Pergi berdamai dulu, baru kembali persembahkan
Matius 5:24
Khotbah di Bukit: Cara Hidup Kerajaan
“tinggalkanlah persembahanmu itu di depan altar dan pergilah untuk terlebih dahulu berdamai dengan saudaramu, setelah itu kembalilah dan persembahkan persembahanmu.”Matius 5:24 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.”Matius 5:24 · TB
Terjemahan Baru
“hendaklah ia meninggalkan dahulu persembahannya itu di depan mezbah, lalu pergi berdamai dengan orang itu. Sesudah itu, dapatlah ia kembali dan mempersembahkan pemberiannya kepada Allah.”Matius 5:24 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“tinggalkanlah persembahanmu itu di depan mezbah. Kemudian pergilah kepada orang itu dan pulihkanlah hubunganmu dengan dia. Sesudah itu barulah berikan persembahanmu kepada Allah.”Matius 5:24 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Leave there thy gift before the altar, and go thy way; first be reconciled to thy brother, and then come and offer thy gift.”Matius 5:24 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 5:24?
Lanjutan dari ayat sebelumnya: prioritasnya adalah berdamai dengan saudara sebelum menyelesaikan ibadah. Tinggalkan persembahanmu di altar dan cari saudaramu untuk berdamai, lalu kembali. Ini menunjukkan bahwa rekonsiliasi lebih penting daripada ritual.
Latar belakang
Urutan yang membongkar prioritas
Yesus memberi urutan yang mengejutkan: (1) tinggalkan persembahan, (2) pergi ke saudaramu, (3) berdamai, (4) kembali dan persembahkan. Ini bukan sekadar etika sosial — ini pernyataan teologis: hubungan antar manusia tidak bisa dipisahkan dari hubungan dengan Tuhan.
Di mana
Bukit di dekat Kapernaum, Galilea
Lereng bukit di Galilea; konteks berbicara tentang Bait Allah Yerusalem
Kapan
~30 M
Awal pelayanan Yesus di Galilea
Yang berbicara
Yesus
Rabi dari Nazaret, sedang mengajar di bukit
Kepada
Murid-murid yang masih beribadah di Bait Allah
pendengar yang akrab dengan praktik persembahan Yahudi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἄφες
aphes · tinggalkanlah
Biarkan, tinggalkan — perintah yang tegas; tidak ada kelonggaran untuk melanjutkan ritual dulu.
διαλλάγηθι
diallygēethi · berdamai
Kata yang khusus untuk rekonsiliasi — lebih dari sekadar perdamaian permukaan; restorasi hubungan yang sesungguhnya.
τότε ἐλθὼν
tote elthōn · kembalilah
'Sesudah itu kembalilah' — ada urutan yang jelas: rekonsiliasi dulu, baru ibadah.
Aphes (tinggalkan) + diallygēethi (rekonsiliasi sejati) + tote elthōn (baru kemudian) — tiga langkah yang menempatkan relasi di atas ritual.
Tahukah kamu
Meninggalkan persembahan di altar tidak biasa
Persembahan di Bait Allah adalah prosesi ritual yang sangat diatur. Meninggalkan persembahan di tengah jalan adalah tindakan yang sangat tidak lazim secara prosedural. Yesus membalikkan hierarki: prosedur ritual bisa menunggu, tapi rekonsiliasi tidak bisa menunggu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 5:24
Mikha 6:6-8
keadilan relasional lebih dari persembahan ritual
“...Apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: berbuat adil, mencintai kesetiaan...”
Hosea 6:6
kasih setia lebih dari ritual korban
“Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan...”
Matius 22:37-39
dua perintah yang tidak bisa dipisahkan
“...Kasihilah Tuhan... dan kasihilah sesamamu manusia...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 5:24
✕ Sering dikira
'Kita harus selalu meminta maaf dulu kepada semua orang sebelum bisa berdoa'
✓ Yang sebenarnya
Yesus berbicara tentang situasi spesifik di mana ada konflik aktif yang diketahui — bukan berarti setiap doa harus didahului resolusi semua konflik yang mungkin ada.
✕ Sering dikira
'Berdamai dengan saudara berarti selalu setuju dengan mereka'
✓ Yang sebenarnya
Diallassō adalah rekonsiliasi yang nyata, bukan sekadar kesepakatan permukaan — bisa mencakup percakapan jujur tentang apa yang salah.
Renungan
Renungan Singkat Matius 5:24
Terkadang kita sibuk beribadah tapi masih menyimpan konflik. Tindakan nyata: beranikan diri untuk minta maaf atau memaafkan. Itu akan membuat ibadahmu lebih berkenan di hadapan Tuhan daripada sekadar persembahan lahiriah.
Bapa, ajarku untuk mengutamakan damai dengan sesama sebelum aku beribadah kepada-Mu. Amin.