Sesama hamba bersujud memohon belas kasihan
Matius 18:29
Perumpamaan tentang Pengampunan
“Maka, hamba yang berutang itu bersujud dan memohon kepadanya, katanya, ‘Bersabarlah kepadaku dan aku akan membayar semuanya kepadamu.’”Matius 18:29 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.”Matius 18:29 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu kawannya itu sujud di depannya sambil memohon, 'Sabarlah dulu kawan, semuanya akan saya bayar!'”Matius 18:29 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Temannya itu sujud dan memohon, ‘Tolong sabarlah dulu. Saya akan membayar utang saya.’”Matius 18:29 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And his fellowservant fell down at his feet, and besought him, saying, Have patience with me, and I will pay thee all.”Matius 18:29 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 18:29?
Teman yang berutang itu bersujud dan memohon dengan kata-kata yang sama dengan hamba pertama: 'Bersabarlah dan aku akan membayar.' Ini menunjukkan bahwa permintaan yang sama diajukan, tetapi hamba pertama tidak menunjukkan belas kasihan seperti tuannya.
Latar belakang
Kata-kata yang persis sama, respons yang berbeda
Permohonan sesama hamba di ayat ini menggunakan kata-kata yang hampir persis sama dengan permohonan hamba pertama kepada raja di ayat 26. 'Bersabarlah kepadaku dan aku akan membayar semuanya.' Pengulangan yang sengaja ini dirancang agar pendengar merasakannya: situasi yang sama, skala yang jauh berbeda, tapi respons yang berlawanan.
Di mana
Kapernaum
Di dalam rumah di Galilea
Kapan
~30 M
Pelayanan Galilea — ironi cermin dalam perumpamaan
Yang berbicara
Yesus
Menggambarkan cermin dari adegan sebelumnya dengan kata yang persis sama
Kepada
Petrus dan murid-murid
Para pendengar yang mengenali pengulangan adegan yang disengaja
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
πεσὼν
pesōn · fell down
Jatuh tersungkur — kata yang sama persis dengan yang dipakai hamba pertama kepada raja di ayat 26
παρεκάλει
parekalei · begged
Memohon dengan sungguh — imperfect tense, terus-menerus memohon, bukan hanya sekali
ἀποδώσω
apodōsō · pay
Aku akan membayar — future tense, janji yang kali ini jauh lebih realistis untuk dipenuhi
Pesōn (tersungkur) dan apodōsō (aku akan membayar) adalah kata-kata yang sama dari adegan sebelumnya. Pengulangan yang disengaja ini memaksa pendengar membandingkan: hamba pertama menerima pengampunan, tapi tidak memberikannya.
Tahukah kamu
Perumpamaan ini menggunakan teknik cermin yang cerdas
Yesus sengaja membuat ayat 29 menjadi echo dari ayat 26 — kata-kata permohonan yang hampir identik. Ini adalah teknik sastra yang efektif: dengan mendengar permohonan yang sama, pendengar langsung bisa membandingkan dua respons yang berlawanan. Kontrasnya terasa jauh lebih tajam karena kata-katanya sama.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 18:29
Matius 18:26
Adegan cermin yang disengaja — kata-kata yang hampir identik
“Maka, hamba itu tersungkur dan menyembah tuannya, katanya, Bersabarlah kepadaku dan aku akan membayar semuanya kepadamu.”
Amsal 21:13
Konsekuensi dari menolak mendengar permohonan orang yang membutuhkan
“Siapa menutup telinganya terhadap teriakan orang lemah, juga tidak akan mendapat jawab kalau ia sendiri berseru-seru.”
Lukas 6:38
Prinsip timbal balik dalam memberi dan menerima
“Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 18:29
✕ Sering dikira
"Sesama hamba itu mungkin tidak akan bisa membayar juga"
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak memberi sinyal itu. 100 dinar adalah jumlah yang cukup besar tapi realistis untuk dibayar — berbeda fundamental dari 10.000 talenta yang mustahil dilunasi.
✕ Sering dikira
"Hamba pertama tidak mendengar permohonan sesama hambanya"
✓ Yang sebenarnya
Teks jelas menunjukkan dia mendengar dan menolak. Penolakannya adalah keputusan aktif, bukan kelalaian.
Renungan
Renungan Singkat Matius 18:29
Jangan mengukur pengampunan dengan ukuran yang sama, karena Tuhan mengampuni kita tanpa batas. Ketika orang lain meminta maaf, berilah kesempatan dan berlaku lembut, seperti Tuhan kepada kita.
Ya Bapa, buatlah aku cepat mengampuni dan sabar terhadap orang yang bersalah kepadaku. Amin.