Daud makan roti yang hanya untuk imam
Markus 2:26
Orang Lumpuh, Pemungut Pajak, dan Sabat
“Bagaimana dia masuk ke Rumah Allah pada masa Abyatar menjadi Imam Besar, makan roti persembahan yang hanya boleh dimakan oleh para imam, dan dia juga memberikan sebagian kepada orang-orang yang bersamanya?””Markus 2:26 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu--yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam--dan memberinya juga kepada pengikut- pengikutnya?" Markus 2.27–3.5 12”Markus 2:26 · TB
Terjemahan Baru
“(2:25)”Markus 2:26 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Daud masuk ke kemah Allah untuk meminta roti dari imam besar Abiatar. Roti yang diberikan kepada Daud adalah bekas persembahan di ruang kudus. Padahal menurut peraturan hukum Taurat, roti itu hanya boleh dimakan oleh para imam. Tetapi karena mereka memerlukan makanan, maka apa yang dilakukan Daud saat itu tidak dianggap berdosa.””Markus 2:26 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“How he went into the house of God in the days of Abiathar the high priest, and did eat the shewbread, which is not lawful to eat but for the priests, and gave also to them which were with him?”Markus 2:26 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 2:26?
Yesus mengingatkan peristiwa di 1 Samuel 21:1-6, di mana Daud masuk ke Rumah Allah dan memakan roti sajian, yang seharusnya hanya untuk imam. Abyatar adalah nama imam besar pada waktu itu, meskipun Ahimelekh ayahnya yang disebut di kitab Samuel. Poin Yesus adalah bahwa dalam keadaan darurat, hukum ritual dapat dilanggar demi kebutuhan hidup.
Latar belakang
Detail yang membuat argumen lebih kuat
Yesus merinci kisahnya: Daud tidak hanya makan roti persembahan sendiri, dia juga membagikannya kepada pengikut-pengikutnya. Roti persembahan (showbread) adalah 12 roti yang diletakkan di Bait Allah setiap Sabat dan hanya boleh dimakan oleh para imam. Daud melanggar aturan ini dalam kondisi darurat — dan Kitab Suci tidak mengkritiknya.
Di mana
Ladang gandum, Galilea
Diskusi berlanjut di ladang
Kapan
~30 M
Awal pelayanan Yesus di Galilea
Yang berbicara
Yesus
Melanjutkan argumen dengan kisah Daud dan roti persembahan
Kepada
Orang-orang Farisi
Para pengkritik yang mestinya tahu kisah ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
τοὺς ἄρτους τῆς προθέσεως
tous artous tēs protheseōs · bread of the Presence
Roti persembahan/roti hadirat — dua belas roti yang melambangkan dua belas suku Israel, dihadirkan di hadapan Allah.
ἔξεστιν
exestin · lawful
Diizinkan, boleh — kata yang sama dipakai orang Farisi (ouk exestin). Yesus menggunakan kata mereka sendiri.
ἀρχιερέως
archiereos · high priest
Imam Besar — pemimpin tertinggi imamat Yahudi. Menyebut konteks resmi dan penting.
Roti artous tēs protheseōs yang ouk exestin dimakan kecuali oleh imam — tapi Daud memakannya. Dan bahkan dalam konteks archiereos, kisah ini tidak dikutuk. Yesus membangun argumen dari yang paling sakral.
Tahukah kamu
Ada perdebatan soal nama imam di ayat ini
Markus menyebut 'Abyatar menjadi Imam Besar', tapi 1 Samuel 21 menyebut imamnya adalah Ahimelekh, ayah Abyatar. Beberapa penafsir berpendapat Yesus menyebut masa jabatan Abyatar secara umum karena Abyatar lebih terkenal. Ini adalah salah satu problem tekstual yang diperdebatkan sarjana Alkitab.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 2:26
Imamat 24:9
Aturan yang menetapkan roti persembahan hanya untuk imam
“Roti itu harus menjadi milik Harun dan anak-anaknya, yang harus memakannya di tempat yang kudus.”
1 Samuel 21:6
Imam memberikan roti persembahan kepada Daud
“Jadi imam memberikan kepadanya roti yang kudus, sebab tidak ada roti lain di sana kecuali roti sajian yang telah diambil dari hadapan TUHAN.”
Ibrani 4:15
Yesus sebagai Imam Besar yang memahami kebutuhan manusia
“Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 2:26
✕ Sering dikira
Yesus salah menyebut nama imam karena Dia tidak hapal Kitab Suci.
✓ Yang sebenarnya
Masalah nama Abyatar vs. Ahimelekh adalah perdebatan sarjana yang kompleks — ada berbagai penjelasan dan ini tidak membatalkan argumen utama Yesus.
✕ Sering dikira
Kisah ini membuktikan hukum bisa diabaikan kapanpun.
✓ Yang sebenarnya
Yesus menunjuk situasi mendesak yang spesifik (lapar, melarikan diri dari pengejaran) — bukan argumen bahwa hukum bisa diabaikan seenaknya.
Renungan
Renungan Singkat Markus 2:26
Jangan biarkan tradisi atau aturan gereja menghalangi tindakan kasih yang nyata. Tuhan lebih menghargai belas kasihan daripada ritual yang kosong.
Bapa, tolong aku memahami hati-Mu yang mengutamakan belas kasihan, dan berani melangkah keluar dari legalisme. Amin.