Kerajaan yang mulai retak
Matius 1:7
Dari Abraham ke Yesus: Akar Sang Raja
“Salomo adalah ayah dari Rehabeam. Rehabeam adalah ayah dari Abia. Abia adalah ayah dari Asa.”Matius 1:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa,”Matius 1:7 · TB
Terjemahan Baru
“Rehabeam, Abia, Asa, Yosafat, Yoram, Uzia, Yotam, Ahas, Hizkia, Manasye, Amon, Yosia, Yekhonya dan saudara-saudaranya.”Matius 1:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian mulai dari Daud sampai masa pembuangan Israel ke negeri Babel, inilah nenek moyang Yesus: Daud, Salomo (ibunya adalah mantan istri Uria), Rehabeam, Abia, Asa, Yosafat, Yoram, Uzia, Yotam, Ahas, Hiskia, Manasye, Amon, Yosia, dan Yekonya (bersama saudara-saudaranya).”Matius 1:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Solomon begat Roboam; and Roboam begat Abia; and Abia begat Asa;”Matius 1:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 1:7?
Matius 1:7 menyebutkan tiga raja dalam silsilah Yesus: Salomo, Rehabeam, dan Abia. Ini menunjukkan bahwa Yesus adalah keturunan dari garis kerajaan Daud, tetapi juga mengingatkan kita bahwa sejarah Israel tidak selalu lurus, karena Rehabeam dan Abia adalah raja yang tidak setia. Meskipun demikian, Allah tetap memakai garis ini untuk mempersiapkan kedatangan Juruselamat.
Latar belakang
Dari keemasan ke perpecahan
Salomo mewarisi kerajaan terbesar dalam sejarah Israel, tapi anaknya Rehabeam langsung membuat keputusan bodoh yang memecah kerajaan menjadi dua. Matius mencatat garis raja-raja Yehuda — kerajaan selatan yang masih memegang janji kepada Daud. Rehabeam, Abia, Asa: tiga generasi yang berjuang mempertahankan apa yang tersisa.
Di mana
Yerusalem
Istana kerajaan Yehuda pasca-Salomo
Kapan
~930-870 SM
Kerajaan terpecah
Yang berbicara
Matius
mantan pemungut cukai, murid Yesus
Kepada
Orang Yahudi Kristen
komunitas Yahudi yang percaya Yesus adalah Mesias
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
Σολομών
Solomōn · Salomo
Dari bahasa Ibrani Shelomoh — 'damai' atau 'lengkap'; raja terkaya Israel yang membangun Bait Allah pertama.
Ῥοβοάμ
Rhoboam · Rehabeam
Dari bahasa Ibrani Rechav'am — 'umat dilebarkan'; ironis karena di bawah pemerintahannya umat justru terpecah.
Ἀβιά
Abia · Abia
Dari bahasa Ibrani Aviyah — 'Tuhan adalah bapakku'; raja yang memerintah singkat tapi mewariskan garis Daud tetap berlanjut.
Nama-nama ini merekam dekade ketika kerajaan impian Salomo runtuh — tapi garis keturunan Daud bertahan, bukan karena kehebatan raja-rajanya, tapi karena janji Allah yang tidak bisa dibatalkan.
Tahukah kamu
Abia sang raja yang ambigu
Abia (atau Abiam di 1 Raja-raja 15) digambarkan sebagai raja yang 'berdosa seperti ayahnya' tapi punya satu ayat pembelaan: 'Demi Daud, TUHAN memberi dia satu pelita di Yerusalem.' Bahkan raja yang buruk pun dilindungi karena janji kepada leluhurnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 1:7
1 Raja-raja 12:16
perpecahan kerajaan
“Ketika seluruh Israel melihat bahwa raja tidak mendengarkan mereka, maka rakyat menjawab raja...”
1 Raja-raja 15:3
karakter Abia
“Ia berjalan dalam segala dosa yang dilakukan ayahnya sebelumnya...”
2 Tawarikh 13:5
janji Daud tetap berlaku
“...bukankah TUHAN, Allah Israel, telah memberikan pemerintahan atas Israel kepada Daud untuk selama-lamanya?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 1:7
✕ Sering dikira
'Garis keturunan ini hanya bisa berlanjut karena raja-rajanya setia kepada Allah'
✓ Yang sebenarnya
Banyak raja dalam daftar ini adalah raja yang buruk secara moral — garis ini berlanjut karena kesetiaan Allah, bukan kesetiaan manusia.
✕ Sering dikira
'Salomo disebut di sini karena dia raja terbesar Israel'
✓ Yang sebenarnya
Salomo disebut karena dia anak Daud yang lahir dari Batsyeba — justru mengingatkan bahwa anak dari pernikahan yang dimulai dengan dosa pun tetap dipakai Allah.
Renungan
Renungan Singkat Matius 1:7
Kita mungkin memiliki latar belakang keluarga yang rumit atau tidak ideal, tetapi Allah dapat memakai semua hal itu untuk rencana-Nya. Jangan merasa rendah karena masa lalu keluarga; fokuslah pada panggilan Allah dalam hidupmu hari ini.
Tuhan, terima kasih karena Engkau sanggup memakai keluarga dan sejarahku untuk kemuliaan-Mu, tolong aku menjalani hidupku dalam rencana-Mu. Amin.