Tiga tuduhan palsu di hadapan gubernur
Lukas 23:2
Hari Penyaliban
“Mereka mulai menuduh Yesus dengan berkata, “Kami mendapati Orang ini menyesatkan bangsa kami dan melarang kami untuk membayar pajak kepada Kaisar, serta mengatakan bahwa Ia adalah Kristus, seorang Raja.””Lukas 23:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: "Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja."”Lukas 23:2 · TB
Terjemahan Baru
“Di situ mereka mulai menuduh Dia. Mereka berkata, "Kami dapati Orang ini menyesatkan rakyat. Ia menghasut orang supaya jangan membayar pajak kepada Kaisar, sebab kata-Nya Ia adalah Kristus, seorang Raja."”Lukas 23:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Di situ mereka mulai menuduh Yesus dengan berkata, “Orang ini menyesatkan bangsa kami, menghasut rakyat supaya tidak membayar pajak kepada pemerintah Roma, dan mengaku-ngaku sebagai Kristus, yaitu raja orang Yahudi.””Lukas 23:2 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they began to accuse him, saying, We found this fellow perverting the nation, and forbidding to give tribute to Caesar, saying that he himself is Christ a King.”Lukas 23:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 23:2?
Para pemimpin Yahudi menuduh Yesus dengan tiga hal: menyesatkan bangsa, melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan mengaku sebagai Kristus, seorang Raja. Tuduhan ini dirancang untuk membuat Pilatus khawatir secara politis.
Latar belakang
Tuduhan yang dirancang untuk Romawi
Perhatikan tuduhannya: menyesatkan bangsa, melarang bayar pajak, mengklaim diri Raja. Tidak ada satu pun tuduhan teologis seperti penghujatan yang jadi alasan Sanhedrin menghukum-Nya semalam. Mereka sengaja memilih tuduhan yang bersifat politis agar Pilatus punya alasan menghukum mati.
Di mana
Pretorium Pilatus, Yerusalem
Halaman pengadilan gubernur Romawi
Kapan
~30 M
Hari penyaliban Yesus
Yang berbicara
Para pemimpin Yahudi
imam kepala, ahli Taurat, tua-tua Sanhedrin
Kepada
Pilatus
gubernur Romawi Yudea, ~26-36 M
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
διαστρέφοντα
diastréphonta · perverting
Membelokkan, menyimpangkan, memutarbalikkan — kata yang kuat untuk menggambarkan seseorang yang sengaja mengacaukan ketertiban.
κωλύοντα
kōlyonta · forbidding
Melarang, menghalangi — tuduhan ini langsung menyentuh kepentingan fiskal Roma.
Χριστὸν βασιλέα
Christon basilea · Christ, a King
Kristus yang adalah Raja — mereka menggabungkan gelar mesianik dengan klaim kerajaan politis untuk membuat Pilatus curiga.
Ketiga tuduhan itu dirancang dengan cerdik untuk berbicara dalam bahasa yang dipahami Romawi: ancaman terhadap ketertiban publik, pemasukan pajak, dan otoritas kekaisaran.
Tahukah kamu
Tuduhan pajak itu bohong mentah-mentah
Ironisnya, Lukas sendiri mencatat di pasal 20:25 bahwa Yesus berkata 'berikan kepada Kaisar apa yang milik Kaisar' — Yesus tidak pernah melarang membayar pajak. Para pemimpin Yahudi menuduhkan hal yang bertentangan langsung dengan perkataan Yesus yang mereka sendiri dengar.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 23:2
Lukas 20:25
bukti tuduhan pajak adalah kebohongan
“Yesus berkata, 'Berikanlah kepada Kaisar apa yang milik Kaisar dan kepada Allah apa yang milik Allah.'”
Yohanes 18:33
Pilatus merespons tuduhan tentang kerajaan
“Pilatus masuk lagi ke dalam Pretorium dan memanggil Yesus lalu bertanya, 'Engkaukah Raja orang Yahudi?'”
Yesaya 53:7
diam Yesus di hadapan tuduhan
“Dia dianiaya dan ditindas, tetapi Dia tidak membuka mulut-Nya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 23:2
✕ Sering dikira
Para pemimpin Yahudi jujur menyampaikan keberatan teologis mereka
✓ Yang sebenarnya
Mereka sengaja mengubah tuduhan teologis (penghujatan) menjadi tuduhan politis agar relevan bagi hakim Romawi.
✕ Sering dikira
Yesus pernah melarang orang membayar pajak
✓ Yang sebenarnya
Justru sebaliknya — Yesus secara eksplisit memerintahkan membayar pajak Kaisar. Tuduhan ini adalah kebohongan langsung.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 23:2
Kadang-kadang orang memutarbalikkan kata-kata kita untuk menjatuhkan kita. Yesus tidak membela diri dengan agresif, tetapi tetap pada kebenaran. Kita dapat belajar untuk tidak terpancing emosi saat difitnah, melainkan mengandalkan integritas kita di hadapan Tuhan.
Ya Tuhan, berikan kami hikmat untuk merespons tuduhan palsu dengan cara yang tidak berdosa, seperti Yesus. Amin.