Meninggalkan orang tua untuk bersatu
Markus 10:7
Pernikahan, Anak-Anak, dan Harta
“Karena itu, seorang laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya.”Markus 10:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,”Markus 10:7 · TB
Terjemahan Baru
“Itu sebabnya laki-laki akan meninggalkan ibu bapaknya dan bersatu dengan istrinya,”Markus 10:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“‘Oleh karena itulah, dalam pernikahan, seorang laki-laki akan meninggalkan ayah ibunya dan dipersatukan dengan seorang istri,”Markus 10:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For this cause shall a man leave his father and mother, and cleave to his wife;”Markus 10:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 10:7?
Ayat ini mengutip Kejadian 2:24, yang menjelaskan bahwa pernikahan adalah ikatan yang sangat kuat, bahkan lebih kuat daripada ikatan dengan orang tua. Seorang pria dan wanita yang menikah dipersatukan sedemikian rupa sehingga mereka menjadi satu kesatuan yang baru, terpisah dari keluarga asal mereka.
Latar belakang
Pernikahan sebagai ikatan yang memutuskan ikatan
Ayat ini dari Kejadian 2:24 — tapi perhatikan paradoksnya: untuk bersatu dengan pasangan, seseorang harus meninggalkan ikatan paling kuat sebelumnya (ayah dan ibu). Pernikahan bukan hanya perjanjian baru — ia menuntut prioritas ulang yang radikal. Ini bukan tentang tidak menghormati orang tua, tapi tentang kesetiaan yang mengambil alih posisi teratas.
Di mana
Perea
Dalam perdebatan terbuka di hadapan orang banyak
Kapan
~30 M
Yesus menjelaskan standar pernikahan dari Kejadian
Yang berbicara
Yesus (mengutip Kejadian 2:24)
guru yang mengutip teks penciptaan untuk menjelaskan pernikahan
Kepada
Orang-orang Farisi
pemuka agama yang menguji Yesus soal perceraian
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
καταλείψει
kataleipsei · meninggalkan
Meninggalkan secara permanen — bukan pergi sementara. Kata yang kuat yang menunjukkan pemutusan ketergantungan, bukan sekadar berpindah tempat tinggal.
προσκολληθήσεται
proskollethessetai · bersatu
Melekat erat, seperti lem — dari kata 'kolla' (lem). Menggambarkan ikatan yang tidak mudah dilepas, bukan hanya kedekatan emosional.
γυναῖκα
gynaika · istrinya
Perempuan atau istri — dalam konteks ini jelas berarti pasangan hidup resmi.
'Meninggalkan' dan 'melekat' adalah dua tindakan aktif yang mendefinisikan pernikahan — keduanya menuntut keputusan dan komitmen, bukan sekadar perasaan.
Tahukah kamu
Siapa yang mengucapkan ayat ini di Kejadian?
Menariknya, di Kejadian 2:24 tidak ada yang jelas-jelas mengucapkan kalimat ini — itu seperti komentar penulis. Tradisi Yahudi menganggapnya sebagai ucapan Allah sendiri, dan Yesus memperlakukannya persis demikian.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 10:7
Kejadian 2:24
teks asli yang dikutip Yesus
“Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya...”
Efesus 5:31
Paulus juga mengutip ayat ini dalam konteks pernikahan Kristen
“Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya...”
Rut 1:14
contoh nyata 'melekat' — komitmen total Rut pada Naomi
“Orpa mencium mertuanya itu sambil menangis, tetapi Rut tetap berpaut padanya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 10:7
✕ Sering dikira
'Meninggalkan ayah dan ibu' berarti seseorang tidak perlu lagi menghormati orang tua setelah menikah
✓ Yang sebenarnya
Ini soal prioritas dan loyalitas utama, bukan tentang memutus hubungan. Seseorang tetap menghormati orang tua, tapi pasangan hidup menjadi prioritas pertama.
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya berlaku untuk laki-laki, bukan perempuan
✓ Yang sebenarnya
Meski kata ganti di teks Ibrani asli adalah laki-laki, prinsipnya berlaku timbal balik — Yesus menggunakannya sebagai standar untuk kedua pihak dalam pernikahan.
Renungan
Renungan Singkat Markus 10:7
Pernikahan bukan sekadar kontrak, tetapi sebuah ikatan kudus yang mengubah prioritas hidup. Ketika menikah, kita dipanggil untuk membangun rumah tangga baru dengan pasangan sebagai prioritas utama, bukan tetap terikat pada orang tua atau keluarga lama.
Tuhan, ajar kami untuk menghargai ikatan pernikahan sebagai sesuatu yang kudus dan memberi tempat yang tepat bagi pasangan kami dalam hidup ini. Amin.