Jangan menginginkan milik orang lain
Keluaran 20:17
Sepuluh Perintah Allah
“Jangan mengingini rumah sesamamu, jangan mengingini istri sesamamu, hamba laki-lakinya atau perempuan, sapinya, keledainya, atau apa pun yang adalah milik sesamamu.””Keluaran 20:17 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini Keluaran 20.18–22 98 isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."”Keluaran 20:17 · TB
Terjemahan Baru
“Jangan menginginkan kepunyaan orang lain: rumahnya, istrinya, hamba-hambanya, ternaknya, keledainya, atau apa pun yang dimilikinya."”Keluaran 20:17 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jangan mengingini milik orang lain, baik istrinya, rumahnya, hambanya laki-laki atau perempuan, sapi, keledai, maupun segala miliknya yang lain.””Keluaran 20:17 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Thou shalt not covet thy neighbour’s house, thou shalt not covet thy neighbour’s wife, nor his manservant, nor his maidservant, nor his ox, nor his ass, nor any thing that is thy neighbour’s.”Keluaran 20:17 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 20:17?
Perintah ini melarang kita mengingini milik orang lain, seperti rumah, istri, harta, atau apa pun. Ini menyentuh hati dan pikiran kita, karena keinginan yang salah bisa menjadi akar dari dosa-dosa lain seperti pencurian atau perzinahan.
Latar belakang
Perintah kesepuluh: yang paling dalam
Ini satu-satunya perintah yang mengatur bukan tindakan, melainkan isi hati. Tidak ada pengadilan manusia yang bisa mengadili keinginan hati — hanya Allah yang bisa. Dengan menyertakan perintah ini, Dekalog menyatakan bahwa hukum Allah menembus lebih dalam dari hukum mana pun buatan manusia.
Di mana
Gunung Sinai
Gunung suci · perintah terakhir yang mengatur isi hati
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (TUHAN)
Pencipta dan pemberi hukum Israel
Kepada
Bangsa Israel
Bekas budak Mesir di kaki Gunung Sinai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תַּחְמֹד
takhmod · mengingini
Menginginkan dengan berlebihan; dari 'khamad' yang berarti menginginkan atau menyukai — tapi dalam bentuk yang menjadi obsesi dan berpotensi mendorong tindakan jahat
בַּיִת
bayit · rumah
Rumah atau keluarga; dalam Ibrani kuno 'bayit' mencakup seluruh rumah tangga — properti, keluarga, dan status sosial seseorang
כֹּל
kol · apa pun
Segala sesuatu; penutup yang komprehensif — tidak ada celah untuk menginginkan secara berlebihan milik orang lain dalam aspek apa pun
Dekalog diakhiri dengan perintah yang menyentuh hati — menunjukkan bahwa kepatuhan sejati dimulai dari dalam, bukan dari luar.
Tahukah kamu
Rasul Paulus menyebut perintah ini mengungkapkan dosa padanya
Dalam Roma 7:7, Paulus menulis: "Aku tidak tahu apa itu dosa, kalau bukan karena hukum Taurat. Aku tidak tahu apa itu keinginan yang jahat kalau hukum Taurat tidak mengatakan: Jangan mengingini." Perintah ini yang menyadarkan Paulus akan kedalamannya dosa manusia.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 20:17
Roma 7:7
perintah yang mengungkap dosa
“Aku tidak tahu apa itu dosa, kalau bukan karena hukum Taurat. Aku tidak tahu apa itu keinginan yang jahat kalau hukum Taurat tidak mengatakan: Jangan mengingini.”
Lukas 12:15
bahaya keserakahan
“Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan...”
Yakobus 1:14-15
keinginan menghasilkan dosa
“Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 20:17
✕ Sering dikira
Mengingini sesuatu milik orang lain hanya dosa jika berujung pada tindakan
✓ Yang sebenarnya
Perintah ini secara eksplisit melarang keinginan itu sendiri — inilah yang membuat Dekalog jauh melampaui hukum buatan manusia
✕ Sering dikira
Perintah ini melarang semua jenis keinginan
✓ Yang sebenarnya
Yang dilarang adalah keinginan berlebihan terhadap milik orang lain (mengingini 'milik seseorang'), bukan keinginan untuk bekerja dan mendapatkan sesuatu yang baik
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 20:17
Belajar puas dengan apa yang kita miliki adalah kunci kebahagiaan. Daripada iri pada kesuksesan orang lain, bersyukurlah atas berkat Tuhan dalam hidup kita dan fokuslah pada panggilan kita.
Tuhan, ubahlah hatiku agar selalu bersyukur dan tidak iri terhadap milik orang lain, dan puas dengan berkat-Mu. Amin.