Mata ganti mata — hukum pembalasan kuno
Matius 5:38-42
Mengenai Pembalasan
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Lex talionis — hukum yang sebenarnya membatasi pembalasan
Hukum 'mata ganti mata' (lex talionis) dalam Taurat (Keluaran 21:24, Imamat 24:20) sebenarnya adalah kemajuan hukum besar — membatasi pembalasan agar tidak berlebihan. Jika seseorang melukai matamu, kamu boleh menuntut setara, tidak lebih. Tapi Yesus akan melampaui logika pembalasan itu sendiri.
Di mana
Bukit di dekat Kapernaum, Galilea
Lereng bukit di Galilea
Kapan
~30 M
Awal pelayanan Yesus di Galilea
Yang berbicara
Yesus
Rabi dari Nazaret, sedang mengajar di bukit
Kepada
Murid-murid dan orang banyak
pendengar yang tahu hukum lex talionis dari Taurat
Arti tiap ayat
Penjelasan Matius 5:38-42 Ayat per Ayat
Matius 5:38
Ayat ini mengutip hukum lama 'mata ganti mata, gigi ganti gigi' yang membatasi pembalasan. Yesus kemudian mengajarkan untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Ini menekankan pengampunan dan mengalah, bukan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 5:39
Yesus mengajarkan untuk tidak melawan orang jahat dengan cara yang sama. Jika ditampar pipi kanan, berikan pipi kiri. Ini bukan berarti pasif, tetapi memilih untuk tidak membalas dendam dan menunjukkan kekuatan moral…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 5:40
Ayat ini mengajarkan tentang kerelaan memberi lebih dari yang diminta. Jika seseorang menuntut bajumu, berikan juga jubahmu. Ini menunjukkan sikap murah hati dan tidak mementingkan harta, serta kesediaan untuk…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 5:41
Yesus menggunakan contoh pemaksaan untuk memanggul barang sejauh satu mil. Dia mengajarkan untuk melakukannya dengan sukarela hingga dua mil. Ini mengajarkan kerelaan melampaui kewajiban, memberikan yang terbaik bahkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 5:42
Ayat ini mengajarkan untuk bermurah hati kepada mereka yang meminta dan meminjam, tanpa menghakimi atau menolak. Ini menekankan sikap murah hati dan tidak egois, karena semua yang kita miliki adalah berkat dari Tuhan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →