Raja yang diam tapi berbahaya
Lukas 3:20
Suara di Padang Belantara
“maka Herodes menambahkan ini atas semuanya dengan menjebloskan Yohanes ke dalam penjara.”Lukas 3:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“raja itu menambah kejahatannya dengan memasukkan Yohanes ke dalam penjara.”Lukas 3:20 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi Herodes malah menambah kejahatan-kejahatannya dengan memasukkan Yohanes ke dalam penjara.”Lukas 3:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi Herodes menambah kejahatannya dengan memasukkan Yohanes ke dalam penjara.”Lukas 3:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Added yet this above all, that he shut up John in prison.”Lukas 3:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 3:20?
Herodes menambahkan dosa-dosanya dengan memenjarakan Yohanes. Ini menunjukkan bahwa kebenaran sering kali ditolak dan dihukum oleh mereka yang berkuasa. Namun, Yohanes tetap setia pada panggilannya, dan pemenjaraannya menjadi bagian dari rencana Allah.
Latar belakang
Lukas memangkas kisah Yohanes di sini
Menariknya, Lukas menyebut pemenjaraan Yohanes sebelum kisah baptisan Yesus. Dalam kronologi historis, baptisan Yesus terjadi sebelum Yohanes dipenjara. Tapi Lukas sengaja menutup babak Yohanes lebih dulu sebelum membuka babak baru Yesus — ini pilihan editorial yang rapi untuk memperlihatkan peralihan dari satu era ke era berikutnya.
Di mana
Makhaerus, seberang Yordan
Benteng Herodes di tepi timur Laut Mati, tempat Yohanes dipenjara
Kapan
~29 M
Transisi dari pelayanan Yohanes ke pelayanan Yesus
Yang berbicara
Lukas (narator)
mencatat akhir dari kebebasan Yohanes secara singkat
Kepada
Pembaca Injil Lukas
orang yang perlu tahu nasib Yohanes sebelum fokus ke Yesus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
προσέθηκεν
prosethēken · menambahkan
Menambahkan di atas semua itu — Herodes tidak cukup dengan melanggar hukum, ia menambah kejahatan dengan memenjarakan sang nabi yang menegurnya.
κατέκλεισεν
katekleisen · menjebloskan
Mengunci, menutup rapat-rapat — kata ini lebih kuat dari sekadar 'memasukkan'. Yohanes dikunci, tidak bisa keluar.
φυλακῇ
phylakē · penjara
Tempat penjagaan ketat — dari phulassō (menjaga). Yohanes dijaga, diawasi, tidak bisa melayani lagi.
Prosethēken (menambahkan) menangkap karakter Herodes dengan tepat: alih-alih merespons teguran dengan pertobatan, ia merespons dengan penambahan kejahatan — memenjarakan si nabi.
Tahukah kamu
Makhaerus: penjara sekaligus tempat eksekusi
Penjara tempat Yohanes ditahan adalah benteng Makhaerus yang dibangun Herodes Agung, di tepi timur Laut Mati. Di sinilah kemudian Yohanes dipenggal (Matius 14). Yusefus juga menyebut Makhaerus sebagai tempat eksekusi Yohanes.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 3:20
Markus 6:17-18
paralel kisah pemenjaraan Yohanes
“Sebab memang Herodelah yang telah menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara.”
1 Raja-raja 22:26-27
pola nabi dipenjarakan raja karena berkata benar
“Ambillah Mikha dan bawalah ia kembali kepada Amon, penguasa kota... masukkan orang ini ke dalam penjara.”
Lukas 7:18-19
Yohanes masih aktif dari penjara, bertanya kepada Yesus
“Murid-murid Yohanes memberitahu gurunya tentang semua hal ini. Lalu Yohanes memanggil dua orang dari antara murid-muridnya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 3:20
✕ Sering dikira
Yohanes dipenjarakan karena ia bersalah melakukan sesuatu yang ilegal
✓ Yang sebenarnya
Lukas jelas: Herodes memenjarakan Yohanes karena ditegur — itu reaksi kekuasaan terhadap kebenaran, bukan penegakan hukum yang sah.
✕ Sering dikira
Setelah dipenjara, pelayanan Yohanes berakhir total
✓ Yang sebenarnya
Bahkan dari penjara Yohanes masih mengirim murid-muridnya untuk bertanya kepada Yesus (Lukas 7) — pengaruhnya tidak bisa dikurung dinding.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 3:20
Tidak semua perjuangan kebenaran berakhir baik di mata manusia. Namun, ketika kita menghadapi penolakan atau kesulitan karena melakukan yang benar, kita dapat percaya bahwa Tuhan tidak meninggalkan kita.
Ya Bapa, saat kami mengalami perlawanan karena kebenaran, berilah kami ketabahan dan keyakinan bahwa Engkau menyertai kami, Amin.