Yesus berseru keras dan menyerahkan Roh-Nya
Matius 27:50
Hari Paling Gelap dalam Sejarah
“Dan, Yesus berseru sekali lagi dengan suara keras dan menyerahkan Roh-Nya.”Matius 27:50 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.”Matius 27:50 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian Yesus berteriak lagi dengan suara keras, lalu menghembuskan napas-Nya yang penghabisan.”Matius 27:50 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian Yesus berteriak dengan suara keras lalu menghembuskan nafas terakhir.”Matius 27:50 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Jesus, when he had cried again with a loud voice, yielded up the ghost.”Matius 27:50 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 27:50?
Ayat ini mencatat kematian Yesus di kayu salib. Setelah berseru dengan suara keras, Yesus menyerahkan roh-Nya, menunjukkan bahwa kematian-Nya adalah tindakan sukarela dan penyerahan diri kepada Bapa.
Latar belakang
Kematian yang aktif, bukan pasif
Matius menggunakan kata yang sangat spesifik: Yesus 'menyerahkan Roh-Nya' (aphēken to pneuma) — bukan 'Roh-Nya pergi' atau 'Ia meninggal'. Ini adalah tindakan aktif. Seruan keras sebelum kematian juga tidak biasa — orang yang sekarat akibat penyaliban biasanya kehabisan tenaga untuk berteriak. Ini menunjukkan Yesus mati dalam kondisi masih memiliki kendali.
Di mana
Golgota, Yerusalem
Di salib, saat kematian Yesus
Kapan
~30 M
Sengsara — momen kematian Yesus
Yang berbicara
Matius (narator)
Murid Yesus, mantan pemungut cukai
Kepada
Pembaca Injil Matius
Komunitas Yahudi-Kristen abad pertama
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
κράξας φωνῇ μεγάλῃ
kraxas phōnē megalē · cried out again
berseru dengan suara keras — ekspresi aktif dan penuh tenaga
ἀφῆκεν
aphēken · yielded up
menyerahkan, melepaskan — tindakan sukarela bukan kekalahan
πνεῦμα
pneuma · spirit
roh, napas, elemen kehidupan yang ilahi
Kata aphēken ('menyerahkan') adalah tindakan sukarela — Yesus tidak kehilangan Roh-Nya, Ia melepaskannya. Ini konsisten dengan pernyataan-Nya di Yoh 10:18: 'Tidak seorang pun mengambilnya dari-Ku — Aku memberikannya dengan sukarela.'
Tahukah kamu
Penyaliban biasanya membunuh karena asphyxia
Dalam penyaliban, orang tidak bisa bernapas kecuali mendorong tubuh ke atas dengan kaki. Berteriak membutuhkan paru-paru yang kuat. Yesus berseru keras tepat sebelum mati — artinya kondisi fisiknya tidak selemah yang diharapkan para pelaksana eksekusi, meski sudah dicambuk keras.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 27:50
Yohanes 10:18
Yesus sendiri menyatakan kematian-Nya adalah sukarela
“Tidak seorang pun mengambilnya dari-Ku, melainkan Aku memberikannya dengan sukarela...inilah tugas yang Aku terima dari Bapa-Ku.”
Lukas 23:46
Lukas mencatat kata-kata terakhir Yesus saat menyerahkan Roh
“Yesus berseru dengan suara nyaring: Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.”
Yesaya 53:12
Nubuat tentang Hamba yang menyerahkan nyawa
“Sebab ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 27:50
✕ Sering dikira
'Yesus mati karena tubuh-Nya kehabisan kekuatan'
✓ Yang sebenarnya
Matius menekankan kematian Yesus sebagai tindakan aktif — berseru keras, lalu menyerahkan Roh. Ini bukan kelelahan pasif.
✕ Sering dikira
'Menyerahkan Roh artinya Roh Kudus meninggalkan Yesus'
✓ Yang sebenarnya
Pneuma di sini merujuk pada nyawa/roh Yesus sendiri, bukan Roh Kudus.
Renungan
Renungan Singkat Matius 27:50
Kematian Yesus adalah bukti kasih-Nya yang sempurna bagi kita. Kita dipanggil untuk meneladani ketaatan dan penyerahan total kepada kehendak Allah dalam hidup kita.
Tuhan, terima kasih untuk pengorbanan Kristus. Ajar aku untuk menyerahkan hidupku sepenuhnya kepada kehendak-Mu. Amin.