Anggur bercampur mur ditolak Yesus
Markus 15:23
Hari Paling Gelap di Golgota
“Mereka menawarkan kepada-Nya anggur bercampur mur, tetapi Dia tidak menerimanya.”Markus 15:23 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu mereka memberi anggur bercampur mur kepada-Nya, tetapi Ia menolaknya.”Markus 15:23 · TB
Terjemahan Baru
“Di situ mereka mau memberi kepada-Nya anggur yang bercampur mur, tetapi Yesus tidak mau minum anggur itu.”Markus 15:23 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Di sana mereka memberikan air anggur yang dicampur getah pohon mur kepada-Nya. Tetapi Dia menolaknya.”Markus 15:23 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they gave him to drink wine mingled with myrrh: but he received it not.”Markus 15:23 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 15:23?
Mereka menawarkan anggur bercampur mur kepada Yesus, mungkin untuk mengurangi rasa sakit, tetapi Yesus menolaknya. Ini menunjukkan bahwa Dia ingin mengalami penderitaan dengan kesadaran penuh, bukan dalam keadaan mati rasa.
Latar belakang
Penolakan obat bius sebelum penyiksaan
Anggur bercampur mur adalah analgesik kuno — semacam obat penenang yang meringankan rasa sakit. Ada tradisi bahwa wanita Yahudi Yerusalem memberi ini kepada terpidana sebagai tindakan belas kasihan. Yesus menolaknya — memilih untuk mengalami penderitaan itu dengan penuh kesadaran.
Di mana
Golgota — Yerusalem
Sesaat sebelum penyaliban — tahanan biasanya diberi minuman ini
Kapan
~30 M
Jumat pagi — sesaat sebelum penyaliban
Yang berbicara
Narator (Markus)
murid Petrus, mencatat detail yang banyak diabaikan pembaca
Kepada
Pembaca Injil Markus
pembaca yang perlu memahami pilihan sadar Yesus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐσμυρνισμένον οἶνον
esmyrnismenon oinon · anggur bercampur mur
Anggur yang dicampur mur — minuman yang secara medis meringankan rasa sakit, bukan sekadar anggur biasa
ἐδίδουν
edidoun · menawarkan
Imperfek — mereka terus menawarkan, bukan hanya sekali. Yesus menolak penawaran berulang itu
οὐκ ἔλαβεν
ouk elaben · tidak menerimanya
Penolakan aktif dan sadar — Yesus tidak terlupa, Dia memilih untuk tidak menerima
Penolakan ini adalah keputusan teologis, bukan heroisme kosong. Yesus memilih menanggung penderitaan dengan penuh kesadaran — tidak mati dengan pikiran yang diburamkan obat bius. Kematian-Nya adalah pilihan yang sepenuhnya sadar.
Tahukah kamu
Rempah sebagai obat di dunia kuno
Mur (myrrh) memiliki efek analgesik yang diakui dalam pengobatan kuno. Penelitian modern mengkonfirmasi bahwa mur mengandung senyawa yang memblokir reseptor rasa sakit. Jadi ini bukan sekadar minuman enak — itu adalah obat pereda nyeri yang nyata.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 15:23
Matius 27:34
Matius menyebut empedu, bukan mur — mungkin campuran berbeda atau versi yang sama
“Mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Yesus mencicipinya, Ia tidak mau meminumnya.”
Mazmur 69:21
nubuat yang ini dan minuman di salib menggenapi
“Mereka memberi aku makan racun, dan pada waktu aku haus mereka memberi aku minum cuka.”
Markus 14:25
Yesus berjanji tidak minum anggur hingga Kerajaan Allah
“Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai pada hari aku meminumnya, yaitu yang baru, dalam Kerajaan Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 15:23
✕ Sering dikira
Yesus menolak anggur itu karena Dia tidak suka mur.
✓ Yang sebenarnya
Yesus menolak secara sadar karena Dia ingin menghadapi kematian dengan pikiran penuh — ini adalah keputusan teologis tentang kesadaran penuh dalam penderitaan.
✕ Sering dikira
Tawaran ini datang dari prajurit Romawi yang jahat untuk menambah penderitaan.
✓ Yang sebenarnya
Ada tradisi di mana wanita Yahudi Yerusalem memberikan minuman ini sebagai belas kasihan kepada terpidana. Ini kemungkinan tindakan belas kasihan, bukan kejahatan.
Renungan
Renungan Singkat Markus 15:23
Yesus tidak menghindari penderitaan, tetapi menghadapinya dengan kepala jernih. Kita pun bisa menghadapi masalah dengan jujur, tanpa berusaha melarikan diri, karena Tuhan memberi kekuatan.
Tuhan, berikan aku keberanian untuk menghadapi penderitaan dengan jujur, dan tidak lari dari kenyataan. Amin.