Ayah memohon dengan kata 'jika Engkau dapat'
Markus 9:22
Cahaya di Gunung, Iman di Lembah
“Roh itu sudah sering melemparnya ke dalam api dan ke dalam air untuk menghancurkannya. Akan tetapi, jika Engkau dapat berbuat sesuatu, kasihanilah kami dan tolonglah kami.””Markus 9:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami." Markus 9.23–28 54”Markus 9:22 · TB
Terjemahan Baru
“"Sudah sering roh jahat itu berusaha membunuh dia dengan menjatuhkannya ke dalam api atau ke dalam air. Tetapi kalau Bapak dapat menolong, sudilah Bapak mengasihani kami dan menolong kami!"”Markus 9:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Roh jahat itu sudah sering berusaha membunuh anak saya dengan melempar dia ke api atau menenggelamkannya ke dalam air. Tetapi kalau Guru bisa berbuat sesuatu, mohon kasihanilah kami dan tolonglah.””Markus 9:22 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And ofttimes it hath cast him into the fire, and into the waters, to destroy him: but if thou canst do any thing, have compassion on us, and help us.”Markus 9:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 9:22?
Roh jahat itu sering melemparkan anak itu ke api dan air, berusaha membunuhnya. Ayahnya memohon kepada Yesus, 'jika Engkau dapat berbuat sesuatu, kasihanilah kami dan tolonglah kami.' Ini menunjukkan iman yang bercampur keraguan.
Latar belakang
Permintaan yang jujur dari orang yang setengah putus asa
Ayah ini menceritakan bahwa roh sudah sering melemparnya ke dalam api dan air untuk membunuhnya. Lalu dia berkata: 'jika Engkau dapat berbuat sesuatu, kasihanilah kami.' Kata 'jika' ini yang akan Yesus respon. Ini bukan iman yang kuat — ini iman yang kelelahan, yang sudah terguncang oleh banyak kegagalan.
Di mana
Kaki Gunung Hermon
Di hadapan Yesus · ayah mencurahkan semua ceritanya
Kapan
~30 M
Sebelum pengusiran roh
Yang berbicara
Ayah si anak
seorang bapak yang lelah dan hampir kehilangan harapan
Kepada
Yesus
rabi dari Nazaret, ~30 tahun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
εἴ τι δύνῃ
ei ti dynai · jika Engkau dapat
Ungkapan keraguan: 'kalau-kalau Engkau mampu' — ketidakpastian yang jujur
σπλαγχνισθεὶς
splagchnistheis · kasihanilah
Berbelaskasihanlah dari dalam hati — permohonan yang sangat personal
ἀπολέσῃ
apolesai · menghancurkannya
Membinasakan, menghancurkan sepenuhnya — niat yang sangat serius
Kata apolesai (membinasakan) menunjukkan ini bukan gangguan biasa — ada kehendak jahat yang nyata untuk menghancurkan anak ini. Ayah yang lelah itu berjuang melawan musuh yang sangat serius.
Tahukah kamu
Roh yang mencoba membunuh anak ini berkali-kali
Detail 'sering melempar ke api dan ke air untuk membunuhnya' menunjukkan niat jahat yang sangat konsisten dan sangat berbahaya. Ini bukan roh yang cuma mengganggu — ini ancaman nyata terhadap nyawa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 9:22
Markus 9:23
respons Yesus langsung terhadap kata 'jika'
“Yesus berkata kepadanya: 'Jika Engkau dapat? Segala sesuatu mungkin untuk mereka yang percaya.'”
Ibrani 11:1
sifat iman yang tidak bergantung pada bukti yang terlihat
“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”
Mazmur 10:14
Allah yang melihat penderitaan yang terus-menerus
“Engkau melihatnya, karena Engkau memperhatikan kesialan dan kepedihan, untuk mengambilnya ke tangan-Mu sendiri.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 9:22
✕ Sering dikira
'Kata jika menunjukkan ayah ini tidak beriman sama sekali'
✓ Yang sebenarnya
Yesus tidak menolaknya karena kata 'jika' ini — Dia justru merespons dengan mengundang ke iman yang lebih dalam.
✕ Sering dikira
'Roh jahat tidak bisa sungguh-sungguh membunuh orang'
✓ Yang sebenarnya
Deskripsi 'melempar ke api dan air untuk menghancurkan' adalah ancaman yang sangat nyata dan berbahaya.
Renungan
Renungan Singkat Markus 9:22
Kita mungkin datang kepada Tuhan dengan iman yang pas-pasan, berkata 'jika Engkau mau'. Tuhan tidak menolak iman yang kecil; Dia justru menolong kita dalam kelemahan kita.
Tuhan, tolonglah aku yang sering ragu. Aku percaya, tapi tolonglah ketidakpercayaanku. Amin.