Argumen soal orang miskin vs Yesus
Matius 26:9
Malam Paling Berat dalam Sejarah
“Sebab, minyak wangi itu dapat dijual untuk harga yang mahal dan diberikan kepada yang miskin.””Matius 26:9 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin."”Matius 26:9 · TB
Terjemahan Baru
“"Minyak wangi itu dapat dijual dengan harga yang tinggi, dan uangnya diberikan kepada orang miskin!"”Matius 26:9 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Minyak itu bisa dijual mahal, lalu uangnya dapat kita bagi-bagikan kepada orang miskin!””Matius 26:9 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For this ointment might have been sold for much, and given to the poor.”Matius 26:9 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 26:9?
Para murid berpikir bahwa minyak wangi yang mahal itu seharusnya dijual dan uangnya diberikan kepada orang miskin. Mereka menganggap tindakan perempuan itu sia-sia dan lebih baik digunakan untuk hal yang lebih praktis dan bermanfaat secara sosial.
Latar belakang
Argumen yang terdengar mulia tapi meleset
Argumen 'lebih baik dijual dan diberikan ke orang miskin' terdengar sangat etis dan bertanggung jawab. Tapi dalam konteks ini, itu adalah cara rasionalisasi yang menolak momen penghormatan kepada Yesus. Sering kali argumen yang paling 'logis' justru mengabaikan dimensi yang lebih dalam.
Di mana
Betania — rumah Simon
Di ruang makan yang tiba-tiba menjadi arena debat
Kapan
~30 M
Dua hari sebelum Paskah
Yang berbicara
Murid-murid
pengikut Yesus yang keberatan dengan pengurapan mahal itu
Kepada
Perempuan yang mengurapi & Yesus
perempuan yang sedang mencurahkan kasihnya dan Guru yang mendengarkan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
πραθῆναι
prathēnai · dijual
Dijual untuk mendapat uang — cara pandang yang melihat segala sesuatu dari nilai tukarnya
πολλοῦ
pollou · harga yang mahal
'Banyak/berlimpah' — mereka tahu betul berapa nilainya, jadi keberatan mereka bukan dari ketidaktahuan
πτωχοῖς
ptōchois · yang miskin
'Ptōchos' = miskin total, tidak punya apa-apa — lebih dari sekadar kekurangan, tapi benar-benar tanpa sumber daya
Para murid tahu nilai minyak itu ('pollou') dan peduli pada yang 'ptōchos'. Tapi mereka tidak tahu siapa yang ada di depan mereka — bahwa Yesus sendiri sedang menuju 'ptōchos' total, penghinaan terdalam di kayu salib.
Tahukah kamu
300 dinar adalah gaji besar
300 dinar setara hampir satu tahun gaji pekerja biasa. Bandingkan: Yudas menjual Yesus hanya 30 keping perak. Dalam ironi yang pahit, nilai penghormatan perempuan ini sepuluh kali lebih tinggi dari harga pengkhianatan Yudas.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 26:9
Ulangan 15:11
orang miskin selalu ada
“Sebab orang-orang miskin tidak henti-hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memerintahkan engkau, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu.”
Amsal 19:17
memberi kepada miskin
“Siapa yang menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, ia memberi pinjaman kepada TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.”
Galatia 2:10
kepedulian Paulus pada orang miskin
“Hanya kami harus mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh aku usahakan melakukannya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 26:9
✕ Sering dikira
Yesus tidak peduli pada orang miskin karena Dia membela pengurapan mahal ini.
✓ Yang sebenarnya
Yesus sangat peduli pada orang miskin — tapi Dia menolak logika yang menggunakan kepedulian itu sebagai tameng untuk menghindari penghormatan yang tepat pada momen yang tepat.
✕ Sering dikira
Argumen murid-murid ini sepenuhnya salah secara moral.
✓ Yang sebenarnya
Argumen mereka tidak salah secara prinsip — kepedulian pada orang miskin itu baik. Yang salah adalah menggunakannya untuk merendahkan tindakan kasih perempuan ini.
Renungan
Renungan Singkat Matius 26:9
Memang penting untuk peduli pada orang miskin, tetapi kita juga perlu peka pada panggilan Tuhan yang mungkin meminta kita memberi sesuatu yang spesial untuk-Nya, seperti waktu berdoa atau pelayanan yang tidak terlihat. Jangan sampai kepedulian sosial membuat kita melupakan ibadah yang sungguh-sungguh.
Ya Bapa, berikan aku keseimbangan antara berbuat baik kepada sesama dan menyembah-Mu dengan sepenuh hati. Amin.