Eli Eli lama sabakhtani — seruan paling menyayat hati

Matius 27:46

Hari Paling Gelap dalam Sejarah

Kira-kira, pada jam kesembilan, Yesus berseru dengan suara keras, kata-Nya, “Eli, Eli, lama sabakhtani?” yang artinya, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

Matius 27:46 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Matius 27:46?

Ini adalah seruan Yesus di kayu salib: 'Eli, Eli, lama sabakhtani?' yang berarti 'Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?' Ini menunjukkan penderitaan rohani yang Yesus alami karena menanggung dosa manusia, sehingga terpisah dari Bapa.

Latar belakang

Seruan yang membingungkan semua teolog

Ini adalah kata-kata paling menusuk dan paling banyak dibahas dalam seluruh PB. Yesus berseru dalam bahasa Aram, mengutip Mazmur 22:1: 'Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?' Ini adalah seruan keterasingan — perasaan ditinggalkan Allah. Para teolog berdebat: apakah ini pengabaian nyata atau perasaan subjektif? Satu hal pasti: Yesus menanggung sesuatu yang sangat gelap.

Di mana

Golgota, Yerusalem

Di salib, pada jam kesembilan — setelah tiga jam kegelapan

Kapan

~30 M

Sengsara — jam kesembilan, puncak penderitaan rohani

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Tiga jam kegelapan meliputi bumi
Orang-orang menyangka Yesus memanggil Elia
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesus

Anak Allah di jam paling gelap penyaliban-Nya

S

Kepada

Semua yang ada di sekitar salib

Tentara, perempuan-perempuan, dan orang lain di Golgota

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

Ἠλί ἠλί

Eli eli · My God, My God

Allah-ku Allah-ku — sapaan personal ganda yang sangat intim

λεμὰ σαβαχθάνι

lema sabachthani · why hast thou forsaken me

dari Aram: mengapa kamu meninggalkan aku (dari Mazmur 22:1)

ἐγκατέλιπές

enkatelipes · forsaken

meninggalkan, mengabaikan, membiarkan sendirian

Meskipun berisi pertanyaan 'mengapa', seruan ini tetap menyebut 'Allah-ku' — Yesus tidak melepas kepercayaan-Nya kepada Bapa bahkan dalam keterasingan yang paling dalam.

Tahukah kamu

Bahasa Aram dalam kisah berbahasa Yunani

Matius menulis dalam bahasa Yunani tapi di sini mempertahankan kata-kata Aram asli Yesus (Eli Eli lama sabakhtani) lalu menerjemahkannya. Ini menunjukkan keaslian catatan — sumber langsung masih ingat kata-kata persisnya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Matius 27:46

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Matius 27:46

✕  Sering dikira

'Seruan ini membuktikan Yesus menyerah dan kehilangan iman kepada Allah'

✓  Yang sebenarnya

Mazmur 22 yang dikutip Yesus berakhir dengan keyakinan (ay. 24-31). Dengan memulai Mazmur ini, Yesus menunjuk pada keseluruhan teks termasuk kemenangannya.

✕  Sering dikira

'Seruan ini berarti Allah benar-benar meninggalkan Yesus secara total'

✓  Yang sebenarnya

Teologi Kristen mendebat ini. Yang jelas: Yesus mengalami keterasingan yang sesungguhnya dalam menanggung dosa — bukan sekadar perasaan saja.

Renungan

Renungan Singkat Matius 27:46

Yesus merasakan keterpisahan dari Allah agar kita tidak pernah mengalaminya. Saat kita merasa jauh dari Tuhan, ingatlah bahwa Yesus pernah berseru demikian, tetapi Dia juga bangkit. Kita bisa datang kepada-Nya dengan jujur tentang perasaan kita.

Bapa, terima kasih karena Yesus memahami keterpisahan, dan aku percaya Engkau tidak akan pernah meninggalkan aku. Amin.