Ya ya, tidak tidak — selebihnya dari si jahat
Matius 5:37
Khotbah di Bukit: Cara Hidup Kerajaan
“Namun, hendaklah perkataanmu, ya jika ya, tidak jika tidak, karena yang selebihnya dari itu berasal dari si jahat.”Matius 5:37 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.”Matius 5:37 · TB
Terjemahan Baru
“Katakan saja 'Ya' atau 'Tidak' --lebih dari itu datangnya dari si Iblis."”Matius 5:37 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jadi biarlah kamu hanya berkata, ‘Itu benar’ kalau hal itu benar, atau ‘Itu salah’ kalau hal itu salah. Janganlah menambah apa pun untuk menguatkan sumpah atau perjanjianmu, karena apa pun yang kamu tambahkan berasal dari iblis.””Matius 5:37 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But let your communication be, Yea, yea; Nay, nay: for whatsoever is more than these cometh of evil.”Matius 5:37 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 5:37?
Ayat ini mengajarkan agar perkataan kita sederhana dan jujur. Cukup berkata 'ya' atau 'tidak' tanpa perlu bersumpah atau melebih-lebihkan. Ini menekankan pentingnya kejujuran dan integritas dalam komunikasi sehari-hari, sehingga orang lain dapat mempercayai kita tanpa perlu sumpah.
Latar belakang
Standar tertinggi: kata-kata yang langsung bisa dipercaya
Ini kesimpulan dari seluruh bagian tentang sumpah. Dalam Kerajaan Allah, standarnya adalah integritas kata-kata sehari-hari sedemikian rupa sehingga tidak perlu sumpah sama sekali. Ya yang kamu ucapkan harus berarti ya; tidak yang kamu ucapkan harus berarti tidak.
Di mana
Bukit di dekat Kapernaum, Galilea
Lereng bukit di Galilea
Kapan
~30 M
Awal pelayanan Yesus di Galilea
Yang berbicara
Yesus
Rabi dari Nazaret, sedang mengajar di bukit
Kepada
Murid-murid dan orang banyak
pendengar khotbah di bukit
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ναὶ ναί
nai nai · ya jika ya
Ya ya — pengulangan menegaskan; bukan ya biasa, tapi ya yang sungguh-sungguh dan terpercaya.
οὒ οὔ
ou ou · tidak jika tidak
Tidak tidak — pengulangan yang sama; kejujuran yang konsisten dalam penolakan.
τοῦ πονηροῦ
tou ponērou · si jahat
Yang jahat atau kejahatan — merujuk pada Iblis atau pada prinsip kejahatan; sumpah yang berlebihan lahir dari lingkungan yang tidak mempercayai kejujuran.
Nai nai (ya ya) dan ou ou (tidak tidak) adalah standar komunikasi Kerajaan — segala yang lebih dari itu (sumpah berlebihan) adalah tanda bahwa ponēros (kejahatan) sudah merusak kepercayaan.
Tahukah kamu
Komunitas Eseni menggunakan formula serupa
Teks dari Qumran (komunitas Eseni) menunjukkan mereka punya aturan serupa: ya berarti ya, tidak berarti tidak, tanpa sumpah. Ini menunjukkan ada tradisi Yahudi yang memiliki keprihatinan serupa tentang integritas kata-kata.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 5:37
Yakobus 5:12
Yakobus mengulangi persis ajaran Yesus
“...hendaklah 'ya'-mu adalah 'ya' dan 'tidak'-mu adalah 'tidak'...”
2 Korintus 1:17-18
Paulus menggunakan standar yang sama tentang konsistensi kata-kata
“...perkataan kami kepadamu bukan 'ya' dan 'tidak' dalam waktu yang sama...”
Amsal 10:19
kejujuran dalam perkataan
“Di mana banyak bicara, di sana banyak pelanggaran...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 5:37
✕ Sering dikira
'Ayat ini melarang berbicara lebih dari dua kata dalam satu kalimat'
✓ Yang sebenarnya
Yesus tidak membatasi panjang kalimat — ini tentang konsistensi antara apa yang dikatakan dan kenyataan. Ya harus berarti ya, tidak harus berarti tidak — ini tentang integritas, bukan panjang perkataan.
✕ Sering dikira
'Selebihnya dari si jahat berarti segala percakapan panjang adalah jahat'
✓ Yang sebenarnya
Ini merujuk pada kebutuhan sumpah yang berlebihan sebagai gejala dari kepercayaan yang rusak — dalam lingkungan yang jujur, sumpah tidak perlu ada.
Renungan
Renungan Singkat Matius 5:37
Dalam keseharian, kita sering menambah-nambah perkataan agar terlihat meyakinkan. Cobalah untuk berbicara dengan jujur dan apa adanya, tanpa manipulasi. Dengan begitu, kita membangun karakter yang dapat dipercaya dan memuliakan Tuhan.
Tuhan, mampukan aku untuk selalu berkata jujur dan sederhana, sehingga perkataanku menjadi berkat bagi sesama. Amin.