Celaka dunia karena penyesat-penyesat
Matius 18:7
Bahaya Menyesatkan yang Kecil
“Celakalah dunia karena penyesat-penyesat yang ada di dalamnya! Sebab, penyesatan memang harus terjadi, tetapi celakalah orang yang mendatangkannya.”Matius 18:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan Matius 18.8–12 92 harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.”Matius 18:7 · TB
Terjemahan Baru
“Alangkah celakanya dunia ini karena hal-hal yang menyebabkan orang berdosa. Memang hal-hal seperti itu akan selalu ada, tetapi celakalah orang yang menyebabkannya!”Matius 18:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Celakalah siapa saja di dunia ini yang menyebabkan orang lain berdosa! Memang godaan-godaan untuk berbuat dosa akan selalu ada di dunia, tetapi celakalah orang yang menimbulkan godaan itu.”Matius 18:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Woe unto the world because of offences! for it must needs be that offences come; but woe to that man by whom the offence cometh!”Matius 18:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 18:7?
Yesus memperingatkan bahwa dunia akan selalu memiliki hal-hal yang menyebabkan orang berbuat dosa, tetapi orang yang menjadi penyebab orang lain tersesat akan menghadapi akibat yang sangat berat. Ini adalah peringatan serius untuk tidak menjadi batu sandungan bagi iman orang lain.
Latar belakang
Kejahatan pasti ada, tapi pelakunya tetap bertanggung jawab
Yesus mengakui realitas bahwa penyesatan akan selalu ada di dunia yang rusak — itu tidak bisa dihindari. Tapi ketidakhindarannya tidak membebaskan pelaku dari tanggung jawab. Ini adalah ketegangan yang Yesus biarkan tetap ada: dunia memang begini, tapi kamu tetap harus hati-hati dengan peranmu di dalamnya.
Di mana
Kapernaum
Di dalam rumah di Galilea
Kapan
~30 M
Pelayanan Galilea — pengajaran tentang komunitas dan tanggung jawab
Yang berbicara
Yesus
Berbicara tentang realitas kejahatan yang akan selalu ada di dunia
Kepada
Murid-murid
Para pengikut yang harus hidup di dunia yang penuh batu sandungan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
οὐαί
ouai · woe
Celaka, aduh — seruan ratapan yang mengungkapkan duka mendalam, bukan kutukan
σκανδάλοις
skandalois · offenses
Batu sandungan, jebakan — hal-hal yang membuat orang jatuh ke dalam dosa
δι᾽ οὗ
di' hou · through whom
Melalui siapa — menekankan bahwa ada agen manusia yang bertanggung jawab
Ouai (ratapan) atas skandalois (batu sandungan) yang datang melalui agen manusia tertentu — Yesus tidak mengajarkan fatalisme. Manusia adalah penyebab nyata, dan mereka menanggung konsekuensi nyata.
Tahukah kamu
Kata 'celaka' adalah seruan ratapan, bukan kutukan
Kata Yunani 'ouai' (celaka) adalah onomatope dari suara ratapan dan kesedihan. Ini bukan ucapan kutukan magis dari Yesus, tapi ekspresi duka yang dalam atas nasib yang akan menimpa orang yang menjadi penyebab penyesatan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 18:7
Lukas 17:1
Versi paralel: penyesatan pasti ada, tapi pelaku tetap bersalah
“Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang menyebabkannya.”
1 Yohanes 2:16
Dunia sebagai sumber batu sandungan
“Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.”
Wahyu 8:13
Seruan 'ouai' sebagai ratapan profetis
“Celakalah, celakalah, celakalah orang-orang yang diam di atas bumi.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 18:7
✕ Sering dikira
"Yesus bilang penyesatan tidak bisa dicegah jadi kita tidak perlu usaha"
✓ Yang sebenarnya
Justru sebaliknya — karena penyesatan pasti ada, kita justru harus sangat berhati-hati agar tidak menjadi sumbernya.
✕ Sering dikira
"Celaka adalah kutukan supernatural yang Yesus ucapkan"
✓ Yang sebenarnya
Ouai adalah ekspresi duka dan peringatan serius, bukan formula kutukan magis.
Renungan
Renungan Singkat Matius 18:7
Pikirkan perkataan atau tindakanmu yang mungkin membuat orang lain menjauh dari Tuhan. Berhati-hatilah dalam bersikap dan berbicara, terutama di depan orang yang baru belajar mengenal Yesus.
Tuhan, kuatkan aku untuk selalu menjadi berkat dan bukan batu sandungan bagi orang lain, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Amin.