Naik ke perahu menuju seberang
Matius 8:23-27
Yesus Meredakan Badai
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Murid-murid yang berani ikut
Setelah dua percakapan tentang biaya mengikut Yesus, sekarang tindakan nyata: murid-murid naik ke perahu dan mengikuti. Kata 'mengikuti' di sini dipakai Matius dengan penuh makna — ini bukan sekadar naik perahu yang sama, ini pilihan aktif untuk terus bersama Yesus apapun yang akan terjadi.
Di mana
Tepi Barat Danau Galilea
Di atas perahu · baru berangkat
Kapan
~28 M
Pelayanan awal di Galilea
Yang berbicara
Narator (Matius)
Bekas pemungut pajak, murid Yesus
Kepada
Pembaca Injil Matius
Komunitas Yahudi-Kristen abad pertama
Arti tiap ayat
Penjelasan Matius 8:23-27 Ayat per Ayat
Matius 8:23
Yesus naik ke perahu dan murid-murid-Nya mengikuti Dia. Ini menggambarkan ketaatan mereka untuk mengikuti Yesus, meskipun mereka tidak tahu apa yang akan terjadi. Perjalanan ini menjadi latar bagi mujizat menenangkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 8:24
Saat Yesus tidur di perahu, badai besar melanda dan perahu hampir tenggelam. Ini menunjukkan kemanusiaan Yesus yang lelah, tetapi juga kedaulatan-Nya, karena Dia mampu menenangkan badai hanya dengan perkataan.…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 8:25
Di ayat ini, murid-murid Yesus membangunkan-Nya saat badai mengancam, berteriak minta diselamatkan. Ini menunjukkan ketakutan mereka meskipun Yesus ada bersama mereka, dan juga menggambarkan krisis iman saat menghadapi…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 8:26
Yesus menenangkan angin dan danau dengan satu kata, menunjukkan kuasa-Nya atas alam. Pertanyaan-Nya, 'Mengapa kamu takut?' menantang murid-murid untuk percaya bahwa iman kepada-Nya seharusnya mengalahkan ketakutan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 8:27
Orang-orang yang menyaksikan mujizat itu heran dan bertanya, 'Orang macam apakah Dia ini?' Ini mengungkapkan kebingungan dan kekaguman mereka terhadap kuasa Yesus yang melampaui manusia biasa.
Arti lengkap, studi kata & renungan →