Mengapa murid-murid Yesus tidak berpuasa?

Lukas 5:33-39

Orang Farisi Membandingkan Murid Yohanes dan Yesus

Latar belakang

Puasa sebagai barometer kesalehan

Dalam tradisi Yahudi, puasa adalah tanda keseriusan rohani. Murid Yohanes berpuasa (Yohanes terkenal asketis). Murid-murid Farisi berpuasa dua kali seminggu (Senin dan Kamis). Tapi murid-murid Yesus baru saja duduk di pesta besar. Kontrasnya sangat mencolok dan memancing pertanyaan yang sah secara rohani.

Di mana

Kemungkinan masih di sekitar rumah Lewi

Percakapan yang berlanjut setelah pesta di rumah Lewi

Kapan

~28 M

Awal pelayanan Yesus di Galilea

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Yesus menjelaskan misinya kepada orang berdosa
Yesus menjawab dengan perumpamaan pengantin
Kamu di sini
O

Yang berbicara

Orang Farisi dan murid Yohanes

Para pengkritik yang membandingkan praktik murid Yesus dengan standar mereka

Y

Kepada

Yesus

Rabbi dari Nazaret yang murid-muridnya baru saja makan pesta di rumah Lewi

Arti tiap ayat

Penjelasan Lukas 5:33-39 Ayat per Ayat

Lukas 5:33

Orang-orang Farisi dan murid Yohanes mempertanyakan mengapa murid Yesus tidak berpuasa seperti mereka. Mereka menganggap puasa sebagai tanda kesalehan, tetapi Yesus akan menjelaskan bahwa kehadiran-Nya mengubah cara…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Lukas 5:34

Yesus memakai perumpamaan tamu pesta pernikahan untuk menjelaskan bahwa murid-murid-Nya tidak berpuasa karena mereka sedang bersama-Nya, Sang Mempelai. Puasa adalah tanda berduka; kehadiran Yesus adalah saat sukacita.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Lukas 5:35

Yesus menubuatkan bahwa akan tiba saat-Nya diambil dari mereka (menunjuk pada kematian-Nya). Setelah itu, murid-murid akan berpuasa sebagai tanda berduka dan merindukan kedatangan-Nya kembali.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Lukas 5:36

Yesus mengajarkan bahwa ajaran-Nya tidak bisa dicampur dengan tradisi lama yang kaku. Menambal pakaian lama dengan kain baru justru merusak keduanya. Ini berarti kabar baik-Nya menuntut cara hidup yang baru.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Lukas 5:37

Yesus memakai perumpamaan anggur baru dan kantong kulit tua untuk mengajar bahwa ajaran-Nya tidak bisa dicampur dengan tradisi lama yang kaku. Anggur baru melambangkan kabar baik Kerajaan Allah yang penuh kuasa dan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Lukas 5:38

Yesus menegaskan bahwa ajaran-Nya yang baru tidak dapat dimasukkan ke dalam struktur atau pola pikir lama yang tidak cocok. Anggur baru membutuhkan kantong kulit yang baru, artinya iman kepada Yesus memerlukan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Lukas 5:39

Yesus mengamati bahwa orang sering lebih menyukai yang lama dan sudah dikenal, seperti anggur tua yang terasa lebih enak. Ini menunjukkan bahwa banyak orang pada zaman-Nya, terutama pemimpin agama, menolak kabar…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Baca Lukas 5 selengkapnya