Yesus bangun, angin dan danau taat
Matius 8:26
Mujizat-Mujizat di Galilea
“Dan, Dia berkata kepada mereka, “Mengapa kamu takut, hai kamu yang kurang beriman?” Lalu, Dia berdiri dan menghardik angin serta danau itu, lalu menjadi tenang sekali.”Matius 8:26 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus Matius 8.27–32 36 menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.”Matius 8:26 · TB
Terjemahan Baru
“"Mengapa kalian takut?" kata Yesus. "Kalian kurang percaya kepada-Ku!" Kemudian Yesus berdiri dan membentak angin dan danau itu. Lalu danau menjadi sangat tenang.”Matius 8:26 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jawab Yesus, “Kenapa kalian begitu takut? Kalian kurang yakin kepada-Ku!” Lalu Dia berdiri dan memerintahkan angin badai dan ombak itu untuk berhenti. Maka angin pun berhenti dan danau menjadi tenang sekali.”Matius 8:26 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he saith unto them, Why are ye fearful, O ye of little faith? Then he arose, and rebuked the winds and the sea; and there was a great calm.”Matius 8:26 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 8:26?
Yesus menenangkan angin dan danau dengan satu kata, menunjukkan kuasa-Nya atas alam. Pertanyaan-Nya, 'Mengapa kamu takut?' menantang murid-murid untuk percaya bahwa iman kepada-Nya seharusnya mengalahkan ketakutan.
Latar belakang
Ditegur dulu, baru badai diredakan
Yesus melakukan hal yang tidak terduga: sebelum meredakan badai, Dia lebih dulu menegur murid-murid-Nya. 'Mengapa kamu takut, hai kamu yang kurang beriman?' Baru setelah itu Dia berdiri, menghardik angin dan danau, dan semuanya menjadi tenang. Urutan ini disengaja — pelajaran tentang iman lebih penting dari demonstrasi kuasa.
Di mana
Danau Galilea, di tengah danau
Di atas perahu · badai baru saja diredakan
Kapan
~28 M
Pelayanan awal di Galilea
Yang berbicara
Yesus
Rabi dari Nazaret, ~30 tahun
Kepada
Murid-murid Yesus
Kelompok inti pengikut yang ketakutan di perahu
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ὀλιγόπιστοι
oligópistoi · kurang beriman
Orang-orang yang imannya kecil/sedikit — gabungan olígos (sedikit) dan pístis (iman); istilah khas Matius yang muncul beberapa kali.
ἐπετίμησεν
epetímēsen · menghardik
Aorist dari epitimáō — menegur dengan otoritas, menghardik; kata yang sama dipakai saat mengusir roh jahat.
γαλήνη μεγάλη
galḗnē megálē · tenang sekali
Ketenangan besar — kontras langsung dengan seismòs mégas (badai besar) di ayat 24; dari ekstrem ke ekstrem.
Yesus menyebut mereka oligópistoi (iman kecil) sebelum epetímēsen (menghardik) badai menjadi galḗnē megálē (tenang besar). Urutan ini mengajarkan: kurangnya iman adalah masalah yang lebih mendesak dari badai itu sendiri.
Tahukah kamu
Menghardik angin dan ombak
Kata 'menghardik' (epetímēsen) dalam konteks pengusiran roh jahat juga sering dipakai Yesus. Beberapa penafsir melihat ini sebagai indikasi bahwa badai ini mungkin ada dimensi rohaninya — bukan hanya fenomena alam biasa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 8:26
Matius 14:31
Yesus menegur kurang percaya
“Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”
Mazmur 89:9
Allah yang meredakan laut
“Engkaulah yang menguasai kecongkakan laut; waktu ombaknya bergulung-gulung, Engkaulah yang meredakannya.”
Ayub 38:11
Allah membatasi laut
“Dan berfirman: Sampai di sini boleh engkau datang, jangan lebih jauh; di sinilah gelombang-gelombangmu yang congkak akan terhenti.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 8:26
✕ Sering dikira
Yesus marah kepada murid-murid-Nya
✓ Yang sebenarnya
Menegur (epitimáō dalam konteks pengajaran) adalah tindakan seorang guru yang peduli, bukan kemarahan yang emosional.
✕ Sering dikira
Mujizat ini membuktikan Yesus mengendalikan cuaca seperti dewa cuaca
✓ Yang sebenarnya
Matius menghubungkan ini dengan Mazmur tentang TUHAN yang menguasai laut — bukan gambaran dewa alam, tapi pencipta yang berkuasa atas ciptaan-Nya.
Renungan
Renungan Singkat Matius 8:26
Kuasa Yesus atas badai fisik juga berlaku atas badai emosi dan masalah hidup. Saat kamu merasa takut, ingatlah bahwa Dia yang memerintah alam semesta juga memegang kendali atas hidupmu.
Ya Tuhan, kuatkan imanku agar aku tidak takut menghadapi badai, sebab Engkau selalu bersamaku. Amin.