu, tetapi karena tidak merenungkan kasih setia Tuhan.

Tahukah kamu

Laut Teberau

Laut Teberau dalam bahasa Ibrani adalah Yam Suf, yang bisa berarti 'Laut Buluh' atau 'Laut Ujung'. Identitas pastinya masih diperdebatkan, tetapi biasanya dikaitkan dengan Laut Merah atau danau di sekitarnya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 106:7

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 106:7

✕  Sering dikira

Menganggap pemberontakan hanya terjadi sekali dan tidak relevan bagi kita.

✓  Yang sebenarnya

Pemberontakan ini menjadi peringatan agar kita tidak mengulangi pola yang sama: melupakan kasih setia Tuhan.

✕  Sering dikira

Menyalahkan nenek moyang seolah kita lebih baik.

✓  Yang sebenarnya

Pemazmur berkata 'kami telah berdosa seperti nenek moyang kami' (ayat 6), menunjukkan bahwa kita juga bisa melakukan hal yang sama.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 106:7

Kita sering mengulangi kesalahan yang sama: cepat melupakan berkat Tuhan saat menghadapi masalah. Cobalah untuk mengingat kebaikan Tuhan di masa lalu sebelum bersungut-sungut, agar iman kita tetap kuat.

Tuhan, ampunilah kami yang sering memberontak dan melupakan kasih setia-Mu; ajarlah kami untuk selalu mengingat perbuatan-Mu yang ajaib. Amin.