Para tamu bertanya-tanya dalam hati
Lukas 7:49
Perempuan yang Menuang Cinta
“Orang-orang yang duduk makan bersama Yesus mulai bertanya-tanya dalam hati mereka, “Siapakah Orang ini sehingga Ia dapat mengampuni dosa?””Lukas 7:49 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?"”Lukas 7:49 · TB
Terjemahan Baru
“Orang-orang lain yang duduk makan bersama Yesus mulai berkata satu sama lain, "Siapa orang ini sampai dapat mengampuni dosa?"”Lukas 7:49 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Para tamu lain yang sedang makan bersama di situ mulai berkata dalam hati mereka masing-masing, “Lancang sekali orang ini berkata begitu! Tidak seorang pun dapat mengampuni dosa manusia selain Allah sendiri.””Lukas 7:49 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they that sat at meat with him began to say within themselves, Who is this that forgiveth sins also?”Lukas 7:49 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 7:49?
Orang-orang yang ikut makan bertanya-tanya siapa Yesus yang bisa mengampuni dosa. Ini menunjukkan bahwa Yesus dianggap memiliki otoritas ilahi yang hanya dimiliki Allah. Pertanyaan ini mengarah pada pengakuan bahwa Yesus bukan sekadar nabi, tetapi memiliki kuasa untuk mengampuni dosa, yang merupakan hak prerogatif Allah semata.
Latar belakang
Pertanyaan yang tepat dari para tamu
Para tamu menyimpan pertanyaan yang sangat tepat: 'Siapakah Orang ini sehingga Ia dapat mengampuni dosa?' Di dalam Yudaisme, hanya Allah yang bisa mengampuni dosa. Dengan mengampuni dosa, Yesus sedang membuat klaim implisit tentang identitas-Nya — dan para tamu menangkap klaimnya.
Di mana
Rumah Simon orang Farisi, Galilea
Para tamu bereaksi terhadap pernyataan Yesus yang mengampuni dosa
Kapan
~28 M
Pelayanan Yesus di Galilea
Yang berbicara
Para tamu di meja makan
orang-orang yang menyaksikan seluruh kejadian dan kini terkejut
Kepada
Satu sama lain (percakapan dalam hati)
para tamu yang menyaksikan deklarasi pengampunan Yesus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἤρξαντο λέγειν
ērxanto legein · bertanya-tanya
Mulai berkata-kata — ada pergerakan dalam pikiran mereka, bukan hanya satu momen kaget.
Τίς
Tis · Siapakah
Siapa — pertanyaan identitas. Ini bukan pertanyaan tentang otoritas formal tapi tentang siapa Yesus sebenarnya.
ἀφιησιν ἁμαρτίας
aphiēsin hamartias · mengampuni dosa
Mengampuni dosa — present tense, Yesus sedang melakukannya sekarang. Ini bukan masa lalu atau janji.
Pertanyaan 'siapakah Orang ini?' adalah pertanyaan yang tepat — dan Lukas sengaja membiarkannya menggantung. Seluruh Injil Lukas adalah jawaban atas pertanyaan ini.
Tahukah kamu
Reaksi yang sama dengan di Lukas 5
Di Lukas 5:21, saat Yesus mengampuni dosa orang lumpuh, ahli Taurat berpikir: 'Siapakah orang ini yang menghujat Allah? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah sendiri?' Reaksi yang sama muncul lagi di sini — pertanyaan yang sama, dari kelompok berbeda.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 7:49
Lukas 5:21
reaksi yang sama terhadap pengampunan Yesus
“Siapakah orang ini yang menghujat Allah? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah sendiri?”
Yesaya 43:25
hanya Allah yang mengampuni dosa
“Aku, Akulah yang menghapus dosa-dosamu demi Aku sendiri.”
Daniel 9:9
pengampunan sebagai sifat ilahi
“Pada Tuhan, Allah kami, ada belas kasihan dan pengampunan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 7:49
✕ Sering dikira
Para tamu bereaksi dengan marah atau permusuhan terhadap Yesus
✓ Yang sebenarnya
Lukas menggambarkan 'bertanya-tanya dalam hati' — ini bukan kemarahan, tapi kebingungan teologis yang jujur. Mereka tidak menyerang, mereka bertanya.
✕ Sering dikira
Para tamu mempertanyakan legitimasi Yesus karena mereka adalah orang Farisi yang benci Yesus
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah pertanyaan yang valid secara teologis — siapa yang bisa mengampuni dosa? Pertanyaan itu tepat, bahkan meski motivasi pengaju pertanyaan mungkin berbeda.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 7:49
Pernahkah kita merasa heran akan kasih karunia Allah yang begitu besar? Ketika kita menyadari bahwa Yesus sanggup mengampuni dosa-dosa kita yang paling dalam, respons kita seharusnya adalah kekaguman dan syukur. Jangan biarkan keraguan merampas sukacita pengampunan yang telah dianugerahkan.
Tuhan, mampukan aku untuk merasakan heran dan kagum akan kuasa pengampunan-Mu yang ajaib, dan hidup dalam ucapan syukur setiap hari. Amin.