Raja membujuk tamu sekali lagi
Matius 22:4
Undangan yang Ditolak & Pertanyaan Jebakan
“Lalu, raja menyuruh lagi hamba-hamba yang lain, katanya, ‘Katakanlah kepada orang-orang yang diundang: Lihat, aku sudah mempersiapkan hidanganku. Lembu-lembu jantan dan ternak-ternak gemukan semuanya telah disembelih, dan semuanya sudah siap. Datanglah ke perjamuan kawin ini.’”Matius 22:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang- orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu- lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.”Matius 22:4 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian raja itu mengutus lagi pelayan-pelayannya yang lain. Katanya kepada mereka: 'Beritahukan kepada para undangan itu: Hidangan pesta sudah siap. Sapi, dan anak-anak sapi saya yang terbaik sudah disembelih. Semuanya sudah siap. Silakan datang ke pesta kawin!'”Matius 22:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Sekali lagi raja itu menyuruh hamba-hambanya yang lain, ‘Katakanlah kepada para undanganku bahwa perjamuan sudah siap. Banyak sapi jantan dan anak sapi gemuk sudah dipotong dan dimasak. Segala sesuatu sudah siap. Mari, datanglah ke pesta pernikahan ini!’”Matius 22:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Again, he sent forth other servants, saying, Tell them which are bidden, Behold, I have prepared my dinner: my oxen and my fatlings are killed, and all things are ready: come unto the marriage.”Matius 22:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 22:4?
Raja mengirim hamba-hamba lagi dengan pesan bahwa segala sesuatu sudah siap, tetapi yang diundang tetap tidak peduli. Ini menunjukkan kesabaran Allah yang terus mengundang meskipun ditolak. Undangan-Nya tidak berubah, tetapi penolakan manusia berakibat serius.
Latar belakang
Tawaran yang makin menggoda
Raja tidak menyerah. Ia mengutus hamba lain dengan deskripsi yang lebih detail: lembu-lembu sudah disembelih, semua sudah siap, tinggal datang saja. Ini adalah upaya persuasi terakhir sebelum amarah raja meledak.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Konteks pengajaran di halaman Bait
Kapan
~30 M
Pekan terakhir pelayanan Yesus
Yang berbicara
Yesus (menirukan suara raja)
Sedang bernarasi perumpamaan
Kepada
Pemimpin agama & orang banyak
Di Bait Allah Yerusalem
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ταῦροί
lembu-lembu jantan · oxen
Hewan korban/makan paling berharga, disiapkan untuk tamu kehormatan
σιτιστά
ternak-ternak gemukan · fatted calves
Hewan yang sengaja digemukkan untuk acara khusus
δεῦτε
datanglah · come
Seruan langsung dan mendesak, bukan permintaan biasa
Detail makanan mewah ini bukan sekadar bumbu cerita — ini menggambarkan kelimpahan yang Allah siapkan bagi mereka yang mau datang. Masalahnya bukan kualitas pestanya, tapi kesediaan tamu.
Tahukah kamu
Lembu dan ternak gemukan adalah kemewahan
Menyembelih lembu jantan dan ternak gemukan (στατά) untuk sebuah pesta adalah indikator kemewahan ekstrem. Raja jelas tidak pelit — undangannya sangat serius dan menggoda.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 22:4
Amsal 9:1-5
Undangan mendesak ke perjamuan yang sudah siap
“Hikmat... telah menyiapkan perjamuan... ia berseru... 'Marilah, makanlah makananku.'”
Yesaya 55:1-2
Tawaran cuma-cuma yang mendesak
“Hai, semua orang yang haus, marilah ke air... Datanglah, belilah dan makanlah.”
Lukas 15:23
Pesta anak yang hilang — perayaan serupa
“Ambillah anak lembu tambun, sembelihlah dia... kita harus bersukacita.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 22:4
✕ Sering dikira
Raja mengutus hamba yang sama
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini menyebutkan 'hamba-hamba yang lain' — raja mengirim gelombang utusan baru, menunjukkan kesabaran ekstra.
✕ Sering dikira
Undangan ini biasa-biasa saja
✓ Yang sebenarnya
Lembu jantan dan ternak gemukan yang sudah disembelih adalah pesta paling mewah yang bisa dibayangkan — penolakannya makin tidak masuk akal.
Renungan
Renungan Singkat Matius 22:4
Allah sabar menanti respons kita, tetapi itu bukan alasan untuk menunda. Apakah kita peka terhadap panggilan-Nya, atau sibuk dengan urusan sendiri?
Ya Allah, beri kami hati yang responsif terhadap undangan-Mu, jangan biarkan kesibukan membuat kami tuli. Amin.