Tantangan: biarlah Allah menyelamatkan-Nya jika berkenan
Matius 27:43
Hari Paling Gelap dalam Sejarah
“Ia percaya kepada Allah, maka biarlah Allah menyelamatkan-Nya sekarang, jika Allah menghendaki-Nya. Karena Ia sendiri mengatakan, ‘Aku adalah Anak Allah.’””Matius 27:43 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah."”Matius 27:43 · TB
Terjemahan Baru
“Ia percaya kepada Allah, dan berkata bahwa Ia Anak Allah. Nah, mari kita lihat apakah Allah mau menyelamatkan Dia sekarang."”Matius 27:43 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dia mengandalkan Allah. Kalau Allah benar-benar berkenan kepadanya, biarlah Allah menyelamatkan dia sekarang. Karena Dia pernah berkata, ‘Aku adalah Anak Allah.’””Matius 27:43 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“He trusted in God; let him deliver him now, if he will have him: for he said, I am the Son of God.”Matius 27:43 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 27:43?
Ayat ini menunjukkan ejekan para pemimpin agama kepada Yesus saat disalib. Mereka menantang Yesus untuk turun dari salib jika benar Ia Anak Allah, meski mereka tahu Ia pernah berkata bahwa Allah adalah Bapa-Nya. Ini menguji iman Yesus, namun Ia tetap bertahan.
Latar belakang
Menguji kepercayaan Yesus kepada Allah
Para imam mengutip klaim Yesus bahwa Ia adalah Anak Allah dan menantang Allah untuk membuktikannya sekarang. Ini adalah ejekan teologis yang paling dalam — menyerang bukan hanya identitas Yesus tapi juga kepercayaan-Nya kepada Bapa. Jawaban ilahi tidak datang sekarang — tapi datang tiga hari kemudian.
Di mana
Golgota, Yerusalem
Di sekitar salib Yesus
Kapan
~30 M
Sengsara — ejekan tentang kepercayaan kepada Allah
Yang berbicara
Imam-imam kepala dan ahli Taurat
Pemimpin agama Yahudi yang hadir mengejek di Golgota
Kepada
Yesus dan kerumunan
Semua orang yang mendengar ejekan ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
πέποιθεν ἐπὶ τὸν θεόν
pepoithen epi ton theon · trusted in God
ia percaya kepada Allah, perfect tense — kepercayaan yang sudah lama ditanamkan
ῥυσάσθω
rhysasthō · deliver him
biarlah Allah menyelamatkan/membebaskan — tantangan kepada Allah langsung
εἰ θέλει αὐτόν
ei thelei auton · if he will have him
jika Ia berkenan padanya — keraguan tentang perkenan Allah
Frasa 'jika Ia berkenan' (ei thelei) adalah serangan pada hubungan Yesus dengan Bapa — mereka mempertanyakan apakah Allah benar-benar berpihak pada Yesus.
Tahukah kamu
Kutipan yang hampir persis dari Mazmur 22
Ayat ini hampir kata per kata mengutip Mazmur 22:8: 'Ia menyerahkan dirinya kepada TUHAN; biarlah Ia melepaskannya! Biarlah Ia menyelamatkannya, karena Ia berkenan kepadanya!' Apakah para imam sadar mereka mengutip nubuat tentang momen ini? Kemungkinan tidak.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 27:43
Mazmur 22:8
Sumber langsung ejekan ini — nubuat yang terpenuhi
“Ia menyerahkan dirinya kepada TUHAN; biarlah Ia melepaskannya! Biarlah Ia menyelamatkannya, karena Ia berkenan kepadanya!”
Yohanes 11:41-42
Keyakinan Yesus bahwa Bapa mendengar-Nya
“Yesus berkata: Ya Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu sebab Engkau telah mendengarkan Aku.”
Matius 3:17
Suara Bapa yang menyatakan perkenan-Nya atas Yesus — berbeda dari keraguan para imam
“Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 27:43
✕ Sering dikira
'Diam Allah saat itu membuktikan Ia tidak berkenan kepada Yesus'
✓ Yang sebenarnya
Perkenan Bapa kepada Yesus diungkapkan bukan dengan menyelamatkan-Nya dari salib tapi dengan membangkitkan-Nya dari kematian.
✕ Sering dikira
'Para imam mengutip nubuat Mazmur 22 secara sadar'
✓ Yang sebenarnya
Kemungkinan besar mereka tidak menyadari mereka mengulang kata-kata nubuat yang tertulis 1000 tahun sebelumnya tentang momen ini.
Renungan
Renungan Singkat Matius 27:43
Saat menghadapi tantangan atau ejekan karena iman, ingatlah bahwa Yesus juga mengalaminya. Kita bisa tetap teguh dan percaya pada rencana Allah, bahkan ketika orang lain meragukan kita.
Tuhan, berikan aku keteguhan hati seperti Yesus saat menghadapi ejekan, agar aku tetap percaya pada-Mu. Amin.