Beri kepada yang meminta, jangan minta kembali
Lukas 6:30
Sabat, Belas Kasihan, dan Cara Hidup Baru
“Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu, dan jika seseorang mengambil milikmu, janganlah memintanya kembali.”Lukas 6:30 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.”Lukas 6:30 · TB
Terjemahan Baru
“Kalau orang minta sesuatu kepadamu, berikanlah itu kepadanya; dan kalau milikmu dirampas, janganlah memintanya kembali.”Lukas 6:30 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kalau ada orang yang meminta sesuatu kepadamu, berikanlah itu kepadanya. Dan kalau ada yang merampas milikmu, jangan memintanya kembali.”Lukas 6:30 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Give to every man that asketh of thee; and of him that taketh away thy goods ask them not again.”Lukas 6:30 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 6:30?
Lukas 6:30 mengajarkan sikap murah hati tanpa batas: beri kepada siapa pun yang meminta, dan jangan menuntut kembali apa yang diambil orang. Ini menekankan kemurahan yang tidak egois, yang mencerminkan karakter Allah yang memberi dengan cuma-cuma. Namun, ini juga harus dipahami dengan bijaksana, bukan berarti kita harus membiarkan diri dimanfaatkan secara tidak sehat.
Latar belakang
Kemurahan yang tidak menghitung
Yesus menyentuh dua hal: memberi kepada yang meminta, dan tidak menuntut kembali dari yang mengambil. Ini sangat kontras dengan norma ekonomi kuno di mana hutang harus dikembalikan dan reputasi dijaga lewat timbal balik. Yesus minta hidup yang tidak dikendalikan oleh perhitungan balasan.
Di mana
Dataran di Galilea
Pengajaran tentang kasih yang aktif dan kemurahan hati
Kapan
~28 M
Khotbah di Dataran, prinsip kemurahan hati
Yang berbicara
Yesus
Mengajarkan kemurahan hati yang tidak menghitung untung rugi
Kepada
Yang mendengarkan Yesus
Orang-orang yang hidup dalam ekonomi di mana meminta kembali adalah normal
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
δίδου
berilah · give
Imperatif present: terus-menerus memberi, bukan hanya sekali
αἰτοῦντί
yang meminta · asks
Siapapun yang meminta — tidak ada kualifikasi tentang siapa yang layak
ἀπαίτει
memintanya kembali · demand back
Menuntut kembali dengan otoritas — kata yang kuat, bukan sekadar bertanya
Dua kata ini berpasangan: δίδου (beri terus) dan μὴ ἀπαίτει (jangan tuntut kembali) — keduanya adalah imperatif yang terus-menerus. Kemurahan ini bukan sekali saja tapi gaya hidup.
Tahukah kamu
Ekonomi abad pertama sangat bergantung pada timbal balik
Dalam dunia Romawi-Yunani, kemurahan hati selalu mengharapkan balasan (patronase). Memberi tanpa mengharap kembali dianggap bodoh atau tidak beradab. Yesus sedang menghancurkan fondasi sistem ekonomi sosial yang berlaku.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 6:30
Ulangan 15:7-8
Prinsip kemurahan yang sudah ada dalam Taurat
“Apabila ada di antara saudaramu seorang yang miskin... janganlah kamu mengeraskan hatimu dan menggenggam tanganmu terhadap saudaramu yang miskin itu, tetapi bukalah tanganmu”
Lukas 6:38
Prinsip yang dibalik: kemurahan mendatangkan kelimpahan kembali
“Berilah dan akan diberikan kepadamu: suatu takaran yang baik, dipadatkan, diguncangkan dan berlimpah”
2 Korintus 9:7
Semangat yang sama: memberi bukan karena terpaksa atau kalkulasi
“Hendaklah masing-masing memberi menurut keputusan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 6:30
✕ Sering dikira
Yesus mengajarkan bahwa semua hutang boleh tidak dibayar
✓ Yang sebenarnya
Ini tentang sikap pemberi, bukan tentang menghapus kewajiban peminjam untuk mengembalikan
✕ Sering dikira
Memberi kepada semua yang meminta berarti tidak boleh ada pertimbangan sama sekali
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah prinsip kemurahan hati, bukan larangan menggunakan hikmat dalam pemberian
Renungan
Renungan Singkat Lukas 6:30
Kita bisa mulai dengan memberi tanpa mengharapkan imbalan, baik itu waktu, harta, atau perhatian. Saat seseorang mengambil sesuatu dari kita, belajarlah untuk melepaskannya dengan sukacita, karena semua yang kita miliki adalah anugerah Allah.
Ya Bapa, ajarilah aku menjadi pribadi yang murah hati, memberi dengan sukacita dan tanpa pamrih, seperti Engkau telah memberi kepada kami. Amin.