Seorang memberikan anggur asam kepada Yesus
Matius 27:48
Hari Paling Gelap dalam Sejarah
“Tiba-tiba, satu dari mereka berlari, dan mengambil bunga karang, membasahinya dengan anggur asam, dan mengikatkannya pada sebuah buluh, dan memberikannya kepada Yesus untuk diminum.”Matius 27:48 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. Matius 27.49–55 161”Matius 27:48 · TB
Terjemahan Baru
“Seorang dari mereka cepat-cepat pergi mengambil bunga karang, dan mencelupkannya ke dalam anggur asam. Kemudian ia mencucukkannya pada ujung sebatang kayu, dan mengulurkannya ke bibir Yesus.”Matius 27:48 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Salah seorang dari mereka segera berlari mengambil sepotong spons dan memasangnya pada ujung sebatang bambu kecil. Dia mencelupkan spons itu ke dalam anggur asam lalu memberikannya ke mulut Yesus supaya diminum-Nya.”Matius 27:48 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And straightway one of them ran, and took a spunge, and filled it with vinegar, and put it on a reed, and gave him to drink.”Matius 27:48 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 27:48?
Salah seorang memberi Yesus anggur asam dengan bunga karang di ujung buluh untuk diminum. Ini dilakukan untuk meringankan dahaga-Nya, namun sebagian orang mengira mereka menunggu Elia datang menyelamatkan-Nya.
Latar belakang
Tindakan belas kasih atau ejekan?
Seorang berlari mengambil bunga karang dan mencelupkannya ke anggur asam (oxos — cuka anggur yang murah, minuman tentara) lalu memberikannya kepada Yesus. Para sarjana terbagi: apakah ini tindakan belas kasih untuk menghilangkan dahaga, atau tindakan ejekan untuk memperpanjang penderitaan? Konteks ayat 49 menunjukkan yang lain menginginkan Yesus tidak mati dulu agar menunggu Elia.
Di mana
Golgota, Yerusalem
Di dekat salib Yesus, tindakan berlangsung cepat
Kapan
~30 M
Sengsara — menjelang kematian Yesus
Yang berbicara
Matius (narator)
Murid Yesus, mantan pemungut cukai
Kepada
Pembaca Injil Matius
Komunitas Yahudi-Kristen abad pertama
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
σπόγγον
spongon · sponge
bunga karang laut, dipakai untuk menyerap cairan
ὄξους
oxous · vinegar
anggur asam/cuka encer — minuman murah tentara Romawi
καλάμῳ
kalamō · hyssop
buluh — tiang untuk mengangkat bunga karang ke mulut orang tersalib
Penggunaan 'buluh' (kalamos) untuk mengangkat bunga karang menunjukkan Yesus tersalib pada ketinggian yang tidak dapat dijangkau tangan — sekitar 1-2 meter dari tanah.
Tahukah kamu
Oxos adalah minuman sehari-hari tentara Romawi
Oxos (anggur cuka encer) adalah minuman yang selalu dibawa tentara Romawi — murah, tahan lama, dan menyegarkan. Para tentara di Golgota pasti punya persediaan ini. Bukan minuman mewah, tapi minuman yang mengobati dahaga.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 27:48
Mazmur 69:21
Nubuat pemberian cuka kepada yang menderita
“Mereka memberi aku makan racun dan untuk memuaskan dahagaku mereka memberi aku minum cuka.”
Yohanes 19:28-30
Yohanes mencatat Yesus minum dan kemudian menyatakan 'sudah selesai'
“Yesus berkata: Aku haus...mereka menyodorkan kepada-Nya bunga karang...sesudah meminum anggur asam itu, Ia bersabda: Sudah selesai.”
Keluaran 12:22
Hisop/buluh dipakai dalam ritual darah Paskah — paralel dengan saat Anak Domba Paskah mati
“Ambillah sesisir hisop dan celupkanlah ke dalam darah yang ada dalam bejana.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 27:48
✕ Sering dikira
'Ini sama dengan anggur bercampur empedu yang ditolak Yesus tadi'
✓ Yang sebenarnya
Berbeda. Sebelumnya (ay. 34): anggur + empedu untuk menumpulkan rasa sakit — Yesus menolak. Sekarang: cuka encer untuk menghilangkan dahaga — mungkin Yesus menerimanya (Yoh 19:30).
✕ Sering dikira
'Ini tindakan jahat yang memperparah penderitaan Yesus'
✓ Yang sebenarnya
Tidak ada bukti kuat itu. Oxos (cuka encer) adalah minuman yang memang dipakai untuk mengatasi dehidrasi.
Renungan
Renungan Singkat Matius 27:48
Tindakan kecil seperti memberi minum bisa menjadi wujud kasih. Kita bisa peka terhadap kebutuhan orang lain di sekitar kita, bahkan saat kita sendiri dalam kesulitan.
Ya Yesus, ajari aku untuk peka dan mau menolong sesama, sekecil apa pun bantuanku. Amin.