Hamba menolak dan memenjarakan sesama hamba
Matius 18:30
Perumpamaan tentang Pengampunan
“Akan tetapi, ia menolak dan menjebloskan temannya itu ke penjara sampai ia bisa melunasi semua utangnya.”Matius 18:30 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.”Matius 18:30 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi hamba itu menolak. Sebaliknya, ia memasukkan dia ke dalam penjara sampai ia membayar utangnya.”Matius 18:30 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Tetapi dia tidak mau bersabar dan malah melaporkan temannya itu kepada hakim supaya dipenjarakan sampai dia melunasi semua utangnya.”Matius 18:30 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he would not: but went and cast him into prison, till he should pay the debt.”Matius 18:30 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 18:30?
Hamba itu menolak untuk mengampuni, malah memasukkan temannya ke penjara sampai hutangnya dibayar. Ini menunjukkan betapa kejamnya hati yang tidak mau mengampuni, dan betapa kontrasnya dengan belas kasihan tuannya.
Latar belakang
Pilihan yang berlawanan total
Hamba pertama memilih untuk memenjarakan sesama hamba yang berhutang 100 dinar — jumlah yang realistis untuk dilunasi dengan waktu, persis seperti yang dimohonkan. Penolakan ini bukan karena terpaksa atau tidak punya pilihan. Dia memilih untuk tidak mengampuni. Dan penjara yang dia terapkan pada sesama hambanya akan segera menjadi penjara bagi dirinya sendiri.
Di mana
Kapernaum
Di dalam rumah di Galilea
Kapan
~30 M
Pelayanan Galilea — klimaks ironi dalam perumpamaan
Yang berbicara
Yesus
Menggambarkan puncak ketidaktahuan hamba tentang pengampunan yang diterimanya
Kepada
Petrus dan murid-murid
Para pendengar yang kini merasakan kemarahan terhadap hamba
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
οὐκ ἤθελεν
ouk ēthelen · would not
Tidak mau — bukan 'tidak bisa' tapi pilihan aktif untuk menolak
ἔβαλεν
ebalen · threw
Melempar, menjebloskan — kata yang kuat, menunjukkan tindakan yang keras dan tidak segan
φυλακήν
phylakēn · prison
Penjara, tempat penahanan — digunakan untuk kriminal dan penunggak hutang
Ouk ēthelen (tidak mau — pilihan aktif) dan ebalen (menjebloskan dengan keras) ke phylakēn (penjara) — hamba itu tidak bertindak dari posisi tidak tahu atau terpaksa. Ini adalah keputusan yang disadari dan aktif.
Tahukah kamu
Penjara hutang di dunia kuno adalah cara umum menagih
Di dunia Romawi, 'penjara hutang' (debtors' prison) adalah praktik yang sah. Orang yang berhutang bisa dipenjara sampai keluarganya atau teman-temannya membayar hutangnya. Ini berbeda dari penjara kriminal modern — ini adalah instrumen penagihan hutang.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 18:30
Matius 5:25-26
Yesus sebelumnya memperingatkan tentang bahaya penjara hutang
“Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim.”
Amsal 19:17
Belas kasihan kepada yang berhutang sebagai sesuatu yang dibalas oleh Tuhan
“Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, meminjamkan kepada Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu.”
Yakobus 2:13
Konsekuensi dari menolak berbelas kasihan
“Sebab penghakiman yang tidak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan menang atas penghakiman.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 18:30
✕ Sering dikira
"Hamba itu punya hak legal untuk memenjarakan sesama hambanya"
✓ Yang sebenarnya
Secara hukum mungkin ya — tapi perumpamaan ini justru menunjukkan bahwa punya hak legal dan melakukan hal yang benar adalah dua hal yang berbeda, terutama setelah menerima pengampunan sebesar itu.
✕ Sering dikira
"Penjara di sini berarti hukuman spiritual"
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks perumpamaan, ini adalah penjara hutang yang literal dan konkret — alat penagihan yang sah di dunia Romawi. Makna rohaninya muncul dari analogi, bukan dari kata penjara itu sendiri.
Renungan
Renungan Singkat Matius 18:30
Ketika kita tidak mau mengampuni, kita mengikat diri kita sendiri dalam kepahitan dan kemarahan. Lepaskanlah pengampunan, agar kita tidak menjadi seperti hamba yang jahat itu.
Tuhan, bebaskan aku dari kepahitan dan ajari aku untuk mengampuni seperti Engkau mengampuniku. Amin.