Murid-murid mulai khawatir soal makan
Markus 6:35
Lima Ribu Diberi Makan
“Ketika hari mulai larut, murid-murid Yesus datang kepada Yesus dan berkata, “Tempat ini tempat yang sepi dan sudah larut.”Markus 6:35 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.”Markus 6:35 · TB
Terjemahan Baru
“Ketika sudah petang, pengikut-pengikut Yesus berkata kepada-Nya, "Sudah hampir malam dan tempat ini terpencil.”Markus 6:35 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika hari semakin sore, murid-murid Yesus berkata kepada-Nya, “Sekarang hari sudah mulai gelap, dan di sini daerah terpencil.”Markus 6:35 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And when the day was now far spent, his disciples came unto him, and said, This is a desert place, and now the time is far passed:”Markus 6:35 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 6:35?
Hari sudah mulai malam dan para murid menyadari tempat itu sepi, lalu mereka menyarankan Yesus untuk menyuruh orang banyak pergi membeli makanan. Ini menunjukkan kepedulian murid-murid, tetapi juga keterbatasan pemikiran mereka.
Latar belakang
Logika manusia vs. apa yang akan terjadi
Hari sudah sore, perut sudah lapar, dan tempat ini terpencil. Murid-murid melihat masalah logistik yang nyata: ribuan orang tanpa makanan, jauh dari warung mana pun. Respons mereka masuk akal secara manusiawi — suruh mereka pergi beli sendiri. Mereka belum membayangkan apa yang akan Yesus lakukan.
Di mana
Padang terbuka dekat Betsaida
Tempat terpencil jauh dari desa dan pasar
Kapan
~29 M
Sore hari setelah Yesus mengajar sepanjang hari
Yang berbicara
Murid-murid Yesus
yang mulai memperhatikan waktu dan kebutuhan praktis kerumunan
Kepada
Yesus
yang sedang mengajar kerumunan besar
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ὥρας πολλῆς
ōras polles · late
Jam yang banyak, hari sudah larut — ungkapan yang menunjukkan waktu yang panjang telah berlalu sejak pagi.
ἔρημός
eremos · deserted
Terpencil, sunyi — sama dengan kata untuk 'tempat sunyi' di ayat sebelumnya. Ironis: tempat yang mereka cari untuk istirahat kini punya masalah.
ἤδη
ede · already
Sudah — menekankan bahwa kondisi sudah kritis, sudah waktunya bertindak sebelum terlambat.
Ōras polles di tempat eremos dan ede waktunya bertindak — murid melihat masalah logistik nyata. Kepedulian mereka valid, tapi solusi mereka masih di batas kemampuan manusia.
Tahukah kamu
'Hari sudah larut' — waktu yang spesifik
Frasa 'hari sudah larut' (ὥρας πολλῆς) secara harfiah berarti 'jam sudah banyak' — waktu sudah jauh berlalu. Ini kemungkinan sore hari. Yesus telah mengajar sepanjang hari tanpa henti setelah rencana istirahat gagal.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 6:35
Lukas 9:12
paralel murid yang mengajukan solusi logistik
“Ketika hari mulai malam, datanglah kedua belas rasul itu dan berkata kepada Yesus, 'Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka dapat mencari penginapan dan makanan di desa-desa dan di ladang-ladang di sekitar sini.'”
Yohanes 6:5
Yesus yang memulai percakapan tentang makanan
“Ketika Yesus memandang ke sekeliling-Nya dan melihat bahwa orang banyak itu datang berbondong-bondong kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus, 'Di manakah kita akan membeli roti supaya mereka ini dapat makan?'”
Mazmur 78:19
pertanyaan tentang kemampuan Allah menyediakan di tempat terpencil
“Mereka berbicara menentang Allah, mereka berkata, 'Mampukah Allah menyediakan hidangan di padang belantara?'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 6:35
✕ Sering dikira
Murid-murid tidak peduli dengan orang banyak dan hanya ingin mereka pergi
✓ Yang sebenarnya
Murid-murid peduli — mereka mengusulkan orang membeli makanan di desa. Masalahnya adalah batas imajinasi mereka soal apa yang mungkin.
✕ Sering dikira
Ini adalah kesalahan murid yang seharusnya sudah berpikir sejak pagi
✓ Yang sebenarnya
Tidak ada yang bisa memprediksi kerumunan sebesar ini — Yesus sendiri yang merespons situasi ini dengan cara yang tidak terduga.
Renungan
Renungan Singkat Markus 6:35
Saat melihat kebutuhan besar, kita mungkin berpikir untuk menyuruh orang mengurus diri sendiri. Namun, Yesus mengajak kita untuk terlibat, bukan sekadar melempar tanggung jawab. Cek hatimu: apakah solusimu sudah sesuai dengan cara Yesus?
Tuhan, singkapkan aku dari cara berpikir yang terbatas, dan ajar aku untuk melihat bagaimana Engkau ingin memakai aku dalam memenuhi kebutuhan orang lain. Amin.