Hamba pilihan yang dikasihi
Matius 12:18
Hamba yang Pendiam
““Lihatlah, hamba-Ku yang telah Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan. Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan menyatakan keadilan kepada bangsa-bangsa lain.”Matius 12:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.”Matius 12:18 · TB
Terjemahan Baru
“"Inilah utusan-Ku yang Kupilih, Orang yang Kukasihi dan yang berkenan di hati-Ku. Roh-Ku akan Kuberikan kepada-Nya, keadilan-Ku akan diwartakan-Nya kepada bangsa-bangsa.”Matius 12:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Inilah hamba-Ku, yang sudah Aku pilih. Aku mengasihi-Nya, dan Dia menyenangkan hati-Ku. Aku akan memberikan Roh-Ku kepada-Nya dan Dia akan memberitakan bahwaAllah akan menegakkan keadilan bagi setiap bangsa.”Matius 12:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Behold my servant, whom I have chosen; my beloved, in whom my soul is well pleased: I will put my spirit upon him, and he shall shew judgment to the Gentiles.”Matius 12:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 12:18?
Ayat ini adalah kutipan dari Yesaya 42:1, yang menegaskan Yesus sebagai hamba pilihan Allah yang diurapi dengan Roh Kudus. Tugas-Nya adalah menyatakan keadilan dan kasih Allah kepada semua bangsa, bukan hanya Israel.
Latar belakang
Surat referensi dari Allah untuk Yesus
Ayat ini adalah suara Allah sendiri mendeskripsikan Yesus: 'yang telah Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan.' Kata-kata yang hampir identik terdengar saat Yesus dibaptis (Mat. 3:17). Ini bukan kebetulan — Matius sengaja mengechoed momen baptis itu untuk menunjukkan konsistensi identitas Yesus.
Di mana
Galilea (kutipan dari Yesaya ditulis di Yerusalem ~700 SM)
Matius mengangkat kata-kata Allah kepada hamba-Nya
Kapan
~700 SM (nubuat); ~30 M (penggenapan)
Pengenalan Hamba Tuhan oleh Allah sendiri
Yang berbicara
Narator (Matius, mengutip Yesaya)
Suara Allah berbicara kepada Hamba-Nya melalui nabi Yesaya
Kepada
Pembaca Injil Matius
Yang sedang mendengar Allah sendiri mendeskripsikan Yesus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
παῖς
hamba · servant
Bisa berarti 'anak' atau 'hamba' — ambiguitas yang disengaja: Hamba Allah sekaligus Anak Allah
ᾑρέτισα
telah Kupilih · chosen
Aorist dari kata 'memilih' — pemilihan ilahi yang sudah terjadi, bukan tergantung performa
ψυχή
jiwa · soul
Totalitas diri Allah — 'jiwa-Ku berkenan' adalah ekspresi kasih paling dalam
παῖς (hamba/anak) yang ᾑρέτισα (dipilih) dan membuat ψυχή Allah berkenan — tiga kata ini menyatu dalam diri Yesus: identitas, pilihan, dan kasih ilahi yang tak tergoyahkan.
Tahukah kamu
Yesaya 42 adalah lagu 'hamba' pertama
Para ahli mengenali empat 'Servant Songs' (lagu-lagu tentang hamba) dalam Yesaya 42, 49, 50, dan 52-53. Lagu pertama ini (42:1-4) memperkenalkan figur misterius yang akan membawa keadilan — tapi dengan cara yang lembut dan tak terduga.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 12:18
Matius 3:17
Kata-kata yang hampir identik saat baptis Yesus — Matius menghubungkan dua momen ini
“...terdengarlah suara dari surga yang mengatakan: Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Yesaya 42:1
Teks asli Yesaya yang Matius kutip
“Lihat, itu hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepadanya Aku berkenan. Aku akan menaruh Roh-Ku ke atasnya...”
Efesus 1:4-5
Tema pemilihan ilahi yang juga diterapkan kepada orang percaya
“...Ia telah memilih kita sebelum dunia dijadikan... Ia telah menentukan kita dari semula...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 12:18
✕ Sering dikira
'Hamba' berarti Yesus lebih rendah dari Allah
✓ Yang sebenarnya
Gelar 'Hamba Tuhan' dalam Yesaya adalah gelar kehormatan tertinggi — figur yang mengemban misi penyelamatan seluruh bangsa
✕ Sering dikira
Roh yang ditaruh di atas Yesus baru diterima-Nya saat baptis
✓ Yang sebenarnya
Teks Yesaya berbicara tentang hubungan kekal — Roh ada pada Hamba ini sebelum dunia dijadikan
Renungan
Renungan Singkat Matius 12:18
Yesus adalah utusan Allah yang membawa keadilan bagi dunia. Sebagai pengikut-Nya, kita dipanggil untuk melanjutkan misi itu dalam cara kita sehari-hari, memperjuangkan apa yang benar dan adil.
Bapa, penuhi aku dengan Roh-Mu seperti Engkau memenuhi Yesus, agar aku dapat hidup benar dan menjadi saksi keadilan-Mu bagi dunia. Amin.