Jangan Uji Allah Sendiri
Matius 4:7
Pencobaan dan Awal Pelayanan Yesus
“Yesus berkata kepadanya, “Sekali lagi, ada tertulis, ‘Kamu jangan mencobai Tuhan Allahmu.’””Matius 4:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"”Matius 4:7 · TB
Terjemahan Baru
“Yesus menjawab, "Tetapi di dalam Alkitab tertulis juga, 'Jangan engkau mencobai Tuhan Allahmu.'"”Matius 4:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jawab Yesus, “Ada juga tertulis,‘Janganlah kamu mencobai TUHAN Allahmu.’””Matius 4:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Jesus said unto him, It is written again, Thou shalt not tempt the Lord thy God.”Matius 4:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 4:7?
Yesus menjawab godaan Iblis dengan mengutip Ulangan 6:16, menegaskan bahwa kita tidak boleh mencobai Tuhan. Ini berarti kita tidak boleh memaksa Tuhan membuktikan kuasa-Nya atau mencoba menguji kesetiaan-Nya, melainkan percaya dan taat kepada-Nya.
Latar belakang
Melawan kutipan dengan kutipan yang lebih tepat
Yesus mengutip Ulangan 6:16 — 'Jangan mencobai Tuhan Allahmu.' Teks aslinya merujuk pada saat Israel di Masa menuntut Allah membuktikan diri-Nya ada. Melompat dari Bait Allah untuk membuktikan Allah melindungi tidak berbeda dari itu. Yesus menolak permainan 'paksa Allah untuk buktikan diri-Nya'.
Di mana
Puncak Bait Allah, Yerusalem
Titik tertinggi kompleks Bait Allah yang menghadap ke lembah
Kapan
~27 M
Akhir cobaan kedua
Yang berbicara
Yesus
Anak Allah yang menolak cobaan kedua dengan Taurat
Kepada
Iblis
Si pencoba yang baru saja menggunakan Mazmur sebagai senjata
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
Πάλιν γέγραπται
Palin gegraptai · again it is written
Sekali lagi tertulis — Yesus konsisten menggunakan otoritas Taurat, bukan pendapat pribadi
οὐκ ἐκπειράσεις
ouk ekpeiraseis · you shall not tempt
Larangan tegas: tidak boleh menguji atau menantang Allah untuk membuktikan diri-Nya
Κύριον τὸν Θεόν σου
Kyrion ton Theon sou · Lord your God
Tuhan Allahmu — form perjanjian yang menegaskan hubungan personal dan otoritas-Nya yang mutlak
Yesus tidak pernah merasa perlu membuktikan status-Nya dengan cara yang Iblis tentukan. Dia tahu identitas-Nya dan hubungan-Nya dengan Bapa — tidak perlu diuji lewat mujizat sensasional.
Tahukah kamu
Masa — nama tempat di Alkitab yang artinya 'pencobaan'
Ulangan 6:16 merujuk pada Keluaran 17:7 di mana Israel berkata 'Apakah Tuhan ada di tengah-tengah kita atau tidak?' Tempat itu dinamai Masa. Yesus sadar referensi ini — dan Dia menolak mengulang kesalahan Israel yang sama.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 4:7
Ulangan 6:16
Kutipan langsung yang Yesus pakai untuk menjawab cobaan kedua
“Janganlah kamu mencobai TUHAN, Allahmu, seperti kamu mencobai Dia di Masa.”
Keluaran 17:7
Latar belakang sejarah dari larangan yang Yesus kutip
“Tempat itu dinamai Masa dan Meriba, karena orang Israel telah bertengkar dan karena mereka telah mencobai TUHAN dengan berkata: Apakah TUHAN ada di tengah-tengah kita atau tidak?”
1 Korintus 10:9
Paulus mengingatkan jemaat dengan peristiwa yang sama
“Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 4:7
✕ Sering dikira
'Yesus tidak mau lompat karena Dia takut jatuh'
✓ Yang sebenarnya
Yesus menolak karena prinsip: tidak ada yang boleh memaksa Allah untuk membuktikan diri-Nya, termasuk melalui tindakan yang terlihat 'percaya'
✕ Sering dikira
'Ini berarti kita tidak boleh berdoa minta mujizat'
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini berbicara tentang menguji Allah dengan sengaja memaksakan situasi berbahaya lalu menuntut pertolongan-Nya. Doa permohonan mujizat beda konteks sepenuhnya
Renungan
Renungan Singkat Matius 4:7
Saat menghadapi situasi sulit, jangan mencoba memaksa Tuhan bertindak sesuai keinginan kita. Sebaliknya, belajarlah percaya dan taat pada firman-Nya, karena itulah cara menunjukkan iman yang benar.
Tuhan, ajari aku untuk tidak mencobai Engkau, melainkan percaya dan taat pada kehendak-Mu dalam setiap keadaan. Amin.