Mereka menyeret Yesus ke tebing untuk dilempar
Lukas 4:29
Pencobaan, Penolakan, dan Kuasa
“Maka, berdirilah mereka dan menyeret Yesus ke luar dari kota itu, lalu membawa-Nya ke puncak bukit tempat kota mereka dibangun untuk menjatuhkan-Nya dari tebing.”Lukas 4:29 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.”Lukas 4:29 · TB
Terjemahan Baru
“Mereka berdiri lalu mengusir Yesus ke luar kota, dan membawa-Nya ke tebing gunung, di mana kota mereka dibangun. Mereka bermaksud mendorong Dia ke dalam jurang.”Lukas 4:29 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian mereka berdiri dan mengusir-Nya dari kampung Nazaret itu, yang dibangun di atas bukit. Jadi mereka menggiring Dia sampai ke pinggir jurang dan mau menjatuhkan-Nya dari situ.”Lukas 4:29 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And rose up, and thrust him out of the city, and led him unto the brow of the hill whereon their city was built, that they might cast him down headlong.”Lukas 4:29 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 4:29?
Orang Nazaret menyeret Yesus keluar kota dan ingin melemparkan-Nya dari tebing sebagai reaksi atas perkataan-Nya. Ini menunjukkan penolakan keras terhadap pesan yang tidak sesuai dengan keinginan mereka.
Latar belakang
Dari kebaktian ke percobaan hukuman mati
Dalam satu hari yang dimulai dengan ibadah Sabat, Yesus hampir dibunuh oleh komunitas kampung halamannya sendiri. Mereka bermaksud menjatuhkan-Nya dari tebing — cara eksekusi non-resmi yang pernah digunakan dalam sejarah Israel. Ini bukan hanya penolakan; ini adalah upaya pembunuhan.
Di mana
Bukit di tepi Nazaret
Tebing di pinggir kota Nazaret yang dibangun di atas bukit
Kapan
~27 M
Percobaan pembunuhan di Nazaret
Yang berbicara
Lukas (narator)
Dokter dan sejarawan, murid Paulus
Kepada
Teofilus dan pembaca Injil Lukas
Pembaca yang terkejut melihat belokan dramatis ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀναστάντες
anastantes · rose up
Berdiri bersama — tindakan kolektif yang terkoordinasi; bukan kerusuhan spontan tapi gerakan bersama
κατακρημνίσαι
katakrēmnisai · cast
Melempar dari tebing — kata teknis untuk eksekusi dengan cara menjatuhkan dari ketinggian
ὀφρύος
ophrys · brow
Tepi/ujung tebing — titik paling ujung dari tepi bukit; tempat yang paling cocok untuk eksekusi
Kata 'katakrēmnisai' adalah istilah teknis untuk eksekusi melalui pencampakan dari ketinggian — ini bukan sekadar mengusir Yesus, tapi upaya hukuman mati yang terorganisir.
Tahukah kamu
Ada tebing tinggi di dekat Nazaret kuno
Di selatan Nazaret ada tebing yang dikenal sebagai 'Leap of the Lord' yang tingginya sekitar 40 meter. Lokasi Nazaret kuno tepat di tepi bukit, membuat skenario ini sangat realistis secara geografis.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 4:29
2 Tawarikh 25:12
Eksekusi dengan cara dilempar dari tebing adalah praktik yang dikenal dalam sejarah Israel
“Mereka membawa sepuluh ribu orang ke puncak bukit batu, lalu mencampakkan mereka dari sana.”
Lukas 13:33
Yesus nanti berkata ini — tapi percobaan pertama justru di kampung halamannya sendiri
“Tidak mungkin seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem.”
Yohanes 10:31
Beberapa kali dalam pelayanan Yesus, kekerasan fisik dicoba sebagai respons terhadap klaim-Nya
“Orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Dia.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 4:29
✕ Sering dikira
Mereka hanya mengusir Yesus dari kota, bukan mencoba membunuhnya
✓ Yang sebenarnya
Kata 'katakrēmnisai' sangat spesifik — ini adalah istilah teknis untuk eksekusi melalui pencampakan dari ketinggian
✕ Sering dikira
Ini adalah respons impulsif yang tidak terorganisir
✓ Yang sebenarnya
Lukas menggunakan kata 'anastantes' (berdiri bersama) — ini gerakan kolektif yang terkoordinasi
Renungan
Renungan Singkat Lukas 4:29
Kadang kita juga ingin 'menyingkirkan' orang yang menyampaikan kebenaran yang tidak enak didengar. Belajarlah untuk mendengarkan dengan rendah hati, bukan dengan kekerasan.
Tuhan, beri kami kerendahan hati untuk menerima teguran dan tidak melampiaskan kemarahan kepada orang lain. Amin.