Tujuh bersaudara bergantian menikahi satu wanita
Matius 22:25
Undangan yang Ditolak & Pertanyaan Jebakan
“Sekarang, ada tujuh bersaudara di antara kami. Yang pertama menikah, dan mati tanpa mempunyai anak, dan meninggalkan istrinya bagi saudaranya.”Matius 22:25 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi di antara kami ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin, tetapi kemudian mati. Dan karena ia tidak mempunyai keturunan, ia meninggalkan isterinya itu bagi saudaranya.”Matius 22:25 · TB
Terjemahan Baru
“Pernah ada tujuh orang bersaudara yang tinggal di sini. Yang sulung kawin lalu mati tanpa mempunyai anak. Maka jandanya ditinggalkan untuk saudaranya.”Matius 22:25 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pernah ada tujuh orang bersaudara di antara kami. Laki-laki yang pertama menikah dengan seorang perempuan, lalu meninggal. Karena dia tidak mempunyai anak, maka laki-laki yang kedua mengawini janda kakaknya itu.”Matius 22:25 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Now there were with us seven brethren: and the first, when he had married a wife, deceased, and, having no issue, left his wife unto his brother:”Matius 22:25 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 22:25?
Ayat ini menceritakan pertanyaan orang Saduki kepada Yesus tentang hukum perkawinan levirat. Mereka menyebutkan tujuh bersaudara, di mana yang pertama menikah lalu mati tanpa anak, sehingga saudaranya harus menikahi jandanya untuk meneruskan keturunan. Ini adalah skenario hipotetis yang mereka pakai untuk menjebak Yesus tentang konsep kebangkitan.
Latar belakang
Skenario yang dirancang untuk membingungkan
Saduki memulai skenario: tujuh saudara, satu perempuan. Saudara pertama mati tanpa anak, istrinya diteruskan ke saudara kedua. Ini terus berlanjut sampai semua tujuh saudara. Skenario ini dirancang untuk membuat pertanyaan kebangkitan terasa seperti soal matematika yang tidak bisa diselesaikan.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Debat teologis publik
Kapan
~30 M
Pekan terakhir pelayanan Yesus
Yang berbicara
Orang-orang Saduki
Membangun skenario hipotetis yang tampaknya tidak bisa dijawab
Kepada
Yesus dan orang banyak
Mendengarkan skenario yang dibuat-buat ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἑπτὰ ἀδελφοί
tujuh bersaudara · seven brothers
Angka tujuh sering berarti 'lengkap' dalam Alkitab — skenario yang sengaja dibuat ekstrem
ἔγημεν
menikah · married
Aorist aktif — pernikahan yang sudah terjadi dan selesai
μὴ ἔχων σπέρμα
tanpa mempunyai anak · having no children
Secara harfiah 'tanpa keturunan' — syarat hukum Lewirat berlaku
Angka tujuh saudara bukan kebetulan — dalam simbol Alkitab, tujuh berarti kelengkapan. Saduki membangun skenario paling ekstrem yang bisa dibayangkan, seolah-olah berkata: 'Bahkan dalam kasus paling kompleks pun, kebangkitan tidak masuk akal.'
Tahukah kamu
Skenario ini mirip cerita dalam Kitab Tobit
Dalam Kitab Tobit (kitab deuterokanonika), ada kisah Sarah yang menikah tujuh kali dan suaminya selalu mati di malam pengantin karena setan. Saduki mungkin mengadaptasi kisah ini sebagai dasar skenario mereka.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 22:25
Tobit 3:8
Tradisi skenario satu perempuan tujuh suami
“Sarah... telah diberikan kepada tujuh suami, dan Asmodeus si roh jahat telah membunuh mereka semua.”
Ulangan 25:9-10
Sanksi bagi yang tidak melakukan kewajiban Lewirat
“Saudara ipar yang tidak mau meneruskan keturunan bagi saudaranya... akan dikenal sebagai 'keluarga si sandal terlepas'.”
Rut 1:4-5
Kasus nyata kematian tanpa anak dalam konteks serupa
“Mereka mengambil perempuan Moab sebagai istri mereka... lalu Mahlon dan Kilyon pun mati keduanya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 22:25
✕ Sering dikira
Ini adalah pertanyaan teologis yang tulus
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah skenario hipotetis yang sengaja dibuat ekstrem untuk mempermalukan posisi kebangkitan. Saduki tidak sungguh-sungguh ingin tahu jawaban.
✕ Sering dikira
Hukum Lewirat berarti perempuan hanya objek
✓ Yang sebenarnya
Hukum Lewirat bertujuan melindungi perempuan dari kemiskinan dan memastikan keturunan suami yang meninggal — konteks sosialnya adalah perlindungan, bukan objektivikasi.
Renungan
Renungan Singkat Matius 22:25
Terkadang kita membuat skenario rumit untuk menguji kebenaran, padahal kita bisa langsung bertanya dengan tulus. Belajarlah untuk mendekati firman Tuhan dengan hati yang terbuka, bukan dengan maksud mencari alasan untuk tidak percaya.
Tuhan, mampukan aku untuk mendekati firman-Mu dengan kerendahan hati, bukan dengan maksud mencobai-Mu. Amin.