Yesus Mengumumkan Penyerahan-Nya
Matius 17:22
Yesus Meramalkan Kematian dan Kebangkitan-Nya
“Ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang berkumpul di wilayah Galilea, Dia berkata kepada mereka, “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia,”Matius 17:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pada waktu Yesus dan murid-murid- Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia Matius 17.23–27 90”Matius 17:22 · TB
Terjemahan Baru
“Ketika pengikut-pengikut Yesus berkumpul di Galilea, Yesus berkata kepada mereka, "Tidak lama lagi, Anak Manusia akan diserahkan kepada kuasa manusia.”Matius 17:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pada suatu hari, waktu Yesus dan kami masih berada di Galilea, Dia berkata kepada kami, “Aku, Sang Anak Adam, akan diserahkan ke tangan orang-orang jahat.”Matius 17:22 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And while they abode in Galilee, Jesus said unto them, The Son of man shall be betrayed into the hands of men:”Matius 17:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 17:22?
Yesus kembali memberitahukan bahwa Ia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan dibunuh, tetapi akan bangkit pada hari ketiga. Ini adalah pengajaran tentang penderitaan dan kemenangan-Nya, yang menjadi inti dari rencana keselamatan Allah.
Latar belakang
Prediksi kedua tentang sengsara
Ini adalah kali kedua Yesus memberitahu murid-murid tentang kematian-Nya yang akan datang (kali pertama di Matius 16:21). Kata 'diserahkan' (paradidosthai) memiliki konotasi penghianatan — bukan sekadar 'diserahkan' tapi 'dikhianati ke tangan musuh'. Ini bukan kecelakaan tapi bagian dari rencana yang sudah ditetapkan.
Di mana
Galilea
Saat berkumpul bersama murid-murid di wilayah Galilea
Kapan
~29 M
Menjelang akhir pelayanan Yesus di Galilea
Yang berbicara
Yesus
Berbicara kepada murid-murid di Galilea tentang masa depan-Nya
Kepada
Murid-murid Yesus
Para murid yang masih belum sepenuhnya mengerti rencana Allah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
παραδίδοσθαι
diserahkan · delivered/betrayed
Paradidōmi — diserahkan ke tangan orang lain untuk diadili atau dihukum; kata yang sama untuk pengkhianatan Yudas
ὁ υἱὸς τοῦ ἀνθρώπου
Anak Manusia · Son of Man
Sebutan yang Yesus gunakan untuk diri-Nya sendiri — berasal dari Daniel 7, tokoh yang menerima kerajaan kekal dari Allah
εἰς χεῖρας ἀνθρώπων
ke dalam tangan manusia · into the hands
Idiom untuk diserahkan ke kuasa seseorang — Anak Allah di tangan manusia biasa adalah ironi yang disengaja
Penyerahan Yesus bukan kegagalan — itu adalah misi yang sudah diketahui dan diterima, bahkan diumumkan jauh sebelum terjadi.
Tahukah kamu
Bahasa 'penyerahan' dalam teologi Paulus
Kata Yunani paradidōmi dipakai Paulus dalam Roma 8:32 — 'Ia yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua.' Allah yang menyerahkan, bukan hanya Yudas yang mengkhianati.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 17:22
Matius 16:21
Prediksi pertama tentang sengsara — kini diulang untuk memperkuat
“Mulai saat itu Yesus menunjukkan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan.”
Roma 8:32
Paulus menggunakan kata paradidōmi yang sama — penyerahan sebagai tindakan kasih Allah
“Ia yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua.”
Yesaya 53:6
Nubuat tentang hamba yang menderita — Yesus sadar bahwa penyerahan-Nya menggenapi ini
“Dan Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 17:22
✕ Sering dikira
Yesus tidak tahu bahwa Dia akan dikhianati sampai Yudas melakukannya
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini membuktikan Yesus tahu jauh sebelumnya — Dia mengumumkan kepada murid-murid bahwa Dia akan 'diserahkan'
✕ Sering dikira
Kalimat ini hanya metafora tentang perjuangan rohani, bukan prediksi literal
✓ Yang sebenarnya
Ayat 23 langsung melanjutkan dengan 'mereka akan membunuh-Nya' — ini prediksi yang sangat literal dan spesifik
Renungan
Renungan Singkat Matius 17:22
Kita mungkin mengalami masa sulit, tetapi seperti Yesus, ada kebangkitan di balik penderitaan. Percayalah bahwa Tuhan selalu punya rencana baik, bahkan di tengah penderitaan.
Tuhan, tolong aku untuk percaya bahwa Engkau akan membangkitkan harapan dan kemenangan di tengah pergumulanku. Amin.