Jangan menghakimi supaya tidak dihakimi
Lukas 6:37
Sabat, Belas Kasihan, dan Cara Hidup Baru
““Jangan menghakimi supaya kamu tidak dihakimi. Jangan menghukum supaya kamu tidak dihukum. Ampunilah dan kamu akan diampuni.”Lukas 6:37 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.”Lukas 6:37 · TB
Terjemahan Baru
“"Janganlah menghakimi orang lain, supaya kalian sendiri juga jangan dihakimi oleh Allah. Janganlah menghukum orang lain, supaya kalian sendiri juga jangan dihukum Allah. Ampunilah orang lain, supaya Allah juga mengampuni kalian.”Lukas 6:37 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Janganlah menjadikan dirimu hakim atas kesalahan orang lain, supaya kamu juga tidak akan dihakimi dengan cara yang sama. Maafkanlah orang lain, maka Allah akan mengampunimu.”Lukas 6:37 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Judge not, and ye shall not be judged: condemn not, and ye shall not be condemned: forgive, and ye shall be forgiven:”Lukas 6:37 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 6:37?
Ayat ini mengajarkan agar kita tidak menghakimi atau menghukum orang lain, karena kita sendiri juga butuh pengampunan. Ketika kita mengampuni, kita akan diampuni. Ini menekankan sikap rendah hati dan penuh belas kasihan, bukan berarti kita tidak boleh menilai sama sekali, tetapi harus dengan kasih dan tanpa sikap menghakimi.
Latar belakang
Tiga pasang perintah yang saling berhubungan
Ayat 37 berisi tiga pasang perintah: jangan hakimi ↔ tidak dihakimi; jangan hukum ↔ tidak dihukum; ampuni ↔ diampuni. Masing-masing adalah prinsip timbal balik yang menunjukkan bahwa cara kita memperlakukan orang lain membentuk bagaimana kita sendiri akan diperlakukan — oleh sesama manusia dan oleh Allah.
Di mana
Dataran di Galilea
Pengajaran yang terus mengalir dari tema kasih ke tema penilaian
Kapan
~28 M
Khotbah di Dataran, bagian relasi dan penilaian
Yang berbicara
Yesus
Beralih ke topik baru: sikap menghakimi orang lain
Kepada
Murid-murid dan kerumunan
Orang-orang yang punya kecenderungan alami untuk menilai dan menghakimi sesama
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
κρίνετε
menghakimi · judge
Bertindak sebagai hakim atas orang lain, menentukan nilai atau nasib mereka
καταδικάζετε
menghukum · condemn
Menjatuhkan vonis bersalah, lebih kuat dari sekadar menilai
ἀπολύετε
ampunilah · forgive
Harfiah 'lepaskan' — membebaskan orang dari hutang kesalahan yang kamu pegang
Ketiga kata ini membentuk spektrum sikap terhadap sesama: κρίνετε (nilai), καταδικάζετε (hakimi), ἀπολύετε (lepaskan). Yesus melarang dua yang pertama dan memerintahkan yang ketiga.
Tahukah kamu
Kata 'menghakimi' di sini bukan berarti membuat semua penilaian
Kata κρίνετε (menghakimi) bukan berarti sama sekali tidak boleh membedakan yang baik dan buruk. Konteksnya adalah penghakiman yang menempatkan diri sebagai hakim atas orang lain — seolah kita punya posisi untuk menentukan nilai dan nasib seseorang.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 6:37
Matius 7:1-2
Versi paralel yang lebih panjang dengan penjelasan mekanismenya
“Jangan menghakimi supaya kamu tidak dihakimi. Sebab dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi”
Roma 2:1
Paulus menerapkan prinsip yang sama: menghakimi orang lain berarti menghakimi diri sendiri
“Oleh sebab itu, hai manusia, siapa pun kamu yang menghakimi orang lain, kamu tidak dapat berdalih. Sebab dalam hal yang sama kamu menghakimi dirimu sendiri”
Yakobus 4:12
Hanya Allah yang punya hak menjadi hakim absolut
“Hanya ada satu yang menjadi pembuat hukum dan hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 6:37
✕ Sering dikira
Yesus melarang semua penilaian moral, termasuk mengatakan sesuatu itu benar atau salah
✓ Yang sebenarnya
Yesus tidak melarang penilaian moral — Ia melarang mengambil posisi sebagai hakim atas nilai dan nasib orang lain
✕ Sering dikira
Jangan menghakimi berarti hakim dan pengadilan tidak boleh ada
✓ Yang sebenarnya
Ini tentang sikap pribadi dalam relasi, bukan tentang sistem hukum yang diperlukan untuk ketertiban masyarakat
Renungan
Renungan Singkat Lukas 6:37
Sebelum mengkritik orang lain, introspeksi diri dulu dan ingat bahwa kita juga pernah salah. Cobalah untuk mengganti komentar negatif dengan doa dan dukungan.
Tuhan, ajar aku untuk tidak menghakimi dan mengampuni seperti Engkau telah mengampuniku. Amin.