Berdoa sambil merebahkan diri ke tanah
Markus 14:35
Malam Tergelap Sebelum Fajar
“Setelah pergi sedikit jauh, Yesus merebahkan diri ke atas tanah dan berdoa bahwa jika mungkin saat jam itu boleh berlalu dari-Nya.”Markus 14:35 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.”Markus 14:35 · TB
Terjemahan Baru
“Yesus pergi lebih jauh sedikit lalu tersungkur ke tanah dan berdoa. Dalam doa-Nya Ia minta kalau boleh Ia tidak usah mengalami saat penderitaan itu.”Markus 14:35 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Yesus pun berjalan sedikit jauh dari mereka, lalu sujud dan berdoa supaya Dia— kalau Allah menghendaki— bisa lepas dari kesusahan yang sudah dekat.”Markus 14:35 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he went forward a little, and fell on the ground, and prayed that, if it were possible, the hour might pass from him.”Markus 14:35 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 14:35?
Yesus berdoa dengan sujud (merebahkan diri) dan memohon agar 'cawan' penderitaan berlalu dari-Nya, jika mungkin. Ini menunjukkan ketaatan dan kerendahan hati Yesus di hadapan Bapa, yang rela menjalani kehendak Allah.
Latar belakang
Doa yang paling jujur yang pernah diucapkan
Yesus merebahkan diri ke tanah — postur yang paling rendah dalam doa Yahudi. Dan isi doanya jujur: 'jika mungkin saat jam itu boleh berlalu dari-Nya.' Ini bukan doa yang indah secara religius — ini doa yang jujur. Yesus tidak berpura-pura senang menghadapi penyaliban. Dia memohon kalau ada cara lain.
Di mana
Getsemani, sedikit lebih jauh dari tiga murid
Tanah terbuka di bawah pohon zaitun, tengah malam
Kapan
~30 M
Tengah malam sebelum penangkapan
Yang berbicara
Markus (narasi)
yang menggambarkan postur fisik dan isi doa Yesus
Kepada
Pembaca Injil
yang melihat kerendahan hati Yesus di depan Allah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἔπιπτεν
epipton · merebahkan diri
Jatuh ke depan atau merebahkan diri — kata yang menggambarkan gerakan ke bawah yang dramatis. Bukan sekadar berlutut tapi benar-benar menyungkur ke tanah.
εἰ δυνατόν ἐστιν
ei dynaton estin · jika mungkin
Jika ada kemungkinan atau jika bisa — bukan pernyataan tapi pertanyaan yang terbuka. Yesus tidak berasumsi ada cara lain; Dia bertanya apakah ada.
ἡ ὥρα
hē hōra · saat jam itu
Jam itu atau saat itu — Yohanes menggunakan 'jam' (hōra) sebagai istilah teknis untuk penderitaan dan kematian Yesus. Ini bukan waktu biasa tapi kairos — momen yang menentukan.
'Epipton' (merebahkan diri) + 'ei dynaton' (jika mungkin) + 'hōra' (jam kritis) — postur kerendahan total + pertanyaan terbuka + momen paling berat: inilah doa yang paling manusiawi yang pernah diucapkan.
Tahukah kamu
Postur doa Yahudi
Dalam tradisi Yahudi, doa biasanya dilakukan berdiri. Merebahkan diri ke tanah (prostras) adalah postur untuk momen paling dramatis — seperti Musa di Sinai, atau Ezra saat mendengar dosa umat. Yesus memilih postur yang paling rendah, yang paling menunjukkan kebergantungan total pada Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 14:35
Bilangan 16:22
sujud ke tanah dalam doa di momen krisis
“Musa dan Harun sujud pada wajah mereka dan berkata: Ya Allah...”
Yohanes 12:23
'jam' dalam Yohanes selalu berarti momen penderitaan dan kemuliaan sekaligus
“Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.”
Ibrani 5:7
penulis Ibrani menggambarkan doa Getsemani ini
“Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 14:35
✕ Sering dikira
Doa ini menunjukkan Yesus tidak sepenuhnya percaya kepada rencana Allah
✓ Yang sebenarnya
Doa yang jujur adalah doa kepercayaan — Yesus membawa ketidakinginan-Nya langsung kepada Bapa, bukan kepada siapa pun yang lain. Itu kepercayaan, bukan keraguan.
✕ Sering dikira
Merebahkan diri ke tanah adalah tindakan kelemahan yang tidak pantas bagi Anak Allah
✓ Yang sebenarnya
Justru kerendahan diri di depan Allah adalah ekspresi kebesaran hati, bukan kelemahan. Yesus yang merebahkan diri memperlihatkan kebergantungan sejati kepada Bapa.
Renungan
Renungan Singkat Markus 14:35
Dalam doa, kita boleh mengungkapkan keinginan kita dengan jujur kepada Tuhan, tetapi pada akhirnya kita harus menyerahkan diri pada kehendak-Nya yang lebih baik. Ketaatan adalah sikap hati yang mau menerima rencana Tuhan.
Bapa, ajari aku untuk berdoa dengan jujur dan tunduk pada kehendak-Mu, sekalipun itu berat. Amin.