Memandang dengan keinginan sudah berzina di hati
Matius 5:28
Khotbah di Bukit: Cara Hidup Kerajaan
“Akan tetapi, Aku mengatakan kepadamu bahwa setiap orang yang memandangi seorang perempuan dan menginginkannya, ia sudah berzina dengan perempuan itu di dalam hatinya.”Matius 5:28 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.”Matius 5:28 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi sekarang Aku berkata kepadamu: barangsiapa memandang seorang wanita dengan nafsu berahi, orang itu sudah berzinah dengan wanita itu di dalam hatinya.”Matius 5:28 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap laki-laki yang memandang perempuan dengan hawa nafsu dan membayangkan bersetubuh dengannya, meski hanya dalam pikiran, sesungguhnya dia sudah melakukan dosa zina.”Matius 5:28 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But I say unto you, That whosoever looketh on a woman to lust after her hath committed adultery with her already in his heart.”Matius 5:28 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 5:28?
Yesus mengajarkan bahwa memandang perempuan dengan nafsu sudah sama dengan berzina di dalam hati. Ini menekankan bahwa dosa dimulai dari hati dan pikiran. Jadi, menjaga kekudusan bukan hanya soal tindakan, tapi juga soal mengendalikan pikiran dan perasaan.
Latar belakang
Dari tindakan ke keinginan yang dipelihara
Yesus tidak berbicara tentang atraksi spontan yang tidak disengaja — tapi tentang memandang seseorang dengan tujuan aktif menginginkannya. Kata Yunani epithumia (keinginan) bukan sekadar daya tarik sesaat, tapi keinginan yang diizinkan berkembang dan dipelihara.
Di mana
Bukit di dekat Kapernaum, Galilea
Lereng bukit di Galilea utara
Kapan
~30 M
Awal pelayanan Yesus di Galilea
Yang berbicara
Yesus
Rabi dari Nazaret, sedang mengajar di bukit
Kepada
Murid-murid dan orang banyak
pendengar khotbah di bukit
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
βλέπων
blepōn · memandangi
Memandang — participle present yang menunjukkan pandangan yang berkelanjutan dan disengaja, bukan sekilas.
ἐπιθυμῆσαι αὐτήν
epithymēsai autēn · menginginkannya
Menginginkan dengan keinginan yang kuat dan aktif — epithumia adalah keinginan yang dipelihara, bukan sekadar atraksi spontan.
ἐν τῇ καρδίᾳ αὐτοῦ
en tē kardia autou · di dalam hatinya
Di pusat kehendak dan kesadarannya — bukan hanya di pikiran permukaan tapi di tempat pengambilan keputusan.
Blepōn (pandangan berkelanjutan) + epithymēsai (menginginkan aktif) = perzinaan di kardia (hati/pusat kehendak) — masalahnya ada di apa yang diizinkan dipelihara di dalam hati.
Tahukah kamu
Hukum Yahudi sudah melarang keinginan — di perintah kesepuluh
Perintah kesepuluh dalam Dekalog melarang 'mengingini' — dalam bahasa Ibrani hamad, yang mencakup keinginan terhadap milik orang lain termasuk istrinya (Keluaran 20:17). Yesus mengaitkan perzinaan dengan perintah kesepuluh: masalahnya ada di keinginan yang dipelihara.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 5:28
Keluaran 20:17
perintah kesepuluh melarang keinginan
“Jangan mengingini rumah sesamamu, jangan mengingini istrinya...”
Yakobus 1:14-15
alur dari keinginan ke dosa ke maut
“...orang dicobai oleh keinginannya sendiri... keinginan yang berbuat dosa dan dosa itu menghasilkan maut.”
Ayub 31:1
Ayub membuat perjanjian dengan matanya
“Aku telah membuat perjanjian dengan mataku, masakan aku memandang anak dara dengan berahi?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 5:28
✕ Sering dikira
'Setiap kali saya merasa tertarik kepada seseorang, saya sudah berzina dalam hati'
✓ Yang sebenarnya
Yesus berbicara tentang memandang dengan tujuan aktif menginginkan — epithumia adalah keinginan yang dipelihara, bukan atraksi spontan yang tidak disengaja.
✕ Sering dikira
'Ayat ini hanya berlaku untuk pria yang melihat wanita'
✓ Yang sebenarnya
Prinsipnya universal: memelihara keinginan seksual terhadap orang yang bukan pasangan sah adalah masalah hati, berlaku untuk semua orang.
Renungan
Renungan Singkat Matius 5:28
Saat kamu tergoda untuk membiarkan imajinasi atau pandangan yang tidak pantas, segera hentikan. Latih dirimu untuk fokus pada hal-hal yang murni dan membangun. Pikiran yang dijaga akan menjaga hidupmu.
Bapa, tolong aku mengendalikan pikiranku, agar tidak jatuh ke dalam dosa, bahkan dalam hati. Amin.