Batu yang dibuang jadi fondasi utama
Kisah Para Rasul 4:11
Ditangkap, Tapi Tak Bisa Dibungkam
“Yesus ini adalah: ‘Batu yang ditolak oleh kamu, tukang-tukang bangunan, yang telah menjadi Batu Penjuru.’”Kisah Para Rasul 4:11 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--,namun ia telah menjadi batu penjuru. Kisah Para Rasul 4.12–17 19”Kisah Para Rasul 4:11 · TB
Terjemahan Baru
“Yesus inilah yang dimaksudkan oleh ayat ini dalam Alkitab, 'Batu yang tidak terpakai oleh kamu tukang-tukang bangunan, ternyata menjadi batu yang terutama.'”Kisah Para Rasul 4:11 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Yesus itulah yang digambarkan dalam Firman Allah sebagai‘Batu fondasi yang dianggap tidak berguna oleh tukang-tukang bangunan’— yaitu kalian sendiri, tetapi Dia ‘sudah dijadikan Allah sebagai batu fondasi yang terutama.’”Kisah Para Rasul 4:11 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“This is the stone which was set at nought of you builders, which is become the head of the corner.”Kisah Para Rasul 4:11 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 4:11?
Petrus mengutip Mazmur 118:22, menyebut Yesus sebagai batu yang dibuang oleh tukang bangunan tetapi menjadi batu penjuru. Ini adalah gambaran Yesus yang ditolak oleh para pemimpin Israel namun diangkat oleh Allah menjadi fondasi yang penting.
Latar belakang
Mengutip Mazmur untuk menjelaskan Yesus
Petrus mengutip Mazmur 118:22, ayat yang sangat dikenal di tradisi Yahudi. Dalam konteks bangunan, 'batu penjuru' adalah batu terpenting yang menahan seluruh struktur. Petrus berkata: Yesus, yang kalian tolak, adalah batu penjuru itu.
Di mana
Ruang sidang Sanhedrin, Yerusalem
Petrus mengutip kitab suci kepada para ahli kitab suci
Kapan
~30 M
Gereja mula-mula di bawah tekanan
Yang berbicara
Petrus
Nelayan dari Galilea, pemimpin para rasul
Kepada
Sanhedrin
71 anggota majelis tertinggi Yahudi di Yerusalem
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ὁ λίθος ὁ ἐξουθενηθείς
ho lithos ho exouthenētheis · batu yang ditolak
batu yang dianggap tidak bernilai dan disingkirkan
ὑφ' ὑμῶν τῶν οἰκοδόμων
hyph' hymōn tōn oikodomōn · tukang-tukang bangunan
para pembangun — di sini Petrus menyebut 'kamu' langsung kepada para pemimpin
κεφαλὴν γωνίας
kephalēn gōnias · Batu Penjuru
batu kepala sudut — batu terpenting dalam fondasi, yang menentukan posisi seluruh bangunan
Batu yang dibuang (exouthenētheis) oleh para pembangun (oikodomōn) justru menjadi kephalēn gōnias — batu penjuru utama. Pembalikan total: yang ditolak menjadi yang paling penting.
Tahukah kamu
Yesus mengutip ayat yang sama tentang diri-Nya
Di Lukas 20:17, Yesus sendiri mengutip Mazmur 118:22 dan menerapkannya pada diri-Nya dalam perumpamaan penggarap kebun anggur. Petrus menggunakan ayat yang sama yang Yesus ajarkan kepadanya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 4:11
Mazmur 118:22
sumber kutipan Petrus
“Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.”
Lukas 20:17
Yesus mengutip ayat yang sama
“Yesus memandang mereka dan berkata, 'Lalu, apakah arti yang tertulis ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, batu itulah yang telah menjadi batu penjuru?'”
1 Petrus 2:7
Petrus memakai kutipan ini lagi di suratnya
“Kehormatan itu bagi kamu yang percaya, tetapi bagi yang tidak percaya, 'Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, inilah yang menjadi batu penjuru.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 4:11
✕ Sering dikira
"Petrus mengutip ayat ini hanya sebagai pujian kepada Yesus."
✓ Yang sebenarnya
Ini tuduhan langsung — 'kamu, tukang-tukang bangunan' yang membuang batu itu. Petrus menunjuk langsung kepada para hakim di depannya.
✕ Sering dikira
"Batu penjuru hanya metafora yang tidak penting."
✓ Yang sebenarnya
Dalam arsitektur kuno, batu penjuru adalah batu paling kritis — tanpanya seluruh bangunan runtuh. Klaim ini sangat kuat.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 4:11
Terkadang kita merasa ditolak atau diabaikan, tetapi Allah dapat memakai kita dengan cara yang luar biasa. Yesus adalah teladan: meskipun ditolak, Dia menjadi batu penjuru bagi semua orang percaya.
Tuhan, ketika aku merasa ditolak, ingatkan aku bahwa Engkau dapat memakainya untuk kemuliaan-Mu. Amin.