Kasihilah Allah dengan segenap hati, jiwa, dan pikiran
Matius 22:37
Undangan yang Ditolak & Pertanyaan Jebakan
“Dan, Yesus berkata kepadanya, “Kamu harus mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap pikiranmu.”Matius 22:37 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.”Matius 22:37 · TB
Terjemahan Baru
“Yesus menjawab, "Cintailah Tuhan Allahmu dengan sepenuh hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan seluruh akalmu.”Matius 22:37 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Yesus menjawab, “‘Kasihilah TUHAN Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap nafas hidupmu, dan dengan segenap akal pikiranmu.’”Matius 22:37 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Jesus said unto him, Thou shalt love the Lord thy God with all thy heart, and with all thy soul, and with all thy mind.”Matius 22:37 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 22:37?
Yesus menjawab pertanyaan tentang perintah terpenting dengan mengutip Ulangan 6:5: mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan pikiran. Ini berarti mengasihi Allah secara total, melibatkan emosi, kehendak, dan intelek. Perintah ini menekankan bahwa kasih kepada Allah adalah dasar dari segala ketaatan, dan bukan sekadar ritual atau aturan lahiriah.
Latar belakang
Jawaban yang berakar pada doa harian Israel
Yesus mengutip Ulangan 6:5, yang merupakan bagian dari Shema — doa yang dihafalkan dan diucapkan setiap Yahudi dua kali sehari, pagi dan malam. Dengan mengutip ini, Yesus tidak memberikan jawaban yang mengejutkan — Ia justru mengingatkan mereka pada sesuatu yang sudah mereka tahu tapi mungkin tidak sungguh-sungguh pahami.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Momen puncak rangkaian debat di hari itu
Kapan
~30 M
Pekan terakhir pelayanan Yesus
Yang berbicara
Yesus
Mengutip Ulangan 6:5 sebagai perintah terbesar
Kepada
Ahli Taurat dan orang banyak
Di Bait Allah, mendengarkan jawaban yang akan mendefinisikan segalanya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀγαπήσεις
mengasihi · love
Future tense yang berfungsi sebagai perintah — kamu HARUS mengasihi, bukan sekadar pilihan
καρδίᾳ
hatimu · heart
Pusat kehendak dan emosi dalam pemikiran Yahudi — bukan sekadar perasaan
διανοίᾳ
pikiranmu · mind
Ditambahkan oleh Yesus atau Septuaginta — kasih yang mencakup kognisi, bukan hanya emosi
Tiga dimensi: hati (kehendak), jiwa (kedalaman keberadaan), pikiran (kognisi). Yesus mendefinisikan kasih kepada Allah sebagai keterlibatan total — bukan hanya perasaan, bukan hanya perilaku, bukan hanya pikiran, tapi semua sekaligus.
Tahukah kamu
Shema adalah inti identitas Yahudi
Shema (Ulangan 6:4-9) dimulai dengan 'Dengar, hai Israel: Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa' dan dilanjutkan dengan perintah mengasihi Allah dengan segenap hati. Ini adalah identitas inti orang Yahudi — mereka memakai teks ini di mezzuzah (kotak pintu) dan tefillin (jimat doa).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 22:37
Ulangan 6:4-5
Sumber kutipan langsung Yesus — bagian dari Shema
“Dengarlah, hai Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa! Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.”
Yohanes 14:15
Kasih sebagai fondasi ketaatan
“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.”
1 Yohanes 4:19
Kasih kita adalah respons terhadap kasih Allah
“Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 22:37
✕ Sering dikira
Hati, jiwa, dan pikiran adalah tiga bagian manusia yang terpisah
✓ Yang sebenarnya
Dalam pemikiran Ibrani, ini bukan tiga bagian yang berbeda tapi tiga cara mengungkapkan keterlibatan total. Kasih kepada Allah harusnya melibatkan seluruh keberadaan kita.
✕ Sering dikira
Perintah ini hanya soal perasaan kasih yang emosional
✓ Yang sebenarnya
Kata ἀγαπήσεις (agape) dalam konteks perintah mengacu pada komitmen kehendak, kesetiaan, dan tindakan — bukan sekadar perasaan romantis.
Renungan
Renungan Singkat Matius 22:37
Coba evaluasi hari-harimu: apakah hatimu, jiwamu, dan pikiranmu benar-benar tertuju pada Tuhan? Mulailah hari dengan menyerahkan pikiran dan perasaanmu kepada-Nya sebelum beraktivitas.
Tuhan, ajarku mengasihi Engkau dengan segenap hatiku, jiwaku, dan pikiranku, sehingga segala yang kulakukan adalah ungkapan kasihku pada-Mu. Amin.