Batu yang ditolak menjadi batu penjuru
Markus 12:10
Perdebatan Besar di Bait Allah
“Belum pernahkah kamu membaca ayat Kitab Suci ini: ‘Batu yang ditolak oleh tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru.”Markus 12:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang- Markus 12.11–15 74 tukang bangunan telah menjadi batu penjuru:”Markus 12:10 · TB
Terjemahan Baru
“Kalian tentunya sudah membaca ayat ini dalam Alkitab, 'Batu yang tidak terpakai oleh tukang-tukang bangunan sudah menjadi batu yang terutama.”Markus 12:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Yesus berkata lagi kepada mereka, “Kalian sudah membaca Firman Allah, bukan?! Karena ada tertulis,‘Batu yang dianggap tidak berguna oleh tukang-tukang bangunan, sudah dijadikan Allah sebagai batu fondasi yang utama.”Markus 12:10 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And have ye not read this scripture; The stone which the builders rejected is become the head of the corner:”Markus 12:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 12:10?
Yesus mengutip Mazmur 118:22-23 tentang 'batu yang dibuang tukang bangunan' menjadi 'batu penjuru'. Dia sendiri adalah batu yang ditolak oleh para pemimpin agama, tetapi justru menjadi dasar keselamatan yang utama. Ini menunjukkan bahwa meskipun ditolak, Yesus adalah Mesias yang dinanti.
Latar belakang
Akhir cerita yang tidak terduga
Setelah perumpamaan yang gelap, Yesus mengutip Mazmur 118 — persis mazmur yang dinyanyikan saat Dia masuk Yerusalem dua hari sebelumnya dengan seruan 'Hosana'. Yang ditolak tidak menjadi abu — yang ditolak menjadi fondasi. Ini adalah deklarasi kebangkitan sebelum kebangkitan itu terjadi.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Pelataran luar Bait Allah
Kapan
~30 M
Minggu Suci — Selasa
Yang berbicara
Yesus
mengutip Mazmur 118 — mazmur Haleluya yang akrab bagi pendengar-Nya
Kepada
Pemimpin Yahudi dan orang banyak
yang baru saja menyanyikan Mazmur 118 saat Yesus masuk Yerusalem dua hari lalu
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
λίθον ὃν ἀπεδοκίμασαν
lithon hon apedokimasan · rejected stone
Batu yang diperiksa dan ditolak — apodokimazo berarti menolak setelah pengujian; bukan diabaikan, tapi dievaluasi lalu dibuang.
οἰκοδομοῦντες
oikodomountes · builders
Para pembangun — merujuk ke mereka yang memiliki otoritas arsitektur; secara ironis adalah para pemimpin Yahudi.
κεφαλὴν γωνίας
kephalen gonias · cornerstone
Kepala sudut atau batu penjuru — batu terpenting dalam bangunan, menentukan arah dan kestabilan seluruh struktur.
Apedokimasan (ditolak setelah diperiksa) dan kephalen gonias (kepala sudut) membentuk paradoks: yang dibuang setelah dievaluasi justru menjadi yang paling penting dalam seluruh bangunan.
Tahukah kamu
Mazmur 118 di perayaan Paskah
Mazmur 118 adalah penutup dari Hallel (Mazmur 113-118), yang dinyanyikan di seder Paskah. Ketika orang banyak menyambut Yesus di Minggu Palma dengan 'Hosana', mereka mengutip Mazmur 118:25-26. Yesus kini meneruskan ke ayat 22-23 dari mazmur yang sama — ayat tentang yang ditolak menjadi fondasi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 12:10
Mazmur 118:22-23
sumber kutipan Yesus langsung
“Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru”
Kisah Para Rasul 4:11
Petrus mengidentifikasi Yesus sebagai batu penjuru secara eksplisit
“Yesus adalah batu yang dibuang oleh kamu, para pembangun, yang telah menjadi batu penjuru”
Efesus 2:20
Paulus memakai gambaran batu penjuru untuk gereja sebagai bangunan ilahi
“dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 12:10
✕ Sering dikira
Batu penjuru hanya metafora kepentingan tanpa makna spesifik
✓ Yang sebenarnya
Batu penjuru adalah batu yang menentukan sudut dan kestabilan seluruh struktur — tanpanya bangunan runtuh. Ini bukan sekadar 'penting'.
✕ Sering dikira
Kutipan ini muncul tiba-tiba tidak terhubung ke perumpamaan
✓ Yang sebenarnya
Ini kelanjutan logis: anak yang dibunuh dan dibuang (perumpamaan) adalah batu yang ditolak (Mazmur) — keduanya merujuk ke Yesus.
Renungan
Renungan Singkat Markus 12:10
Tuhan sering memakai hal-hal yang diremehkan orang untuk hal-hal besar. Jangan meremehkan orang yang tampak sederhana, karena Allah dapat memakainya dengan luar biasa.
Tuhan, bukalah mataku untuk melihat nilai yang Engkau berikan pada hal-hal yang tampak remeh, dan ajar aku untuk menghargai setiap orang, Amin.