Dendam yang menunggu saat yang tepat
Markus 6:19
Yohanes Pembaptis Dibunuh
“Oleh karena itu, Herodias menyimpan dendam terhadap Yohanes dan ingin membunuhnya, tetapi dia tidak bisa.”Markus 6:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,”Markus 6:19 · TB
Terjemahan Baru
“Itulah sebabnya Herodias dendam kepada Yohanes dan ingin membunuh Yohanes, tetapi ia tidak dapat melakukan hal itu, karena dihalang-halangi oleh Herodes.”Markus 6:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Karena alasan itu juga, Herodiana menyimpan dendam terhadap Yohanes Pembaptis dan ingin membunuh dia. Tetapi Herodiana tidak bisa melakukannya”Markus 6:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Therefore Herodias had a quarrel against him, and would have killed him; but she could not:”Markus 6:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 6:19?
Herodias menyimpan dendam kepada Yohanes Pembaptis karena Yohanes menegur pernikahan Herodes dengannya. Dendam ini membuatnya ingin membunuh Yohanes, tetapi ia tidak bisa melakukannya karena Herodes melindungi Yohanes.
Latar belakang
Herodias: musuh yang sabar
Herodias menyimpan dendam tapi tidak bisa melaksanakannya karena Herodes melindungi Yohanes. Ini adalah ketegangan yang disengaja oleh Markus: Herodias sudah memutuskan Yohanes harus mati, tapi harus menunggu momen yang tepat. Kesabaran dalam dendam adalah karakter yang lebih berbahaya dari kemarahan spontan.
Di mana
Istana Herodes, kemungkinan Tiberias
Lingkaran istana dan kehidupan keluarga kerajaan Herodes
Kapan
~28 M
Selama Yohanes dikurung di Machaerus
Yang berbicara
Markus
menggambarkan motivasi Herodias terhadap Yohanes
Kepada
Pembaca Injil Markus
yang mengikuti drama istana Herodes
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐνεῖχεν
eneichen · grudge
Menyimpan dendam, menaruh dalam diri — kata ini menyiratkan sesuatu yang dipegang teguh di dalam, tidak dilepas.
ἤθελεν
ethelēn · wanted
Ingin, menghendaki — keinginan yang kuat dan aktif untuk membunuh Yohanes.
οὐκ ἠδύνατο
ouk edunato · could not
Tidak bisa, tidak mampu — Herodias ingin tapi terhambat oleh perlindungan Herodes atas Yohanes.
Herodias eneichen (menyimpan dendam) dan ethelēn membunuh, tapi ouk edunato — dendam yang tertahan justru menjadi lebih berbahaya dari yang segera dilampiaskan.
Tahukah kamu
Herodias meninggalkan suaminya untuk Herodes
Yosefus, sejarawan Yahudi abad ke-1, mencatat bahwa Herodias meninggalkan suami pertamanya dan menikahi Herodes Antipas. Ini bukan hal sepele di dunia kuno — perempuan yang meninggalkan suaminya untuk menikahi ipar adalah skandal besar.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 6:19
Kejadian 27:41
dendam yang memendam dan menunggu momen
“Esau memendam kebencian terhadap Yakub karena berkat yang telah diberikan ayahnya kepada Yakub. Esau berkata dalam hatinya, 'Hari-hari berkabung karena ayahku sudah hampir tiba; kemudian aku akan membunuh saudaraku Yakub.'”
Amsal 26:24-26
dendam yang disembunyikan di balik penampilan
“Orang yang membenci menyembunyikan dirinya dengan bibirnya, tetapi dalam hatinya dia menyimpan tipu daya.”
Efesus 4:31
peringatan tentang menyimpan kepahitan
“Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, beserta segala kejahatan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 6:19
✕ Sering dikira
Herodias adalah korban yang tidak berdaya dalam sistem patriarki
✓ Yang sebenarnya
Markus menggambarkan Herodias sebagai perencana aktif yang secara sadar menyimpan dendam dan mencari cara untuk membunuh Yohanes.
✕ Sering dikira
Keinginan Herodias membunuh Yohanes disetujui Herodes
✓ Yang sebenarnya
Herodes justru melindungi Yohanes (ay. 20) — Herodias tidak bisa bertindak justru karena suaminya menghalanginya.
Renungan
Renungan Singkat Markus 6:19
Dendam adalah racun yang menguasai hati. Ketika kita disakiti, kita bisa memilih untuk mengampuni atau menyimpan kepahitan, tetapi kepahitan hanya akan merugikan diri sendiri.
Tuhan, tolong aku untuk melepaskan dendam dan mengampuni seperti Engkau mengampuniku. Amin.